• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Jerman Tolak Pasok Rudal Jelajah Jarak Jauh ke Ukraina

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 3 Juli 2023 - 16:23
in Internasional
Jerman menolak untuk memasok rudal jelajah jarak jauh ke Ukraina. Foto: rt.com

Jerman menolak untuk memasok rudal jelajah jarak jauh ke Ukraina. Foto: rt.com

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Berlin enggan memberikan amunisi jarak jauh ke Kyiv, Ukraina karena khawatir akan kemungkinan eskalasi jika Ukraina memutuskan menggunakannya untuk menyerang wilayah Rusia.

“Kami dengan hati-hati memeriksa semua permintaan yang kami terima dari Ukraina. Tetapi bagi kami ada prinsip yang kami bagikan dengan presiden AS (Joe Biden). Kami tidak ingin senjata yang kami suplai digunakan untuk menyerang wilayah Rusia,” kata Scholz seperti dilansir rt.com, Senin (3/7/2023).

BacaJuga:

Timur Tengah Memanas, AS dan Iran Saling Serang 2 Malam Berturut-turut

Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Minta AS Setop Serangan Udara

Sikap Arogan Trump: Klaim Iran Minta Damai Setelah Dihantam Serangan AS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diketahui pada pertemuan mereka di Berlin pada bulan Mei bahwa Kyiv sangat menginginkan rudal Taurus KEPD 350 Swedia-Jerman. Amunisi diluncurkan dari udara dipersenjatai dengan hulu ledak 500kg dan dapat menempuh jarak hingga 500 km.

Selama konflik, Ukraina menuntut sistem senjata yang semakin canggih dari para pendukung Baratnya. Kyiv telah mengintensifkan seruan kepada NATO untuk memasoknya dengan jet tempur, khususnya F-16 buatan AS dalam beberapa bulan terakhir.

Berlin telah berulang kali menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat mempertaruhkan eskalasi dengan Moskow dengan mengirimkan jenis senjata baru ke Kyiv sendirian, tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan mitra NATO lainnya.

Jerman selama berbulan-bulan menolak seruan untuk melepaskan Macan Tutul, sampai Washington berjanji akan mengirim beberapa tank Abrams juga, sekitar akhir tahun ini. Pada bulan Juni, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengesampingkan gagasan pengiriman rudal Taurus di masa mendatang.

Sejauh ini hanya Inggris yang memasok rudal jarak jauh ke Kyiv yaitu Storm Shadow, yang memiliki jangkauan lebih dari 250 km, telah digunakan oleh Kiev untuk menyerang fasilitas sipil di kota Lugansk Rusia dan di tempat lain jauh di luar garis depan di Donbass, menurut militer Rusia.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengikutinya dengan janji negaranya juga akan memberi Kyiv varian Storm Shadow, yang disebut SCALP-EGs, meskipun masih belum diketahui kapan rudal itu akan dikirimkan.

Washington belum menyetujui pasokan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) jarak jauhnya. Diproduksi oleh Lockheed Martin, MGM-140 ATACMS adalah rudal balistik taktis dengan jangkauan hingga 300 km. Rudal dapat ditembakkan dari platform M270 MLRS atau M142 HIMARS, yang keduanya telah diberikan AS ke Ukraina. (dam)

Tags: JermanRudal Jarak JauhRudal Taurusukraina

Berita Terkait.

Rudal
Internasional

Timur Tengah Memanas, AS dan Iran Saling Serang 2 Malam Berturut-turut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:16
Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Minta AS Setop Serangan Udara
Internasional

Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Minta AS Setop Serangan Udara

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28
ANTAM Cetak Rekor Pendapatan Rp84,64 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Dividen 70 Persen
Internasional

Sikap Arogan Trump: Klaim Iran Minta Damai Setelah Dihantam Serangan AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:33
Isfhan
Internasional

DPR Jajaki Kerja Sama dengan Belarusia, dari Susu Halal hingga Teknologi Pengelolaan Sampah

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:49
sayid
Internasional

Menlu Iran Desak AS Angkat Kaki dari Selat Hormuz: Jika Ingin Aman Pergilah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:02
trump
Internasional

Berulah Lagi, Trump Serang Iran Usai Helikopter Apache Ditembak Jatuh

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1217 shares
    Share 487 Tweet 304
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1456 shares
    Share 582 Tweet 364
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.