• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

BNPT Sebut Penyebar Radikalisme Ingin Ganggu Visi Indonesia Emas 2045

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 6 September 2024 - 07:07
in Headline
bnpt

Tangkapan layar - Sekretaris Utama BNPT Bangbang Surono dalam Forum Tematik Bakohumas BNPT yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (5/9/2024). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bangbang Surono menyatakan penyebar paham radikalisme bertujuan untuk ganggu visi Indonesia Emas 2045.

“Mereka menyasar anak-anak dan remaja karena anak-anak dan remaja ini yang akan jadi kunci mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” kata Bangbang seperti dilansir Antara, Kamis (5/9/2024).

BacaJuga:

Tolak Wacana Pajak Tol, YLKI Ancam Tempuh Jalur Hukum

Iran Siap Dialog di Pakistan, Syaratnya AS Cabut Blokade Selat Hormuz

Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi Naik, DPR: Daya Beli Sudah Dikalkulasi

Dikatakan, dalam visi Indonesia Emas 2045, Indonesia menargetkan jadi negara maju dengan memanfaatkan bonus demografi yang ada, seiring dengan tingginya angka anak muda di Tanah Air.

Kondisi tersebut, kata dia, ingin dikacaubalaukan oleh para penyebar paham radikal dengan menghancurkan rasa persatuan dan kesatuan Indonesia di kalangan pemuda, terutama melalui media sosial.

Bangbang mengungkapkan penyebaran radikalisme di antara remaja sudah cukup masif terjadi di Indonesia, yang terlihat dari riset Setara Institute pada tahun 2023. Riset tersebut mencatat sebanyak 24,2 persen remaja masuk dalam kategori intoleran pasif dan 5 persen masuk kategori intoleran aktif.

Ia mengemukakan bahwa intoleran pasif berarti memiliki pikiran yang tidak toleran, sedangkan intoleran aktif berarti pikiran tidak toleran tersebut sudah termanifestasi dalam ucapan dan tindakan.

“Intoleran ini merupakan benih dan cikal bakal nanti bisa menjadi radikal, kemudian bisa menjadi pelaku teror apabila tidak diatasi,” tuturnya.

Untuk itu, dalam mengantisipasi remaja agar tidak memiliki sifat intoleran maupun mengubah sifat intoleran yang sudah ada menjadi penuh toleransi, BNPT melaksanakan berbagai kegiatan seperti Festival Youth of Indonesia.

Festival Youth of Indonesia bertujuan mencegah intoleransi dan radikal terorisme dengan cara membangun kecintaan anak-anak muda lewat budaya lokal dan menjadikan budaya sebagai media gagasan damai melalui media seperti YouTube atau media sosial lainnya.

Selain itu, kata dia, BNPT juga mengadakan program Sekolah Damai dan Kampus Kebangsaan. Program Sekolah Damai bertujuan menciptakan lingkungan sekolah damai dan toleran dalam keberagaman.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya radikalisme dan terorisme di kalangan pelajar, yang melibatkan berbagai pihak seperti guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar untuk berkolaborasi.

Sementara itu, Kampus Kebangsaan merupakan program yang menerapkan nilai-nilai Pancasila, menjaga toleransi, menghindari kegiatan kekerasan, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam suatu perguruan tinggi. Kegiatan itu disinergikan dengan berbagai kegiatan mahasiswa di perguruan tinggi. (wib)

Tags: BNPTGanggu Visi Indonesia Emas 2045Indonesia Emas 2045Penyebar Radikalisme

Berita Terkait.

TTJ
Headline

Tolak Wacana Pajak Tol, YLKI Ancam Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 22 April 2026 - 22:52
Bea Cukai dan Polri Gagalkan 40 Kg Sabu di Bakauheni, Empat Tersangka Diamankan
Headline

Iran Siap Dialog di Pakistan, Syaratnya AS Cabut Blokade Selat Hormuz

Rabu, 22 April 2026 - 17:04
Gas
Headline

Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi Naik, DPR: Daya Beli Sudah Dikalkulasi

Rabu, 22 April 2026 - 13:08
JK
Headline

MUI Imbau Publik Tak Terjebak Narasi Terfragmentasi soal Pernyataan Jusuf Kalla

Rabu, 22 April 2026 - 11:36
Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI Dicekal di Bandara Soetta!
Headline

Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI Dicekal di Bandara Soetta!

Selasa, 21 April 2026 - 23:59
Immanuel Ebenezer
Headline

Fakta Dugaan Korupsi Eks Wamenaker: Saksi Bongkar Kode “3 Meter” hingga Intimidasi

Selasa, 21 April 2026 - 21:05

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1289 shares
    Share 516 Tweet 322
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    773 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.