• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Terkait Serangan Balasan Ukraina, Pentagon Nyatakan Ini

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 9 Juli 2023 - 07:27
in Internasional
gedung-Pentagon

Pemandangan udara gedung Pentagon (Departemen Pertahanan AS) di Washington, Amerika Serikat, 15 Juni 2005. Foto : Antara/Reuters

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Serangan balasan Ukraina melawan pasukan Rusia berjalan lebih lambat dari yang diharapkan tetapi masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan mengenai peluang Kiev dalam meraih kemenangan dalam pertempuran. Demikian dikatakan pejabat senior Pentagon pada Jumat (7/7/2023).

Amerika Serikat dan negara-negara sekutu lain telah menghabiskan waktu berbulan-bulan membangun persenjataan yang disebut “tumpukan baja” bagi Ukraina, serta melatih pasukan Ukraina dalam teknik persenjataan gabungan untuk membantu Kiev menusuk pertahanan kokoh Rusia selama melakukan serangan balasan.

BacaJuga:

Usai Xi Jinping Temui Trump, Kini Giliran Putin Bertolak ke China

Pimpinan DPR Desak Kemlu Jamin Keselamatan 5 WNI yang Diculik Tentara Israel

DPR Desak Pemerintah Segera Ambil Langkah Diplomatik Bebaskan Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel

Namun, Rusia telah menghabiskan waktu berbulan-bulan pula untuk memperkuat garis pertahanan, mengelilinginya dengan ranjau darat dan membentenginya dengan persenjataan berat yang membuat kemajuan Ukraina di timur dan selatan menjadi lambat dan memakan banyak korban.

Colin Kahl, penasihat kebijakan utama Pentagon, mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia lebih berhasil dalam memperkuat pertahanan mereka “daripada perkiraan yang telah diapresiasi sepenuhnya”.

Dia menyatakan keyakinannya bahwa Kiev sedang melakukan yang terbaik dalam pertarungan yang sulit ini.

“Terlalu dini untuk menilai bagaimana serangan balasan berjalan karena kami sedang berada di tengah-tengah,” kata Kahl di Pentagon, sebutan bagi Departemen Pertahanan AS.

“Mereka masih menjajaki garis pertahanan Rusia (dan) titik lemah di area Rusia. Dan ujian sesungguhnya adalah kapan mereka dapat menemukan itu, serta seberapa cepat mereka dapat memanfaatkan titik-titik lemah itu,” katanya, menambahkan.

Pernyataan Kahl datang saat dia mengumumkan pasokan amunisi kluster atau bom tandan yang diharapkan Pentagon dapat memastikan Ukraina memiliki kekuatan persenjataan yang memadai.

“Kami ingin memastikan bahwa Ukraina memiliki artileri yang cukup untuk menjaga mereka dalam pertempuran dalam konteks serangan balasan saat ini, serta karena segalanya berjalan sedikit lebih lambat dari yang diharapkan,” ujarnya dilansir Reuters melalui Antara.

Beberapa pejabat AS, berbicara secara anomim, menyatakan optimismenya bahwa Kiev telah memiliki semua persenjataan yang dibutuhkan, termasuk alat penyapu jalur ranjau dan pembajak ranjau.

Ukraina juga memiliki kesempatan unik menyusul pemberontakan gagal bulan lalu yang dilakukan pemimpin tentara bayaran Rusia Yevgeny Prigozhin, yang dinilai pejabat AS mengungkap dampak merusak dari perang Presiden Vladimir Putin di Ukraina. (aro)

Tags: ASRusiaukraina

Berita Terkait.

Putin
Internasional

Usai Xi Jinping Temui Trump, Kini Giliran Putin Bertolak ke China

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:13
Saan
Internasional

Pimpinan DPR Desak Kemlu Jamin Keselamatan 5 WNI yang Diculik Tentara Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01
DPR Desak Pemerintah Segera Ambil Langkah Diplomatik Bebaskan Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel
Internasional

DPR Desak Pemerintah Segera Ambil Langkah Diplomatik Bebaskan Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:10
Rupiah Terus Melemah, Harga Mi Instan hingga Tahu-Tempe Terancam Naik
Internasional

WNI Diculik Israel, Kemlu Siapkan Dokumen Darurat dan Bantuan Medis

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:15
DPR Tegaskan Sistem Self Assessment Jadi Benteng Perlindungan Wajib Pajak
Internasional

Menkomdigi Kecam Israel Cegat Kapal Kemanusiaan Global yang Angkut Jurnalis Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:11
Jelang Puncak Haji, Timwas DPR Ingatkan Jemaah Tak Buru-Buru Turun Bus Menuju Armuzna
Internasional

Jelang Puncak Haji, Timwas DPR Ingatkan Jemaah Tak Buru-Buru Turun Bus Menuju Armuzna

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:01

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2796 shares
    Share 1118 Tweet 699
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1087 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    825 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.