• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Hamas Tuding Israel Lakukan Pembantaian di Bawah Perlindungan AS

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 13 Oktober 2024 - 03:48
in Internasional
Arsip - Kementerian kesehatan Palestina menyatakan pasukan Israel membunuh 50 orang dan melukai 124 lainnya dalam empat 'pembantaian' keluarga dalam 24 jam terakhir pada Rabu (21/8/2024). Korban tewas melampaui 40.200 orang./ANTARA/Anadolu/PY

Arsip - Kementerian kesehatan Palestina menyatakan pasukan Israel membunuh 50 orang dan melukai 124 lainnya dalam empat 'pembantaian' keluarga dalam 24 jam terakhir pada Rabu (21/8/2024). Korban tewas melampaui 40.200 orang./ANTARA/Anadolu/PY

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menuding Israel—dengan dukungan AS—melakukan pembantaian di Jabalia, Gaza utara, sebagai “balasan terhadap warga sipil tak bersenjata” di bawah perlindungan Amerika.”

Hamas mengutuk pembantaian oleh pendudukan Israel seperti gerakan Nazi, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan cedera di daerah permukiman Jabalia pada Jumat malam (11/10).

BacaJuga:

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit

Trump Klaim Bakal Angkut Uranium Iran, Teheran Beri Jawaban Menohok

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

“Pembantaian ini merupakan kelanjutan dari genosida kriminal yang sedang berlangsung terhadap rakyat kami, yang juga dilindungi oleh Amerika,” kata Hamas dalam pernyataannya, Sabtu (12/10).

Hamas lebih lanjut mengatakan bahwa serangan yang meningkat terhadap warga sipil di Jabalia ini merupakan upaya untuk menghukum penduduk atas kegigihan dan penolakan mereka terhadap pemindahan paksa.

“Kejahatan teroris Nazi yang sedang berlangsung, yang kini memasuki tahun kedua, menunjukkan kepada dunia bahwa entitas fasis yang jahat ini haus darah dan ingin membalas dendam melalui genosida lebih lanjut terhadap rakyat kami di Gaza serta penduduk Lebanon,” ujar Hamas.

Sumber medis di Gaza melaporkan bahwa 24 warga Palestina tewas dan sekitar 90 orang lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan perkumpulan warga sipil dan blok permukiman yang terdiri dari empat rumah di Jabalia pada Jumat malam.

Situasi di Jabalia sangat tegang sejak 6 Oktober, dengan tentara Israel memberlakukan pengepungan ketat di daerah tersebut, yang menyebabkan eskalasi kekerasan yang intens di Gaza utara dan beberapa bentrokan paling sengit sejak Mei.

Serangan udara pada Jumat menandai operasi darat ketiga Israel di Jabalia sejak konflik yang sedang berlangsung meningkat pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan sebelumnya pada November dan Desember tahun lalu.

Israel terus melancarkan serangan brutal di Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, konflik Israel-Hamas elah merenggut hampir 42.200 nyawa, terutama perempuan dan anak-anak, dan telah melukai lebih dari 98.300 orang.

Pengeboman yang terus dilancarkan Israel juga telah memaksa penduduk Gaza untuk mengungsi, di tengah krisis pangan, air bersih, dan pasokan medis akibat blokade.

Israel saat ini menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza. (bro)

Tags: Amerika SerikatHamasisraelKonflik Israel-PalestinaPalestinaperang

Berita Terkait.

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit
Internasional

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit

Minggu, 19 April 2026 - 00:35
nuklir
Internasional

Trump Klaim Bakal Angkut Uranium Iran, Teheran Beri Jawaban Menohok

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27
ABK
Internasional

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

Jumat, 17 April 2026 - 18:01
Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI
Internasional

Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI

Jumat, 17 April 2026 - 13:03
Nuklir
Internasional

Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS Jika Blokade Selat Hormuz Berlanjut

Kamis, 16 April 2026 - 12:01
Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran
Internasional

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran

Rabu, 15 April 2026 - 12:36

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    817 shares
    Share 327 Tweet 204
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Ketika Delapan Pameran Seni Visual TKS ISI Yogyakarta Ramaikan Ruang Seni Kota

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.