• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Edukasi PIP di NTT soal Literasi Keuangan dan Modus TPPO

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 27 Juli 2023 - 12:49
in Headline
Stop-TPPO

Ilustrasi - Kampanye "Stop TPPO" untuk menolak perdagangan orang. Foto: Antara/Kornelis Kaha/aa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan edukasi bagi para Penyuluh Informasi Publik (PIP) untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tema literasi keuangan dan modus-modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) agar nantinya bisa memberikan informasi yang benar kepada masyarakat yang dilayani di wilayah pelosok.

“Kali ini diangkat program lainnya yang sama penting untuk diketahui dan dipahami dengan baik oleh masyarakat di wilayah yang menjadi target penyuluhan. Pertama mengenai literasi keuangan dan bagaimana masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya memahami bentuk-bentuk investasi atau pinjaman yang produktif,” ujar Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Kamis (27/7)

BacaJuga:

Daftar 7 Wilayah di Sulut dan Malut yang Terdampak Kerusakan Akibat Gempa

Strategi Dual Growth PHE Jadi Kunci Hadapi Tantangan Energi Global

IRGC Sebut Telah Jatuhkan Jet F-35 AS untuk Kedua Kalinya

Pemberian edukasi mengenai literasi keuangan dan modus-modus TPPO itu telah berlangsung pada Rabu (26/7) di Kupang, NTT dengan harapan topik-topik itu dapat mencerahkan masyarakat.

Adapun topik literasi keuangan sengaja diberikan kepada para PIP mengingat beberapa waktu terakhir kasus investasi bodong semakin marak terjadi dan mengincar masyarakat di pelosok-pelosok.

Apabila PIP yang menjadi agen penyebar informasi penting untuk masyarakat di wilayah pelosok tidak memberikan informasi tersebut, maka besar kemungkinan masyarakat bisa jatuh dalam jeratan penipuan.

Oleh karena itu, Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik sengaja mengangkat tema literasi keuangan dengan harapan masyarakat bisa tercerahan dengan informasi baru mengenai cara mengelola keuangan dengan lebih baik serta menaruh investasi hanya pada pihak yang berizin.

“Masyarakat perlu dibekali dengan wawasan tersebut agar dapat terhindar dari jerat investasi bodong yang meresahkan,” kata Usman, dikutip dari Antara, Kamis (27/7/2023).

Selanjutnya, topik kedua yang diangkat dalam edukasi bagi para PIP di NTT itu ialah terkait modus-modus TPPO.

Modus-modus TPPO harus dikenali masyarakat di pelosok karena baru-baru ini terpantau telah ada eskalasi kasus perdagangan orang yang mengincar masayrakat di daerah pelosok khususnya kelompok rentan yaitu anak-anak dan perempuan.

“Berdasarkan angka yang dirilis oleh KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) menunjukkan jumlah laporan TPPO sejak 2017 hingga Oktober 2022, korbannya adalah anak-anak sebesar 50,97 persen dan perempuan sebesar 46,14 persen, baru sisanya adalah laki-laki,” ujar Usman.

Terutama dalam beberapa waktu terakhir TPPO makin marak terjadi di regional ASEAN dengan mengiming-imingi korbannya mendapatkan pendapatan besar.

Maka dari itu, Kemenkominfo menilai diperlukan wawasan tambahan bagi PIP mengenai modus-modus TPPO sehingga masyarakat di wilayah dengan kesulitan akses internet bisa mengenali dengan benar bentuk dan praktik perdagangan manusia itu.

“Melalui bimtek ini, dengan meningkatnya literasi masyarakat terkait harapannya kita dapat menekan angka korban TPPO dan korban penipuan investasi ilegal,” tutup Usman.(mg1)

Tags: KemenkominfoLiterasi Keuangannttpenyuluh informasi publiktindak pidana perdagangan orangTPPOusman kansong

Berita Terkait.

IRGC Sebut Telah Jatuhkan Jet F-35 AS untuk Kedua Kalinya
Headline

Daftar 7 Wilayah di Sulut dan Malut yang Terdampak Kerusakan Akibat Gempa

Jumat, 3 April 2026 - 16:35
phe
Headline

Strategi Dual Growth PHE Jadi Kunci Hadapi Tantangan Energi Global

Jumat, 3 April 2026 - 16:06
jet
Headline

IRGC Sebut Telah Jatuhkan Jet F-35 AS untuk Kedua Kalinya

Jumat, 3 April 2026 - 15:52
bowo
Headline

Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

Jumat, 3 April 2026 - 11:22
mbg
Headline

Pesan Penting Pengamat di Tengah Kebijakan Efisiensi Nasional

Jumat, 3 April 2026 - 10:38
pratikno
Headline

Prioritaskan Penyelamatan Korban Pemerintah Tangani Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara

Jumat, 3 April 2026 - 09:09

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.