• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bahayanya Haid Usia Delapan Tahun, Ini Penjelasannya

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 23 April 2024 - 11:10
in Nasional
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo. (INDOPOS.CO.ID/Nelly Marinda)

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo. (INDOPOS.CO.ID/Nelly Marinda)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pendidikan seks pada anak masih dianggap kurang perlu bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Sebagian besar malah berangggapan hal yang tabu membahas seks pada anak.

Padahal urusan seks harus dikenalkan dan diajarkan sedini mungkin agar dapat mengantisipasi hal-hal fatal dikemudian hari pada generasi bangsa. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo kepada Indopos, dalam wawancara khusus, Senin (22/4/2024).

BacaJuga:

35 Pesawat Asing Dikerahkan, Kemenhub Percepat Respons Karhutla di Kalimantan

Ambulans Udara Prabowo Bukan Sekadar Terbang, Dokter Ingatkan Pasien Jangan “Nyasar” Lagi

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Orang, 1.298 Luka-Luka

“Pemahaman edukasi seks pada masyarakat kebanyakan memang urusan berhubungan badan. Padahal itu salah, urusan seks itu adalah jenis kelamin, memahami jenis kelamin laki-laki dan perempuan, cara berpakaian, kamar mandi, tempat tidur yang harus dipisahkan antara anak laki-laki dan perempuan, itu sebagai dasar pemahaman seks,” terang dokter Hasto.

Itu sebabnya edukasi seks harus dikenalkan sejak dini pada anak, supaya ketika ada kelainan atau hal yang tidak normal pada kelamin anak bisa diatasi sedini mungkin.

Hasto menggambarkan seperti atlit voli Indonesia baru-baru ini. Karena ada kelainan pada anak laki-laki bentuk penis yang tidak proporsional sehingga sejak kecil cara pipis anak tersebut tidak lurus dan selalu jongkok kala buang air kecil, maka orang tua memberikan perlakuan anak tersebut sebagai anak perempuan.

“Pas setelah usia dewasa, main voli memang terus, staminanya luar biasa, pas dicek ternyata jenis kelamin laki-laki, sekarang masuk TNI Angkatan Darat sebagai laki-laki. Sekian lama diperlakukan sebagai perempuan oleh orang tuanya. Kalau orang tuanya punya pemahaman edukasi seks yang baik, dari kecil dioperasi dikit agar pipisnya lepeng, kan anak tadi tidak akan mengalami hal itu,” urai Hasto.

Edukasi seks menurut Hasto harus disampaikan sejak anak memahami kata dan kalimat. Sehingga, orangtua pun tidak akan salah memperlakukan anak yang memang miliki kelamin yang lahir tidak seperti anak pada umumnya. Hal yang bisa diantisipasi sedini mungkin, akibat ketidaktahuan maka bisa berakibat fatal dikemudian hari.

“Seperti contoh kasus anak menstruasi di usia 8 tahun, ini sangat berbahaya, karena usia itu mengganggu pertumbuhan fisik anak, dan masih remodeling tulang (pertumbuhan kerangka). Kalau orang tua memahami bahwa usia itu belum seharusnya haid dan kedapatan ada anak yang sudah haid maka lekas dibawa ke dokter untuk diberikan pengobatan menunda haid sampai masa haid normal. Apabila dibiarkan sangat berbahaya pertumbuhan tulang berhenti dan anak cenderung tidak akan cerdas,” jelas mantan Bupati Kulon Progo tersebut.

Dia menjabarkan hormon kesuburan untuk perempuan itu memasuki usia 12 tahun ke atas, normalnya mulai menonjol payudara, tumbuhnya bulu kemaluan dan ketiak.

Sementara batasan normal usia haid pertama pada anak itu 12 tahun dan 14 tahun pun masih dalam ambang batas aman. Akan tetapi jika usia 16 tahun belum juga haid, bisa jadi anak tersebut tidak memiliki indung telur dan ini juga masuk kategori berbahaya agar segera ke dokter untuk dilakukan tindakan.

“Ini juga penting nya edukasi seks pada remaja, usia 16 tahun kok belum juga haid, bisa jadi terjadi atresia vagina (suatu kondisi di mana vagina tertutup atau tidak ada secara normal),” jelas Hasto.

Anak remaja SD-SMP seyogyanya harus memahami kenapa terjadinya menstruasi atau haid itu juga bagian edukasi seks pada remaja. Agar memahami ketika darah segar yang keluar hal itu dianggap normal, tapi apabila menghitam maka panik.

“Terjadinya menstruasi itu karena pengelupasan pada dinding rahim, sehingga setiap perempuan normal akan mengeluarkan darah dengan waktu 2-7 hari, kadang merah segar dan bisa juga kadang kehitaman. Yang tidak normal itu jika hitam dan menggumpal besar-besar,” ucap dokter Obsgyn atau dokter kandungan tersebut.

Sementara untuk laki-kali, kelainan lain yang cenderung terjadi pada kelamin laki-laki menurut dokter Hasto, harus diwaspadai jika telur hanya satu yang disebut gangguan varicocele (varikokel).

“Gangguan ini merupakan kondisi di mana pembuluh darah sekitar buah zakar (testis) membesar cuma satu, yang satu hilang, bisa jadi cancer dan dipastikan sulit punya keturunan. Semua ini edukasi seks yang harus dipahami anak dan orang tua tentunya, ketika ada yang tidak normal maka langkah dini bisa mengatasi hal fatal dikemudian hari,” pungkas Hasto. (ney)

Tags: bkkbnGenerasi BangsaHaidPendidikan Seks

Berita Terkait.

Helikopter
Nasional

35 Pesawat Asing Dikerahkan, Kemenhub Percepat Respons Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:34
Relawan
Nasional

Ambulans Udara Prabowo Bukan Sekadar Terbang, Dokter Ingatkan Pasien Jangan “Nyasar” Lagi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:41
gempa
Nasional

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Orang, 1.298 Luka-Luka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:06
ispa
Nasional

Kasus ISPA Naik, DPR RI Minta Pelindungan Kelompok Rentan Diperkuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:04
budha
Nasional

Delegasi 36 Provinsi Hadir, Permabudhi: Munas Perkuat Persatuan Umat Buddha

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:30
karhutla
Nasional

Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:02

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.