• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Waspada, Anak Usia di Bawah 8 Tahun Rentan Gangguan Penglihatan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 15 Oktober 2023 - 04:25
in Gaya Hidup
Mata-Juling

Mata juling. Foto : Shutterstock/Julia Kuznetsova

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anak berusia nol sampai delapan tahun rentan terkena gangguan penglihatan seperti mata juling atau mata malam, karena usia di bawah delapan tahun merupakan waktu kritis bagi perkembangan mata anak.

“Fase kritis itu nol hingga delapan tahun, di mana tiga tahun pertama itu adalah fase yang paling kritis. Ketika anak-anak tersebut ada gangguan penglihatan di fase itu, kemudian tidak ditangani dengan baik maka akan mengalami mata malas,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Anak dan Strabismus Indonesia (INAPOSS) DR. dr. Feti Karfiati Memed, SpM(K), MKes dalam sebuah sesi media yang digelar di Jakarta, Sabtu (14/10/2023).

BacaJuga:

“Climax” Tutup Episode dengan Rating Tertinggi, Ju Ji Hoon–Ha Ji Won Sukses Pikat Penonton

T.O.P Comeback Penuh Gaya di Sampul WWD Korea, Tampilkan Sisi Artistik yang Lebih Dalam

Jung Yu Mi, Park Seo Joon, dan Choi Woo Shik Seru-seruan Naik Kereta di Teaser “Unplanned Trip”

Ambliopia atau mata malas adalah suatu kondisi dimana penglihatan anak tidak jelas atau kurang fokus karena adanya gangguan pada perkembangan fungsi penglihatan pada masa pertumbuhan anak.

Feti menuturkan usia nol hingga tiga tahun adalah fase kritis pertumbuhan terutama untuk penglihatan anak, oleh sebab jika mata malas pada anak tidak segera ditangani dengan tepat maka akan menimbulkan gejala yang semakin parah hingga anak mengalami gangguan penglihatan.

Sayangnya tidak semua orang tua memperhatikan kondisi mata anak yang sudah terkena gangguan, seperti besarnya ukuran plus, minum ataupun silindris yang dialami anak, sehingga hal ini memicu terjadinya mata malas dan mata juling pada anak di kemudian hari. Masalahnya kondisi ini tidak memiliki gejala yang terlihat dan biasanya anak tidak akan menceritakan kondisi matanya.

“Penyebab mata juling itu karena adanya kekeruhan pada media, jadi media refraksinya ada keruh dan kalau tidak segera ditangani walaupun dia operasi, pasti tidak akan maksimal hasilnya,” kata dia.

Padahal, bila anak segera mendapatkan penanganan yang tepat, dokter dapat memberikan terapi yaitu dengan menutup satu mata yang dinilai tidak bekerja maksimal, atau menyarankan pemakaian kacamata supaya perlahan juling dapat disembuhkan.

“Jadi mata malas terapinya harus pada masa anak-anak. Ketika tumbuh, kalau telat, itu tidak bisa. Mata malas bisa menyebabkan juling dan juling bisa menyebabkan mata malas. Ini yang perlu diperhatikan,” kata dia dikutip Antara.

Sementara itu, Dokter Spesialis Mata Konsultan Strabismus JEC Eyes Hospitals and Clinic Gusti G. Suardana, SpM(K) menyatakan, semakin cepat skrining mata pada anak dilakukan ketika kecil, tata laksana medis dapat segera dijalankan.

Oleh sebab itulah, Gusti mengimbau orang tua untuk tetap memeriksakan anak-anaknya meski tidak menunjukkan adanya keluhan apapun, sehingga ahli medis dapat melihat lebih jelas kalau ada gejala-gejala yang menyimpang.

“Orang yang matanya lurus-lurus saja, bukan berarti matanya normal, bisa jadi ada mata malas. Oleh karena itu, khususnya pada anak, skrining menjadi penting,” katanya. (mg2)

Tags: kesehatanmatasakit

Berita Terkait.

T.O.P Comeback Penuh Gaya di Sampul WWD Korea, Tampilkan Sisi Artistik yang Lebih Dalam
Gaya Hidup

“Climax” Tutup Episode dengan Rating Tertinggi, Ju Ji Hoon–Ha Ji Won Sukses Pikat Penonton

Kamis, 16 April 2026 - 20:06
T.O.P Comeback Penuh Gaya di Sampul WWD Korea, Tampilkan Sisi Artistik yang Lebih Dalam
Gaya Hidup

T.O.P Comeback Penuh Gaya di Sampul WWD Korea, Tampilkan Sisi Artistik yang Lebih Dalam

Kamis, 16 April 2026 - 19:05
T.O.P Comeback Penuh Gaya di Sampul WWD Korea, Tampilkan Sisi Artistik yang Lebih Dalam
Gaya Hidup

Jung Yu Mi, Park Seo Joon, dan Choi Woo Shik Seru-seruan Naik Kereta di Teaser “Unplanned Trip”

Kamis, 16 April 2026 - 17:42
Wisuda
Gaya Hidup

Krisis Resiliensi Generasi Ancam Masa Depan Bangsa, Pendidikan Harus Berbenah

Kamis, 16 April 2026 - 13:02
Plastik
Gaya Hidup

Ketergantungan Plastik Berbasis Minyak Picu Risiko Ekonomi Biaya Tinggi

Kamis, 16 April 2026 - 09:38
Anggun
Gaya Hidup

Di Balik Layar Para Perasuk, Anggun C Sasmi dan Maudy Ayunda Cerita Soal Perawatan Rambut

Kamis, 16 April 2026 - 04:08

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2523 shares
    Share 1009 Tweet 631
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.