• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Warga Jakbar Diminta Tidak Timbun Sembako dari Kegiatan Pasar Murah

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 28 Februari 2024 - 04:04
in Megapolitan
jakbar

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau kegiatan pasar sembako murah di wilayah Jakarta Barat, Senin (26/2/2024). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid meminta masyarakat tidak menimbun sembako dari kegiatan pasar murah yang digelar di wilayah tersebut.

Penimbunan sembako dari pasar murah, kata Iqbal, dapat menyebabkan keberadaan bahan pangan semakin langka.

BacaJuga:

Memasuki Musim Kemarau, Hujan Masih Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Soroti FH UI, Kemendiktisaintek Tak Toleransi Segala Bentuk Kekerasan di Lingkungan Kampus

Usai Tangkap Lima Orang, Polisi Buru 4 Pelaku Begal Petugas Damkar

“Artinya pemerintah provinsi menjamin ketersediaan beras untuk kebutuhan kita sampai dengan nanti bulan Ramadhan. Jadi kalau misalnya kita banyak yang nimbun artinya nanti beras makin langka,” kata Iqbal di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/2/2024).

Karena itu, dia meminta masyarakat untuk membeli bahan pangan sesuai kebutuhan. Pihaknya pun telah melakukan pembatasan kuota pembelian terhadap masing-masing orang pada kegiatan pasar murah.

“Artinya beli sesuai dengan kebutuhan. Makanya kita batasi satu orang, pembeliannya satu karung atau lima kilogram (beras),” kata Iqbal.

Pembatasan kuota pembelian sembako perorangan tersebut, kata Iqbal, dilakukan untuk mencegah adanya kecenderungan ketakutan akan kelangkaan pangan dalam masyarakat.

“Jadi terkait dengan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ini sebenarnya siapa pun boleh beli. Jadi silahkan dimanfaatkan. Namun, warga diharapkan tidak fomo, artinya takut beras enggak ada jadi akhirnya menimbun,” ujar dia.

Di wilayah Jakarta Barat, sembako murah dilakukan di delapan kecamatan mulai 26 Februari 2024 sampai dengan 7 Maret 2024.

Pada tanggal 27-28 Februari 2024, pasar murah diadakan di Kecamatan Kembangan dan Cengkareng.

“Hari pertama (26/2) itu terjual tiga ton beras SPHP di dua kecamatan, Bulog premium 500 kilogram, gula 48 kilogram, minyak goreng 900 militer, 120 bungkus. Semuanya habis terjual, kecuali gula sisa 18 kilogram di Cengkareng,” kata Iqbal.

Pada hari kedua, bahan pangan ditambah sesuai kehadiran masyarakat. “Terjual habis 4,5 ton beras SPHP di dua kecamatan, Bulog premium 500 kilogram, gula 48 kilogram (bungkus), minyak goreng 900 militer itu 120 bungkus,” kata Iqbal.

Iqbal juga menambahkan bahwa kegiatan pasar murah tersebut merupakan program Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI, bersama dengan Bulog, utamanya untuk menyalurkan beras SPHP.

“Jadi kan kalau kemarin kan isu yang berkembang itu adalah kelangkaan beras sehingga harga beras meningkat,” katanya.

“Nah dalam langkah menstabilkan itu ya kita turunkan beras murah untuk membantu masyarakat menghadapi kelangkaan dan untuk menstabilisasi harga yang ada di pasaran,” kata Iqbal. (dam)

Tags: Pasar MurahsembakoWarga Jakbar

Berita Terkait.

Memasuki Musim Kemarau, Hujan Masih Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini
Megapolitan

Memasuki Musim Kemarau, Hujan Masih Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Rabu, 15 April 2026 - 08:23
Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Megapolitan

Soroti FH UI, Kemendiktisaintek Tak Toleransi Segala Bentuk Kekerasan di Lingkungan Kampus

Rabu, 15 April 2026 - 02:21
Usai Tangkap Lima Orang, Polisi Buru 4 Pelaku Begal Petugas Damkar
Megapolitan

Usai Tangkap Lima Orang, Polisi Buru 4 Pelaku Begal Petugas Damkar

Selasa, 14 April 2026 - 23:31
Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit
Megapolitan

Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit

Selasa, 14 April 2026 - 22:15
JPPI: Kasus FH UI Jadi Sinyal Gagalnya Kampus Aman
Megapolitan

JPPI: Kasus FH UI Jadi Sinyal Gagalnya Kampus Aman

Selasa, 14 April 2026 - 20:35
Diduga Langgar HAM Batasi Penggunaan Hijab Karyawan, Anggota Komisi XIII Sambangi RS Siloam TB Simatupang
Megapolitan

Diduga Langgar HAM Batasi Penggunaan Hijab Karyawan, Anggota Komisi XIII Sambangi RS Siloam TB Simatupang

Selasa, 14 April 2026 - 20:01

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2512 shares
    Share 1005 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.