• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

AS Tuding Rusia Terus Abaikan Pengendalian Senjata Nuklir

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 8 November 2023 - 18:30
in Internasional
Ilustrasi - Perang dengan persenjataan nuklir. ANTARA/Shutterstock/pri. (ANTARA/Shutterstock)

Ilustrasi - Perang dengan persenjataan nuklir. ANTARA/Shutterstock/pri. (ANTARA/Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penasihat keamanan nasional Gedung Putih pada Selasa (7/11) mengkritik Rusia atas penarikan resminya dari perjanjian besar yang membatasi penempatan senjata militer di Eropa.

“Sementara penarikan diri Rusia dari perjanjian CFE semakin menunjukkan ketidakpedulian Moskow terhadap pengendalian senjata, Amerika Serikat, Sekutu NATO kami, dan mitra kami yang bertanggung jawab tetap berkomitmen terhadap pengendalian senjata konvensional yang efektif sebagai elemen penting dari keamanan Euro-Atlantik,” kata Jake Sullivan dalam sebuah pernyataan.

BacaJuga:

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Komnas Haji: Keselamatan Jemaah Umrah Diutamakan

Dorong Kelancaran Arus Perdagangan Dunia, Indonesia Hadiri Forum BRICS 2026 di India

Di Forum Parlemen Dunia, BKSAP DPR Serukan Pemberdayaan Generasi Muda

Pernyataan tersebut muncul setelah Moskow menarik diri dari Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional di Eropa (Perjanjian CFE) dan menuduh NATO dan “kliennya” menunjukkan “ketidakmampuan untuk bernegosiasi,” sehingga “tidak mungkin” membuat perjanjian apa pun dengan mereka.

Kombinasi penarikan diri Rusia dari Perjanjian CFE serta berlanjutnya perang agresi besar-besaran terhadap Ukraina – salah satu negara pihak CFE – telah secara mendasar mengubah keadaan yang penting bagi persetujuan negara-negara pihak CFE untuk terikat pada perjanjian tersebut, dan secara radikal mengubah kewajiban yang berlaku berdasarkan perjanjian tersebut.

“Mengingat perubahan mendasar dalam situasi ini, Amerika Serikat akan menangguhkan pelaksanaan seluruh kewajiban Perjanjian CFE antara Amerika Serikat dengan negara lainnya, yang berlaku efektif per tanggal 7 Desember, sesuai dengan hak-hak kami berdasarkan hukum internasional,” kata Sullivan.

Dia mengatakan bahwa keputusan tersebut diikuti dengan konsultasi dan koordinasi yang erat dengan sekutu NATO.

“Seperti yang tercermin dalam pernyataan yang dikeluarkan di markas besar NATO, Sekutu NATO kami secara bulat sepakat bahwa situasi di mana Amerika Serikat dan Sekutu NATO kami terus dibatasi secara militer oleh Perjanjian CFE, sementara Rusia tidak, padahal angkatan bersenjatanya terbesar di Eropa serta terus secara aktif melakukan perang agresi terhadap Ukraina dengan menggunakan kekuatan yang ingin dibatasi oleh perjanjian, merupakan hal yang tidak dapat diterima,” katanya.

Penangguhan kewajiban CFE akan memperkuat kapasitas pencegahan dan pertahanan NATO dengan menghapus pembatasan yang mempengaruhi perencanaan, penempatan dan latihan, kata Sullivan.

“Kami akan terus melakukan langkah-langkah yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan di Eropa dengan mengurangi risiko, mencegah kesalahan persepsi, menghindari konflik, dan membangun kepercayaan,” tambahnya.

CFE adalah perjanjian pengendalian senjata penting pasca-Perang Dingin yang ditandatangani pada 19 November 1990 di Paris, antara NATO dan Pakta Warsawa.

Perjanjian tersebut memberlakukan batasan pada lima kategori utama peralatan militer konvensional di Eropa — tank, kendaraan lapis baja, artileri, helikopter dan pesawat tempur — dan mengamanatkan penghancuran senjata berlebih.

Pada tahun 1999, perjanjian CFE terbaru dirancang dan disetujui di Istanbul, Turki, dengan mempertimbangkan realitas baru seperti pembubaran Pakta Warsawa dan perluasan NATO.

Karena negara-negara NATO tidak meratifikasi perjanjian tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin menangguhkan partisipasi Rusia dalam perjanjian tersebut pada 2007.

Pada bulan Mei, Putin menandatangani dekrit yang mengakhiri CFE, setelah hampir dua pekan anggota parlemen Rusia menyetujui penarikan Moskow dari perjanjian tersebut. (bro)

Tags: Amerika SerikatASRusiasenjata nuklir

Berita Terkait.

haji
Internasional

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Komnas Haji: Keselamatan Jemaah Umrah Diutamakan

Senin, 21 September 2026 - 20:02
Kasus Suap HGB Bergulir di KPK, Nusron Pastikan Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan
Internasional

Dorong Kelancaran Arus Perdagangan Dunia, Indonesia Hadiri Forum BRICS 2026 di India

Jumat, 18 September 2026 - 14:07
rio
Internasional

Di Forum Parlemen Dunia, BKSAP DPR Serukan Pemberdayaan Generasi Muda

Selasa, 15 September 2026 - 21:35
Ketua DPD RI Dorong Koridor Ekonomi Sumatera Terintegrasi
Internasional

Tiba di New Delhi, Prabowo Siap Hadiri KTT ke-18 BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 11:21
Ada Kejutan di Bagasi Citilink, Penumpang Bisa Dapat Tas hingga Tiket Gratis
Internasional

Diplomasi Prabowo Makin Agresif, Indonesia Disebut Kian Diperhitungkan

Jumat, 4 September 2026 - 20:05
Berseteru dengan Menhan Hegseth, Pentinggi Angkatan Darat AS Mundur
Internasional

Berseteru dengan Menhan Hegseth, Pentinggi Angkatan Darat AS Mundur

Selasa, 1 September 2026 - 11:17

OLAHRAGA

ole
Olahraga

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Senin, 21 September 2026 - 20:12

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dan penjaga gawang Maarten Paes sudah berada di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Kehadiran...

SelengkapnyaDetails
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5538 shares
    Share 2215 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.