• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Rusia Juga Punya Bom Klaster, Ini yang Disampaikan Putin untuk Ukraina

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 17 Juli 2023 - 02:41
in Internasional
Wadah bom klaster yang kosong terlihat menancap di tanah di tengah serangan Rusia ke Ukraina di pinggiran Kharkiv, Ukraina, 10 Juni 2022. Foto : Antara/Reuters/Ivan Alvarado/as

Wadah bom klaster yang kosong terlihat menancap di tanah di tengah serangan Rusia ke Ukraina di pinggiran Kharkiv, Ukraina, 10 Juni 2022. Foto : Antara/Reuters/Ivan Alvarado/as

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia memiliki stok bom klaster yang cukup dan berhak menggunakannya jika amunisi itu dipakai untuk melawan pasukannya di Ukraina.

Namun, dia menilai penggunaan bom klaster sebagai kejahatan.

BacaJuga:

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit

Trump Klaim Bakal Angkut Uranium Iran, Teheran Beri Jawaban Menohok

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

Ukraina pada Kamis mengatakan telah menerima bom klaster dari Amerika Serikat, yang berdalih bahwa amunisi itu diperlukan untuk mengatasi kekurangan peluru yang dialami Ukraina saat melakukan serangan balasan.

Bom klaster adalah amunisi yang berisi banyak bom kecil dan ledakannya bisa mengenai area yang luas. Jika gagal meledak, bom tersebut akan menjadi bahaya selama puluhan tahun, terutama bagi anak-anak. Bom klaster dilarang penggunaannya di lebih dari 100 negara.

Ukraina pernah mengatakan bahwa mereka akan menggunakan bom klaster untuk mengusir pasukan musuh guna merebut kembali wilayah mereka sendiri, tetapi tidak akan menggunakannya di wilayah Rusia.

Dalam siaran TV negara, Putin mengatakan bahwa Moskow akan merespons dengan cara yang sama jika diperlukan.

“Saya ingin tegaskan bahwa di Federasi Rusia ada stok yang cukup dari berbagai jenis bom klaster. Kami belum memakainya. Namun, jika bom seperti itu digunakan untuk melawan kami, tentu kami punya hak untuk membalasnya,” katanya.

Putin mengatakan Rusia sejauh ini belum perlu menggunakannya sendiri meski pernah menghadapi kekurangan amunisi di masa lalu.

Menurut organisasi pengawas hak asasi manusia Human Rights Watch, Rusia dan Ukraina sama-sama telah menggunakan bom klaster.

Rusia, Ukraina, dan AS tidak menandatangani Konvensi tentang Bom Klaster, yang melarang produksi, penyimpanan, penggunaan, dan pengalihan amunisi tersebut.

Putin juga mengatakan tidak salah jika para ahli Rusia memeriksa senjata dan rudal Barat yang berhasil direbut, seperti rudal Storm Shadow yang diberikan Inggris kepada Ukraina seperti dilansir Reuters via Antara.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui apakah Rusia dapat memanfaatkan senjata tersebut untuk kepentingannya sendiri. (aro)

Tags: Bom KlasterperangRusiaukrainaVladimir Putin

Berita Terkait.

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit
Internasional

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit

Minggu, 19 April 2026 - 00:35
nuklir
Internasional

Trump Klaim Bakal Angkut Uranium Iran, Teheran Beri Jawaban Menohok

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27
ABK
Internasional

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

Jumat, 17 April 2026 - 18:01
Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI
Internasional

Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI

Jumat, 17 April 2026 - 13:03
Nuklir
Internasional

Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS Jika Blokade Selat Hormuz Berlanjut

Kamis, 16 April 2026 - 12:01
Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran
Internasional

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran

Rabu, 15 April 2026 - 12:36

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.