• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pengamat Dorong Pemerintah Tidak Paksakan Restrukturisasi Angkasa Pura Dalam Masa Transisi

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 25 Juli 2024 - 11:34
in Ekonomi
Direktur Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng. (Istimewa)

Direktur Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengatakan proses restrukturisasi PT Angkasa Pura hingga saat ini masih belum rampung, namun tampaknya pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN, terkesan terburu-buru untuk menyelesaikannya.

Menurutnya, terdapat berbagai isu krusial yang perlu diselesaikan terkait keberlangsungan perusahaan pengelola bandara ini sebagai aset strategis negara.

BacaJuga:

Taiwan Bidik Wisatawan RI, Usung Konsep “Negeri yang Tak Pernah Tidur”

BBM Nonsubsidi di Persimpangan: Antara Daya Beli dan Realitas Pasar

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

“Isu-isu ini meliputi kepentingan publik yang luas, fungsi sebagai pintu gerbang hubungan internasional, serta aspek pertahanan dan keamanan nasional,” katanya dalam keterangan yang dikutip pada Kamis (25/7/2024).

“Proses restrukturisasi ini memang sebaiknya tidak dilakukan di masa transisi yang tinggal 3 bulan lagi,” imbuhnya.

Ia pun menekankan, penting untuk memperhatikan pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini bahwa pembangunan infrastruktur harus memperhatikan aspek pertahanan dan keamanan.

“Percuma membangun infrastruktur kalau negara tidak aman,” ujarnya.

Hal ini lanjut dia, untuk mengingatkan bahwa keberadaan infrastruktur strategis dalam sektor energi, pelabuhan, jalan, bandara, dan lain sebagainya.

“Jika tidak didasari oleh semangat patriotisme dan nasionalisme, dapat menjadi masalah pertahanan dan keamanan nasional,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa PT Angkasa Pura I (AP I), yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola bandara, sedang melaksanakan program restrukturisasi operasional dan finansial. Adapun langkah langkah yang telah diambil adalah :

1. Perubahan Nama: AP I dan PT Angkasa Pura II (AP II) telah bergabung menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dan akan mengganti namanya menjadi PT Angkasa Pura Nusantara. Ini merupakan hasil dari penggabungan atau merger antara AP I dan AP II.

2. Penggabungan Usaha: Setelah perubahan nama, AP II akan berganti nama menjadi Angkasa Pura Indonesia. Kemudian, AP I akan digabungkan ke dalam Angkasa Pura Indonesia yang sebelumnya bernama Angkasa Pura II. PT Angkasa Pura Indonesia akan bertindak sebagai perusahaan penerima penggabungan.

Alasan utama restrukturisasi adalah masalah keuangan. AP I memiliki utang sebesar Rp 35 triliun akibat pandemi covid 19.

Sementara AP I sendiri telah menyiapkan program restrukturisasi yang mencakup upaya asset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional, simplifikasi organisasi, dan penundaan program investasi.

“Tujuan utamanya adalah mengatasi tekanan pandemi dan memastikan kelangsungan operasional,” ungkapnya.

Ekonom Salamuddin Daeng pun menuturkan perjanjian Restrukturisasi: AP I dan para kreditur telah sepakat untuk melakukan restrukturisasi fasilitas kredit. Beberapa poin yang disepakati meliputi tingkat suku bunga baru, penangguhan pembayaran sebagian bunga fasilitas kredit hingga 2023, dan perpanjangan jangka waktu kredit hingga 23 Desember 2031.

Namun sejauh ini proses restrukturusasi belum dapat dituntaskan. Terjadi konflik kepentingan dengan kementerian perhubungan karena fungsi bandara sebegai public services yang didalamnya terdapat kewenangan kementerian perhubungan yang tidak dapat dipisahkan dari fungsi bandara.

“Sehingga perusahaan PT. AP 1 dan PT. AP2 tidak dapat diprivatisasi sehingga kewenangan negara melalui Kementerian perhubungan hilang,” tuturnya.

Selain itu proses restrukturisasi belum dilakukan sosiaslisasi secara memadai dengan para karawan AP1 dan AP2.

Sementara besar kekuatiran para karyawan terhadap keberlanjutan pekerjaan mereka, status hukum karyawan BUMN tersebut, nasib dana dana karyawan seperti Tabungan Hari Tua (THT), dana Pensiun dan lain sebagainya.

“Kekuatiran ini beralasan mengingat restrukturisasi selalu berujung pada “efisiensi” atau PHK terhadap karyawan baik secara perlahan lahan maupun sekaligus di anak anak Perusahaan BUMN,” tandasnya.

Oleh karena itu segala bentuk keputusan strategis terkait dengan eksistensi AP1 dan AP2 agar tidak dilakukan di masa transisi, namun sebaiknya menunggu pelantikan presiden dan wakil presiden baru.

Hal ini penting agar tercipta kepastian hukum, menghindari gejolak sekecil apapun yang menggangu proses transisi dan jaminan kepastian keberlangsungan operasional AP1 dan AP2 sendiri.

“Pemerintah dapat menjadikan waktu yang tersisa sekarang ini untuk membuka ruang komunikasi dengan semua pihak yang terkait,” pungkasnya. (fer)

Tags: Angkasa PuraRestrukturisasi Angkasa PuraTransisi

Berita Terkait.

Taiwan Tourism
Ekonomi

Taiwan Bidik Wisatawan RI, Usung Konsep “Negeri yang Tak Pernah Tidur”

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:11
Pengisian-BBM
Ekonomi

BBM Nonsubsidi di Persimpangan: Antara Daya Beli dan Realitas Pasar

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:20
gadaii
Ekonomi

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18
Sekolah
Ekonomi

Maknai Hari Pendidikan Nasional, BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi hingga Berbagi Alat Tulis Bagi Siswa SDN 104 Langensari Bandung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:03
Hoax
Ekonomi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:32
Transaksi
Ekonomi

BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, Transaksi Debit Contactless Melonjak 1.144% YoY per Maret 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:02

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3560 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2564 shares
    Share 1026 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1594 shares
    Share 638 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.