• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemegang Saham Minta Pengelola Apotek Transparan, Ini Alasannya

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 29 Juli 2024 - 20:30
in Nasional
medisco

Ilustrasi peralatan medis. Foto: dokumen indopos.co.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemegang saham Apotek Pasuketan Cirebon, Indrawati Setiabudi, mendesak pengelolaan apotek agar obyektif dan transparan. Pernyataan tersebut diungkapkan Indrawati Setiabudi melalui kuasa hukumnya, Senin (29/7/2024).

Kuasa hukum Indrawati Setiabudi, Reno mengatakan, pengelola Apotek Pasuketan di Jl. Pasuketan No.88 Kota Cirebon Benjamin Setiabudi dan Juanita Sulistyowati untuk memenuhi permintaan kliennya.

BacaJuga:

P2G: RUU Sisdiknas Belum Futuristik, Kesejahteraan Guru dan Dosen Belum Terjamin

Manajemen Talenta Segera Diterapkan, Menag: Jabatan ASN Kemenag Berdasarkan Kompetensi

DPD RI Kawal Program Perumahan agar Tepat Sasaran, Sultan: Rumah Layak Hak Rakyat

“Benjamin Setiabudi harus menjalankan isi putusan Perkara No 16/Pdt.G/2022/PN.Cbn, sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dengan transparansi,” katanya.

Kemudian, lanjut Reno, pengelola juga harus segera membuat badan hukum atas apotek Pasuketan di Jl. Pasuketan No.88 Kota Cirebon. Dimana di dalamnya kliennya mempunyai bagian dan atau saham atas aset ‘Apotek Pasuketan di Jl. Pasuketan No.85 Kota Cirebon, sebesar 25 persen.

Menurut dia, kliennya juga meminta pengelola untuk memberikan hasil audit tahun pembukuan 2022 dan 2023 kepada kliennya secara utuh dan lengkap. Pasalnya, saat ini pengelolaan apotek sangat memperihatinkan. Dalam 3 tahun terakhir sejak 2021 terus mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis.

“Bahwa untuk tahun pembukuan 2022 dan 2023 klien kami yang mana sesuai dengan Putusan Perkara Nomor:16/PG/2022/PN.Cbn, klien kami mendapatkan bagian 25 persen atas bagi hasil Badan usaha Apotek Pasuketan. Tapi setiap tahunnya selalu menurun pendapatan dari bagi Hasil tersebut,” tuturnya.

Padahal, lanjutnya pada 2021 kliennya saat itu mendapatkan bagi hasil Rp 259.000.000 pada. Namun pada bagi hasil tahun pembukuan 2022 justru hanya mendapatkan bagian Rp 79.418.829. Begitupun pada tahun pembukuan bagi hasil tahun 2023, kliennya malah mendapatkan bagian Rp43.52.872. Dengan demikian terjadi penurunan angka pendapatan bagi hasil yang sangat drastis dalam setiap tahunnya.

“Bahwa jumlah Aset Apotek Pasuketan di jl. Pasuketan No.88 kota Cirebon pun sama mengalami Penurunan. Di mana jumlah Aset pada tahun 2022 Rp 1.591.368.555. Lalu jumlah aset pada tahun 2023 Rp 1.194.287.149,” paparnya.

Penurunan jumlah Aset dari 2022 ke 2023 sebesar Rp 397.111.406. Atas penurunan aset tersebut tidak ada penjelasan dari pihak Benjamin Setiabudi selaku Pengelola. Kemudian laba tahun berjalan pada 2022 dan 2023 terdapat penurunan. Yaitu laba tahun berjalan tahun 2022 Rp317.675.316 3.2 dan laba tahun berjalan tahun 2023 Rp172.211.486. Sehingga selisih Rp145.463.830.

Adapun atas penurunan laba tahun berjalan di tahun 2022 dan 2023, pihak pengelola Benjamin Setiabudi memiliki beberapa alasan. “Seperti masyarakat yang katanya lebih suka menggunakan BPJS, sementara apotek hanya menjual secara eceran. Di lain pihak saudara Benjamin Setiabudi sebagai pedagang besar farmasi suppliernya apotek, Puskesmas dan rumah sakit,” bebernya.

Adanya beberapa hal disebutkannya menjadi faktor terjadinya penurunan.
Seperti maraknya penjualan online, faktor kompetitor yakni dengan bermunculannya apotek lain. “Namun ditemukan di lapangan dalam Pengelolaan Apotek Pasuketan yakni obat-obatan yang umum dibutuhkan masyarakat justru sering terjadi
kekosongan stok,” ujarnya. (nas)

Tags: Pemegang SahamPengelola Apotek

Berita Terkait.

guru
Nasional

P2G: RUU Sisdiknas Belum Futuristik, Kesejahteraan Guru dan Dosen Belum Terjamin

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:27
menag
Nasional

Manajemen Talenta Segera Diterapkan, Menag: Jabatan ASN Kemenag Berdasarkan Kompetensi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:37
sutan
Nasional

DPD RI Kawal Program Perumahan agar Tepat Sasaran, Sultan: Rumah Layak Hak Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:17
Kementerian PPN/Bappenas
Nasional

Indonesia Perkuat Kebijakan Konservasi lewat 4 Dokumen Status Keanekaragaman Hayati

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:16
Karhutla
Nasional

Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah, BNPB Ingatkan Risiko Meningkat Akibat Cuaca Kering

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:44
Prabowo
Nasional

Prabowo Dorong Pelayanan Publik Harus Masuk ke Genggaman, Bukan Lagi Antrean Panjang

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:04

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3180 shares
    Share 1272 Tweet 795
  • Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12558 shares
    Share 5023 Tweet 3140
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1413 shares
    Share 565 Tweet 353
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2747 shares
    Share 1099 Tweet 687
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.