• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Penambahan Kementerian Perburuk Perilaku Korupsi dan Hamburkan Anggaran

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 21 Mei 2024 - 08:56
in Nasional
Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto. (Instagram/@prabowo)

Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto. (Instagram/@prabowo)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengemukakan, plus dan minus terkait wacana penambahan jumlah kementerian pada pemerintahan mendatang. Jika benar terwujud, otomatis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pasti bertambah.

“Nambah kementerian itu. Satu, nambah anggaran, APBN-nya nambah,” kata Trubus melalui telepon, Jakarta, Senin (20/5/2024).

BacaJuga:

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Menangkap Pergeseran Dunia

Ia menguraikan, sisi kelebihan soal wacana penambahan jumlah kementerian dari 34 menjadi 40. Tentu menampung koalisi partai politik yang telah mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ketika Pilpres 2024.

Adapun sejumlah partai politik tersebut, di antaranya empat partai parlemen. Mulai Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat. Sementara non parlemen, Partai Gelora, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Untungnya (rencana nambah kementerian), mengakomodir partai-partai koalisi itu,” ucap Trubus.

Sementara kekurangan dari wacana penambahan kementerian tersebut, salah satunya berpotensi memperburuk praktik korupsi dan birokrasi makin carut marut.

“Tumpang tindih kebijakan, pasti. Memperbanyak perilaku korupsi pejabat minusnya, anggaran nambah,” nilai Trubus.

Uraiannya tersebut menggambarkan, bahwa lebih banyak kekurangannya ketimbang kelebihan dari wacana tersebut. Apalagi koalisi mereka bisa saja makin gemuk.

“Nambah kementerian makin gemoy,” imbuh Trubus.

Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, presiden memang boleh menambah kementerian dengan pertimbangan efektif dan efisien. Itu sebagaimana tertuang Pasal 12 ketentuan tersebut.

“Kemudian ada proposional berkelanjutan, berkesinambungan,” ucap Trubus. Paling penting, kinerja pemerintahan harus berjalan efektiv dan efisien.

Wacana penambahan kursi kementerian mencuat setelah upaya Prabowo merangkul semua elemen dalam pemerintahannya. Ssrta dibarengi dengan proses revisi UU Kementerian yang tengah berjalan di DPR. (dan)

Tags: Kabinet Prabowo-GibrankorupsiPerubahan Jumlah KementerianWacana Penambahan Jumlah Kementerian

Berita Terkait.

komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Nasional

Menangkap Pergeseran Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:06
Meutya Hafid
Nasional

Menkomdigi Soroti Ilusi Algoritma: Linimasa Bukan Gambaran Utuh Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:04
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:47
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:21

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    4987 shares
    Share 1995 Tweet 1247
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1479 shares
    Share 592 Tweet 370
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    985 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1535 shares
    Share 614 Tweet 384
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.