• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Wacana Penutupan Berkala Taman Nasional Komodo untuk Jaga Kelestarian Ekosistem

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 30 Juli 2024 - 04:04
in Nusantara
wacana

Tangkapan layar Plt Direktur Utama BPOLBF Frans Teguh saat berbicara dalam The Weekly Brief with Sandi Uno (WBSU). (ANTARA/Gecio Viana)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengatakan wacana penutupan berkala kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan satu upaya untuk menjaga ekosistem demi melestarikan alam dan keindahan kawasan konservasi.

“Bersama teman-teman Taman Nasional Komodo dan juga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kita ingin sekali lagi menegaskan bahwa upaya konservasi dari Taman Nasional Komodo ini benar-benar kita perhatikan,” katanya Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Frans Teguh dalam The Weekly Brief with Sandi Uno (WBSU) yang diikuti secara daring dari Labuan Bajo, Senin.

BacaJuga:

Gempa Bumi Kategori Dangkal Hantam Cilacap di Jawa Tengah

Perkuat Pendidikan Vokasi, Daihatsu Luncurkan Kelas DOJO di SMK Blitar

Kolaboraksi Dompet Dhuafa Bersama Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol Serahkan Donasi untuk Bantu Sumatera

Frans Teguh menambahkan kawasan TNK di Labuan Bajo sudah menjadi salah satu top of mind dari destinasi di Indonesia dimana pertumbuhan kunjungan wisatawan yang signifikan harus diimbangi dengan aspek-aspek pelestarian lingkungan.

Dalam wacana penutupan berkala TNK, lanjut dia, satu kebijakan yang penting adalah bagaimana mengatur irama kunjungan wisatawan dan bukan membatasi wisatawan berkunjung ke TNK.

“Ini yang saya kira terkait juga dengan visitor management, hal ini menjadi sangat penting karena kita melihat bahwa kegiatan yang terlalu masif untuk ke wisata bisa saja berpotensi untuk merusak lingkungan,” ungkapnya.

Melalui strategi manajemen pengunjung, lanjut dia, maka memberikan ruang bagi wisatawan untuk bisa berkunjung ke destinasi wisata lainnya di Labuan Bajo dan destinasi wisata lainnya di Pulau Flores.

“Saya kira ini adalah momentum yang sangat baik agar kita juga menggali berbagai potensi destinasi wisata tidak hanya di Taman Nasional Komodo tapi juga destinasi-destinasi di pulau Flores secara keseluruhan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (TNK) Hendrikus Rani Siga mengatakan wacana sistem buka tutup kawasan taman nasional untuk pemulihan (recovery) ekosistem kawasan akibat aktivitas wisata.

“Secara prinsip kawasan taman nasional butuh istirahat, butuh recovery demikian juga sarana prasarana butuh jeda untuk dibersihkan, dirawat, dipelihara dan untuk daratan paling tidak mengurangi potensi kerusakan,” katanya di Labuan Bajo.

Ia juga menjelaskan kawasan perairan TNK cukup mengalami tekanan akibat aktivitas wisata dimana terdapat kerusakan akibat kegiatan wisata seperti kepal wisata yang membuang jangkar tidak pada tempatnya, aktivitas diving, sampah hingga limbah kapal wisata.

Ia menambahkan wacana sistem buka tutup kawasan TNK merupakan pengaturan jadwal kunjungan wisatawan, dan penutupan secara berkala melalui kajian ilmiah yang komprehensif oleh Balai TNK yang melibatkan sejumlah pakar seperti pakar lingkungan, pariwisata, ekonomi, sosial dan budaya. (bro)

Tags: Kelestarian EkosistemPenutupan Berkala Taman Nasional KomodoTaman Nasional Komodo

Berita Terkait.

Gempa Bumi Kategori Dangkal Hantam Cilacap di Jawa Tengah
Nusantara

Gempa Bumi Kategori Dangkal Hantam Cilacap di Jawa Tengah

Kamis, 30 April 2026 - 21:02
Penyerahan
Nusantara

Perkuat Pendidikan Vokasi, Daihatsu Luncurkan Kelas DOJO di SMK Blitar

Kamis, 30 April 2026 - 16:07
DD-Berbagi
Nusantara

Kolaboraksi Dompet Dhuafa Bersama Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol Serahkan Donasi untuk Bantu Sumatera

Kamis, 30 April 2026 - 13:14
Rokok
Nusantara

Bea Cukai Blitar Bongkar Penyelundupan 368.000 Batang Rokok Ilegal dalam Bus ALS

Kamis, 30 April 2026 - 12:03
Operasi-Pasar
Nusantara

Bea Cukai Morowali Amankan 20 Ribu Batang Rokok Ilegal di Area Kawasan Industri

Kamis, 30 April 2026 - 11:12
Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Banda Aceh Tindak Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Sepanjang Bulan Maret hingga April 2026

Kamis, 30 April 2026 - 10:51

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2551 shares
    Share 1020 Tweet 638
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1363 shares
    Share 545 Tweet 341
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.