INDOPOSCO.ID – Salah satu misi Andra Soni maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Banten adalah ingin mewujudkan mimpinya membuat Banten maju, adil merata serta bersih dari korupsi.
Hal ini dilontarkan bakal calon Gubernur (Bacagub) Banten Andra Soni ketika sowan ke kediaman tokoh pendiri Provinsi Banten, Tryana Sjam’un, di Pandeglang, Minggu (8/9/2024).
Mantan ketua DPRD Banten yang sangat mengenal peta kemiskinan di wilayah Banten ini menyampaikan perlunya mengembalikan gagasan dan cita-cita awal para pendiri Provinsi Banten.
Menurutnya, salah satu cara mengembalikan rasa keadilan yang diinginkan para pendiri Banten adalah menggratiskan biaya pendidikan sekolah untuk tingkat SMA/SMK dan MA.
“Saya ingin membuat Banten maju, adil merata serta bersih dari korupsi. Saya ingin mewujudkan harapan para pendiri Banten meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya, menggratiskan sekolah untuk tingkat SMA/SMK dan MA. Harapan pendiri Banten itu menjadi target saya,” tandas Andra Soni dalam beberapa kali kesempatan.
Perlu diketahui kendala/penghambat kemajuan Banten adalah kuatnya dinasti, pemerataan pembangunan timpang, dan sumber daya manusia (SDM) masih rendah. Hal ini terjadi karena tingginya angka putus sekolah di tanah Jawara ini.
Juli lalu Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Banten merilis data angka putus sekolah di Banten 2024 yang cukup tinggi.
Ketua Umum PW PII Banten, Ichsanuddin dalam rilisnya, Juli 2024 menyebutkan di Kabupaten Pandeglang ada sebanyak 5.968 siswa terdiri dari SD 1.190, SMP 2.548 dan SMA 2.230 orang siswa putus sekolah.
Di Kabupaten Lebak total ada 8.462 siswa putus sekolah yakni SD 1.677, SMP 4.079, SMA 2.706. Sementara di Kabupaten Tangerang ada 14.633 siswa putus sekolah yang terdiri dari SD 5.013, SMP 5.676, SMA 3.943.
Hal yang sama terjadi di Kota Tangerang yang mencapai 5.922 siswa (SD 2.437, SMP 1.882, SMA 1.602 ), Kota Tangerang Selatan sebanyak 4.899 siswa (SD 2.207, SMP 1.645, SMA 1.045 ), Kabupaten Serang ada 7.601 siswa yang terdiri dari SD 2.428, SMP 2.924, SMA 2.249. Kota Cilegon sebanyak 1.328 putus sekolah dengan rincian SD 413, SMP 531, SMA 384 dan terakhir Kota Serang dengan 3.022 siswa putus sekolah (SD 964, SMP 1.023, SMA 1.035)
PW PII Banten juga menyebut ada banyak siswa yang lulus tetapi tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Adapun rinciannya Kabupaten Pandeglang sebanyak 9.839 siswa, Kabupaten Lebak sebanyak 14.101 siswa, Kabupaten Tangerang sebanyak 18.869 siswa, Kabupaten Serang sebanyak 10.489 siswa, Kota Cilegon (1.174), Kota Tangerang (5.259), Kota Serang (4.559) dan Kota Tangerang Selatan 4.124 siswa.
Wajarlah jika Andra Soni gregetan dan ingin semua warga Banten bersekolah sesuai dengan usianya tanpa pusing memikirkan biaya.
Sementara itu, salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten Tryana Sjam’un mengatakan, cita-cita awal pembentukan Provinsi Banten adalah mewujudkan masyarakat Banten yang sejahtera, adil dan makmur.
“Yang terjadi saat ini di Banten yang sejahtera adalah para pegawainya dan sekelompok orang. Sementara orang miskin hanya dikasih bantuan sosial, kondisi ekonominya tetap miskin,” ujarnya.
Menurut Tryana, penanganan orang miskin ekstrem tidak bisa hanya dengan bantuan sosial tetapi bagaimana mengedukasi warga miskin agar mandiri dan bisa keluar dari kondisi kemiskinan.
“Orang miskin itu harus diberdayakan agar bisa keluar dari lingkaran kemiskinan, bukan malah dipelihara dengan cara menyalurkan bantuan sosial semata,” tandasnya. (dam)










