INDOPOSCO.ID – Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) melaksanakan pertemuan ilmiah tahunan (PIT) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Jakarta.
Ketua Panita PIT dan Mukernas XIII PDUI Widya Murni mengungkapkan, sedikitnya 1.000 dokter dari seluruh Indonesia menjadi peserta. Kegiatan tahun ini menitikberatkan materi-materi kebutuhan dokter umum.
“Dari kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk berpraktek di fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) tingkat pertama,” ujar Widya Murni di Jakarta, Minggu (22/10/2023).
Di tempat yang sama, Presidium Pengurus Pusat (PP) PDUI Imelda Datau menuturkan, pelaksanaan Mukernas dihadiri 34 Ketua PDUI Cabang dari seluruh Indonesia. Dalam kegiatan tersebut dibahas terkait Draf Rekomendasi Program Kerja. “Ini menjadi amanah Kongres Nasional IV PDUI,” katanya.
Kegiatan Mukernas juga, menurut dia, untuk mempersiapkan rekomendasi kegiatan RAKERNAS III IDI di Kendari. Yang dititikberatkan pada pengembangan teknologi digital. “Di forum Mukernas kami mengusulkan 2 rekomendasi eksternal yaitu pertama mendorong semua pemangku kepentingan agar Pemilu 2024 terlaksana secara Langsung, Umum, Bebas, Jujur dan Adil (Luber Jurdil),” katanya.
“Yang kedua mengutuk keras perlakuan zionis Israel tehadap bangsa dan negara Palestina, dan meminta pemerintah Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina dan Tenaga Dokter serta Tenaga Kesehatan Indonesia di Gaza,” imbuhnya.
Hal yang sama diungkapkan Alwia Assegaf selaku Presidium PP PDUI. Dia mengatakan, peserta PIT dan Mukernas diikuti antusias oleh peserta. Sebab, banyak mengakomodir kebutuhan dokter umum saat praktik.
“Misalnya “how to be a good doctor”, kalau lihat sepintas ini merupakan materi sederhana tetapi memiliki dampak yang luar biasa bagi teman-teman sejawat di dunia kerja,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Presidium PP PDUI Nurhadji Abdulah Kastari mengatakan, perlu adanya kolaborasi yang baik antara PDUI dan Lemhannas RI. Untuk meningkatkan derajat kesehatan dan ketahanan nasional di bidang kesehatan. “Jumlah dokter umum saat ini sebanyak 190 ribu orang dari total 240 ribu. Artinya PDUI menjadi pilar utama dalam rumah besar dokter Indonesia,” ujarnya.
Saat membuka PIT dan Mukernas XIII PDUI Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksda Maman Firmansyah mengatakan, bahwa masyarakat Indonesia bisa maju, salah satunya harus sehat. Dan, menurut dia, dokter menjadi garda terdepan di bidang kesehatan. “Inilah tantangan ke depan yang betul-betul harus dilakukan. Dokter umum adalah ujung tombak dari semuanya,” katanya.
Ia menuturkan, perkembangan teknologi turut mendisrupsi ancaman baru bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, pelaksanaan transformasi kesehatan perlu dilakukan dan menjadi tanggungjawab bersama.
“Peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan harus dilaksanakan secara adil di seluruh pelosok negeri. Keberhasilan transformasi kesehatan dan peningkatan layanan kesehatan (Yankes) bergantung pada peran tenaga kesehatan (Nakes) yang kompeten, terutama dokter umum,” ungkapnya. (nas)









