• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

BUMI Perkenalkan Teknologi Boya Pintar untuk Konservasi Terumbu Karang

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 26 Juli 2024 - 11:07
in Ekonomi
Ilustrasi teknologi boya pintar atau pelampung pintar untuk konservasi terumbu karang. Foto: Dok. Undip

Ilustrasi teknologi boya pintar atau pelampung pintar untuk konservasi terumbu karang. Foto: Dok. Undip

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Selain konservasi terumbu karang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperkenalkan teknologi boya pintar atau pelampung pintar. Boya pintar memiliki sensor arah mata angin, suhu air laut dan kecepatan udara. Data dari sensor tersebut dapat diakses secara daring maupun real time serta digunakan untuk pemantauan kondisi ekosistem terumbu karang skala luas.

Selain itu, boya pintar digunakan untuk meningkatan akurasi navigasi pariwisata dalam melihat arus perairan yang aman untuk kegiatan snorkling serta diving. Boya pintar juga bisa difungsikan sebagai tempat labuh kapal sehingga dapat mengurangi kerusakan terumbu karang akibat penggunaan jangkar.

BacaJuga:

Tembus Pasar AS! Produsen Bantul Ekspor Sarung Tangan Senilai Rp900 Juta ke Los Angeles

Loan Factory BTN: Strategi Cerdas Kejar Pertumbuhan Tanpa Abaikan Risiko

Freeport Indonesia Terus Berperan Sebagai Fondasi Ekonomi Papua

Pada 24 Juni 2024 lalu, BUMI bersama perangkat desa Pulau Tunda dan Korpolairud Wargasara berhasil melepaskan dua boya pintar di area laut dangkal Selatan dan Utara Pulau Tunda. Program ini sudah berjalan selama 11 bulan dan akan berakhir di bulan Juli 2024.

Dalam kurun waktu tersebut telah dilakukan penanaman 6 terumbu karang buatan dan penanaman 300 fragmen karang yang terbagi di bagian Utara, Selatan, Timur dan Barat Pulau Tunda. Keterlibatan multi-stakeholder pada kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar boya pintar dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyaraka serta lingkungan Pulau Tunda.

Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie menyatakan, pilot project boya pintar merupakan terobosan pada program tanggung jawab spsial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

“Kami berharap Program Konservasi Terumbu Karang ini akan meningkatkan keanekaragaman ekosistem bawah laut di Pulau Tunda serta dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya, dalam keterangannya, Jumat (26/7/2024).

BUMI berkomitmen untuk mendukung penuh Sustainable Development Goals (SDGs) yang memiliki 17 indikator pembangunan berkelanjutan. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah ekosistem laut, melalui pelestarian dan pemanfaatan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera.

Targetnya adalah mengelola dan melindungi ekosistem laut dan pesisir untuk menghindari dampak buruk, termasuk memperkuat ketahanannya, dan melakukan restorasi untuk mewujudkan lautan yang sehat dan produktif.

Langkah konservasi ekosistem laut yang tengah dilaksanakan BUMI sebagai bagian dari kegiatan CSR adalah Program Konservasi Terumbu Karang di Pulau Tunda, Banten.

Berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2017 hanya terdapat 6,39 persen terumbu karang yang berada dalam kondisi sangat baik sehingga diperlukan berbagai usaha untuk melestarikannya.

Terumbu karang merupakan penopang utama kehidupan biota laut dan pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 meter di bawah permukaan laut. (ibs)

Tags: bumiBumi ResourcesProgram CSRTerumbu Karang

Berita Terkait.

Sarung-Tangan
Ekonomi

Tembus Pasar AS! Produsen Bantul Ekspor Sarung Tangan Senilai Rp900 Juta ke Los Angeles

Selasa, 14 April 2026 - 15:15
btn
Ekonomi

Loan Factory BTN: Strategi Cerdas Kejar Pertumbuhan Tanpa Abaikan Risiko

Selasa, 14 April 2026 - 11:01
freeport
Ekonomi

Freeport Indonesia Terus Berperan Sebagai Fondasi Ekonomi Papua

Selasa, 14 April 2026 - 10:30
eko
Ekonomi

DPR Nilai PNM dan Pegadaian Jadi Jalan Ekonomi Warga Naik Kelas

Selasa, 14 April 2026 - 03:30
pge
Ekonomi

PGE–PLN IP Kunci Tarif, Teknologi Bottoming Siap Dongkrak Listrik Bersih

Selasa, 14 April 2026 - 02:20
menkop
Ekonomi

Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP

Senin, 13 April 2026 - 20:12

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2503 shares
    Share 1001 Tweet 626
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    752 shares
    Share 301 Tweet 188
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.