• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Petani Cabai di Lebak Keluhkan Persoalan Pemasaran karena Harga Anjlok

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 22 September 2024 - 14:09
in Ekonomi
Petani-Cabai

Petani cabai di Kecamatan Cikulur, Lebak, Banten, tengah merawat dengan pemberian pupuk serta air agar tumbuh subur sehingga menghasilkan produksi yang baik saat panen. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah petani cabai di Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan kesulitan untuk pemasaran sehingga harga anjlok yang awalnya Rp40 ribu kini menjadi Rp15 ribu per kilogram.

“Kami kebingungan panen cabai merah keriting yang biasanya ditampung tengkulak, namun kini tidak ada,” kata Sarowi (50), seorang petani cabai di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, seperti dikutip Antara, Sabtu (21/9/2024).

BacaJuga:

Sinergi Kementerian UMKM-Barantin Perluas Jalan Usaha Mikro Menuju Pasar Global

Mayapada Hospital Tangerang Siapkan Fasilitas Baru Pengembangan Layanan Kanker Terpadu

BINUS Startup Vaganza 2026 Hadirkan 1.194 Mahasiswa, Dorong Inovasi dan Pengembangan Bisnis

Menurutnya pula, para petani cabai yang panen September 2024 di Kabupaten Lebak dipastikan merugi, karena harga di pasaran tidak sebanding dengan biaya produksi.

Saat ini, para petani setempat merasa kesulitan untuk memasarkan produk komoditas cabai hasil panen.

Biasanya, tengkulak menampung hasil panen cabai petani untuk dipasok ke Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, tetapi kini tidak ada.

Kemungkinan tengkulak itu sekarang panen cabai dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga harga cabai terjadi penurunan.

“Kami sekarang hanya melayani permintaan warga dengan harga Rp15 ribu per kilogram dan paling banyak hanya 10-20 kilogram per hari,” kata Sarowi pula.

Menurut dia, normalnya panen cabai keriting merah menghasilkan ekonomi Rp35 juta dari lahan seluas 3.000 meter, tetapi saat ini dipastikan merugi, karena tidak ada tengkulak yang biasa menampung itu.

Oleh karena itu, pihaknya berharap para pedagang besar di Rangkasbitung maupun Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang menampung cabai petani Lebak.

“Kami berharap cabai panen itu ada yang menampung dengan harga stabil, sehingga bisa menguntungkan ekonomi petani,” katanya.

Begitu juga petani lainnya, Sumardi (55) di Warunggunung Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya kini kebingungan untuk menjual hasil panen cabai karena harganya turun drastis dari Rp40 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.

Selain itu juga yang biasanya ditampung oleh tengkulak, namun kini tidak ada.

“Kami memastikan petani merugi hasil panen itu, karena kesulitan memasarkan dan jika lebih satu pekan kedepan bisa buruk,” katanya menjelaskan.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Yani mengatakan harga berbagai jenis cabai saat ini mengalami penurunan sehubungan memasuki panen dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Untuk cabai keriting merah yang satu bulan lalu menembus Rp55 ribu, tetapi sekarang Rp25 ribu per kilogram.

Begitu juga cabai merah besar sebelumnya Rp50 ribu, sekarang menjadi Rp20 ribu per kilogram.

“Kami yakin pasokan cabai melimpah di pasar tradisional karena memasuki panen di berbagai daerah penghasil cabai,” katanya lagi. (dam)

Tags: BantenlebakpemasaranPetani Cabai

Berita Terkait.

maman
Ekonomi

Sinergi Kementerian UMKM-Barantin Perluas Jalan Usaha Mikro Menuju Pasar Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:11
mayapada
Ekonomi

Mayapada Hospital Tangerang Siapkan Fasilitas Baru Pengembangan Layanan Kanker Terpadu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:30
binus
Ekonomi

BINUS Startup Vaganza 2026 Hadirkan 1.194 Mahasiswa, Dorong Inovasi dan Pengembangan Bisnis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:23
imipas
Ekonomi

STAR ASET BMN Jadi Langkah Baru Menuju Pengelolaan Aset Negara yang Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:21
jam
Ekonomi

Expedition Dukung Atlet Muda Lewat Apresiasi Eksklusif Campus League

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22
paramuda
Ekonomi

Peluang Kerja Makin Kompetitif, Anak Muda Didorong Jadi Pencipta Usaha

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:02

OLAHRAGA

noc
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • IWBIF

    IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1311 shares
    Share 524 Tweet 328
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.