• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Junta Myanmar Bangun Permukiman, Respon Pengungsi Rohingya Seperti Ini

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 14 Mei 2023 - 03:03
in Internasional
junta

Imigran Rohingnya dan Bangladesh Imigran etnis Rohingya mandi di lokasi penampungan sementara, Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara, Minggu (17/5). Foto : Antara/Irsan Mulyadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengungsi Rohingya menolak keras infrastruktur permukiman konstruksi ringan yang dibangun junta Myanmar untuk pengungsi yang dipulangkan kembali dari Bangladesh. Mereka menyebutnya hanya sebagai relokasi dari satu kamp pengungsi ke kamp pengungsi lainnya.

Warga Rohingya juga menuntut hak-hak dasarnya dipenuhi sebelum repatriasi mereka ke Negara Bagian Rakhine di Myanmar.

BacaJuga:

Gempa Magnitudo 7,4 Hantam Kolombia: 132 Tewas, 570 Lainnya Terluka

Bahas Arah Kebijakan Kepabeanan Dunia, Indonesia Hadiri Pertemuan Tinggi Tahunan WCO di Belgia

Perkuat Kemitraan, Menlu Kanada Hadiri Perayaan Hari ASEAN ke-59 di KBRI Ottawa

“Kami memang pengungsi di Bangladesh, tapi kami tak bisa menjadi pengungsi di negara kami sendiri di mana kami punya aset, properti tanah, dan leluhur,” kata seorang pengungsi Rohingya bernama Mohammad Ali kepada Anadolu.

Ali yang saat ini tinggal di tempat penampungan pengungsi di Pulau Bhasan Char di Teluk Benggala, menambahkan bahwa sampai tiga tuntutan dasar dipenuhi, tak ada anggota komunitasnya yang boleh pulang.

“Hak kewarganegaraan kami harus dipulihkan, aset-aset kami, termasuk tanah yang direbut junta militer Burma (Myanmar), harus dikembalikan kepada kami, dan hak kami untuk bebas bepergian ke bagian mana pun di Myanmar harus dijamin,” kata ayah empat anak itu.

Dia meminta pemerintah Bangladesh tidak memaksa pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar tanpa terlebih dahulu memastikan hak asasi mereka dihormati.

Mohammad Amir yang merupakan pelajar Rohingya yang tinggal di kamp pengungsi Balukhali di Cox’s Bazar, berkata kepada Anadolu bahwa dia menghindarkan genosida pada 2017 di Rakhine saat di bangku kelas 10.

“Saya kecewa sekali karena saya tidak dapat melanjutkan studi saya di Bangladesh,” kata dia.

“Saya ingin kembali ke tanah air saya sebagai warga negara, bukan sebagai pengungsi, dengan jaminan karir akademis saya,” ujar Amir.

Dia menandaskan tak ada warga Rohingya yang tak ingin masuk perangkap junta militer Myanmar yang licik, dalam kedok repatriasi.

Menurut Ketua Dewan Rohingya Eropa (ERC) Ambia Perveen, pemerintah Myanmar tidak tertarik merepatriasi pengungsi dan hanya ingin menghindari tekanan internasional.

“Pemerintah Myanmar tidak pernah tertarik untuk memulangkan Rohingya. Mereka hanya ingin mengelabui dunia,” kata Perveen, merujuk upaya repatriasi yang sebelum ini tidak pernah berhasil.

Dia mengatakan jika junta Myanmar ingin memulangkan Rohingya dari Bangladesh, hal pertama yang harus mereka lakukan adalah menunjukkan ketulusan dalam membolehkan orang bergerak bebas dan pemulangan 130.000 Muslim Rohingya di dalam negeri Myanmar yang tinggal di kamp-kamp di Sittwe, ibu kota Rakhine, sejak 2012.

Pakar urusan pengungsi dan mantan profesor hubungan internasional Universitas Dhaka, CR Abrar, menyebut repatriasi tidak bisa disebut berkelanjutan sampai sidang genosida Rohingya selesai digelar Mahkamah Internasional (ICJ).

“Persoalan ini harus dirampungkan dengan terlebih dahulu mengungkapkan secara resmi sumber genosida Rohingya kepada dunia. Jika tidak, risiko genosida akan selalu ada,” kata Abrar dilansir Antara.

Dia menandaskan junta Myanmar dan para pelaku genosida masih belum menunjukkan penyesalan.

Ia menuduh militer Myanmar secara terencana membersihkan semua dokumen genosida di Rakhine.

Abrar mendesak Bangladesh agar mengambil upaya diplomatik yang kuat dan konsisten agar Myanmar mendapatkan tekanan internasional yang efektif agar mau memulangkan Rohingya dengan memenuhi hak dan martabat mereka. (aro)

Tags: MyanmarpengungsiRohingya

Berita Terkait.

Gempa-Kolombia
Internasional

Gempa Magnitudo 7,4 Hantam Kolombia: 132 Tewas, 570 Lainnya Terluka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:18
WCO
Internasional

Bahas Arah Kebijakan Kepabeanan Dunia, Indonesia Hadiri Pertemuan Tinggi Tahunan WCO di Belgia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:15
KBRI
Internasional

Perkuat Kemitraan, Menlu Kanada Hadiri Perayaan Hari ASEAN ke-59 di KBRI Ottawa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:02
toys
Internasional

Buka Akses Pasar Lebih Luas, Art Toys Indonesia Incar Pasar Korea Selatan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:02
IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran
Internasional

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:30
Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2209 shares
    Share 884 Tweet 552
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1110 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.