• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Gelar di Jakarta, Aksi BEM SI Rawan Disusupi

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 22 Juli 2024 - 19:00
in Megapolitan
Ilustrasi unjuk rasa. (dokumen INDOPOS.CO.ID)

Ilustrasi unjuk rasa. (dokumen INDOPOS.CO.ID)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat di Jakarta, Senin (22/7/2024).

Dalam aksi ini, setidaknya ada 12 tuntutan yang BEM SI suarakan. Beberapa tuntutan di antaranya meminta Presiden Jokowi untuk tidak cawe-cawe di Pilkada 2024, menolak kembalinya dwifungsi TNI Polri demi demokrasi Indonesia, serta mengesahkan UU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.

BacaJuga:

Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Sore hingga Malam Hari

Konflik Perumahan Vasana Berakhir Damai, Komisi III Apresiasi dan Tekankan Jaminan Hak Ibadah Warga

KPP Ajak Masyarakat ke Pasar untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pedagang

Lalu, mencabut UU Tapera dan revisi kembali pasal-pasal yang bermasalah, mencabut dan merevisi Permendikbud Nomor 2 tahun 2024, serta menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat dan tindak tegas pelaku represifitas kepolisian.

Menanggapi hal itu, Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi mengendus ada pihak-pihak yang ingin menggagalkan pelantikan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober 2024. Pihak-pihak tersebut berupaya menciptakan kerusuhan dengan memprovokasi dan menyusupi demo mahasiswa.

“Saya mendapatkan informasi bahwa beberapa waktu ke depan akan ada banyak demo mahasiswa yang rawan ditunggangi untuk menggagalkan pelantikan Prabowo-Gibran dan menciptakan kerusuhan jelang Pilkada serentak 2024,” kata R Haidar Alwi di Jakarta, Senin (22/7/2024).

Di era digital seperti saat ini, menurut dia, para penumpang gelap bahkan bisa menyusup tanpa disadari oleh mahasiswa. Baik melalui tagar-tagar di media sosial, maupun penyebaran konten dan seruan aksi yang dapat mendorong orang lain untuk bertindak.

“Demo mahasiswa tapi yang aktif dan masif menyebarkan seruan aksi dan konten-konten provokasi bukan mahasiswa. Melainkan buzzer, oknum pejabat maupun simpatisan dan kader partai tertentu atas nama mantan aktivis,” terangnya.

Dia mengamati, para penumpang gelap demo mahasiswa mulai menggalang dan menggerakkan massa melalui roadshow ke berbagai daerah dengan modus acara diskusi. Padahal tujuannya adalah untuk membakar emosi mahasiswa supaya bergerak melakukan protes dan perlawanan.

“Biasanya mereka menjalin kedekatan dengan pengurus organisasi kemahasiswaan. Bagi adik-adik mahasiswa tentunya sebuah kebanggan bisa dekat dengan tokoh politik dan aktivis tertentu. Nah, kebanggaan itulah yang rawan dimanfaatkan untuk menyusupi aksi atau demo mahasiswa,” ungkapnya.

Ia meminta mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya di seluruh Indonesia agar tidak mudah terprovokasi. Jika harus berdemo, lakukan dengan cara-cara intelek layaknya generasi terdidik. Pemahaman yang baik atas substansi masalah dan jangan sampai menimbulkan kerusuhan, menelan korban dan merusak fasilitas umum.

“Kalau sampai terjadi kerusuhan, efeknya bisa kemana-mana. Kestabilan politik, sosial dan ekonomi dalam negeri jadi terganggu,” katanya.

“Ujung-ujungnya nanti pemerintah dan Polri yang disalahkan lagi. Dianggap tidak bisa menjaga ekonomi, keamanan dan ketertiban masyarakat. Padahal itu terjadi akibat ulah kita sendiri,” sambungnya.

Dengan partisipasi mahasiswa dan bantuan elemen masyarakat lainnya, masih ujar dia, yakin pemerintah dan Polri mampu menjaga kestabilan sosial, politik dan ekonomi. Terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029 serta Pilkada serentak 2024.

“Kita punya pengalaman Pemilu 2024, Pilpres dan Pileg berjalan aman, nyaman dan damai. Meskipun ada pihak-pihak yang mencoba memicu terjadinya gejolak melalui aksi-aksi mahasiswa dan guru besar,” ujarnya. (nas)

Tags: aksi unjuk rasaBEM SIdemonstrasi

Berita Terkait.

Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Sore hingga Malam Hari
Megapolitan

Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Sore hingga Malam Hari

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:10
bekasi
Megapolitan

Konflik Perumahan Vasana Berakhir Damai, Komisi III Apresiasi dan Tekankan Jaminan Hak Ibadah Warga

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:07
Siagakan 8.898 Personel, PLN NP Amankan 14,1 GW Listrik Selama Ramadan–Idulfitri
Megapolitan

KPP Ajak Masyarakat ke Pasar untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pedagang

Senin, 30 Maret 2026 - 15:12
Babak Baru Jakarta: Ketika Budaya Betawi Dihitung sebagai Aset
Megapolitan

Babak Baru Jakarta: Ketika Budaya Betawi Dihitung sebagai Aset

Senin, 30 Maret 2026 - 11:35
Aktifitas di Awal Pekan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Hari Ini
Megapolitan

Aktifitas di Awal Pekan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Hari Ini

Senin, 30 Maret 2026 - 08:07
darwati
Megapolitan

Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1072 shares
    Share 429 Tweet 268
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    790 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.