• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Asean Dituntut Bantu Hentikan Serangan Udara Junta Myanmar ke Warganya

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 3 Mei 2023 - 21:15
in Internasional
Khin-Ohmar
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dituntut untuk membantu menghentikan serangan-serangan udara yang terus-menerus dilancarkan junta militer terhadap masyarakat sipil Myanmar.

Ketua organisasi riset dan advokasi masyarakat Myanmar, Progressive Voice, Khin Ohmar mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan upaya minimum yang perlu dilakukan ASEAN untuk membuktikan bahwa organisasi regional itu bekerja melaksanakan mandat Konsensus Lima Poin yang telah disepakati sejak April 2021.

BacaJuga:

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit

Trump Klaim Bakal Angkut Uranium Iran, Teheran Beri Jawaban Menohok

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

“Kami tidak tahu apa yang telah ASEAN lakukan selama ini dan sejauh apa mereka bekerja untuk menyelesaikan krisis Myanmar. Kami tidak melihat dampaknya terhadap masyarakat kami di lapangan,” kata Khin dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu.

Baca Juga : Keketuaan ASEAN Indonesia Berada pada Titik Sejarah Penting

“Untuk itu, saya mendesak para pemimpin ASEAN di KTT nanti untuk fokus terhadap bagaimana mereka bisa menghentikan serangan udara militer Myanmar,” kata dia menambahkan.

Tuntutan serupa juga disampaikan oleh Pendiri dan Koordinator ALTSEAN-Burma Debbie Stothard. ALTSEAN-Burma adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengampanyekan hak asasi manusia dan demokrasi di kawasan ASEAN, dengan fokus khusus pada Myanmar.

Menurut Debbi, jalur diplomasi apa pun yang ditempuh Indonesia selaku Ketua ASEAN 2023 dalam menyelesaikan krisis Myanmar belum menunjukkan kemajuan sebab junta hingga saat ini masih terus menyerang warga sipil Myanmar.

“Indikator yang harus kita lihat sekarang adalah apa yang terjadi pada masyarakat Myanmar. Menjelang KTT ASEAN, kami belum melihat adanya penurunan kekerasan. Yang kami lihat adalah insiden-insiden yang justru menambah jumlah warga sipil yang tewas,” kata Debbie.

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) dalam laporannya pada Maret lalu menyebut bahwa militer Myanmar telah meningkatkan serangan-serangan udara, membom desa-desa, sekolah, fasilitas medis, dan kamp-kamp pengungsi.

Laporan itu juga mencatat bahwa lebih dari 3.000 warga sipil tewas dalam dua tahun terakhir.

Militer Myanmar tidak hanya menargetkan fasilitas medis, tetapi juga petugas kesehatan, yang paling banyak menjadi sasaran serangan sejak kudeta dua tahun lalu.

Kementerian Kesehatan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Myanmar melaporkan bahwa, dari 1 Februari 2021 hingga 28 Februari 2023, total 70 petugas kesehatan telah dibunuh secara kejam dan 836 lainnya ditangkap.

Kebutuhan kemanusiaan di Myanmar juga meningkat di tengah pengetatan operasional yang diterapkan junta terhadap organisasi-organisasi kemanusiaan.

OCHA mencatat sebanyak 17,6 juta orang—hampir sepertiga populasi Myanmar—diperkirakan membutuhkan bantuan kemanusiaan pada 2023. (bro)

Tags: ASEANmiliter JuntaMyanmarserangan udara

Berita Terkait.

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit
Internasional

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit

Minggu, 19 April 2026 - 00:35
nuklir
Internasional

Trump Klaim Bakal Angkut Uranium Iran, Teheran Beri Jawaban Menohok

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27
ABK
Internasional

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

Jumat, 17 April 2026 - 18:01
Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI
Internasional

Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI

Jumat, 17 April 2026 - 13:03
Nuklir
Internasional

Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS Jika Blokade Selat Hormuz Berlanjut

Kamis, 16 April 2026 - 12:01
Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran
Internasional

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran

Rabu, 15 April 2026 - 12:36

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Ketika Delapan Pameran Seni Visual TKS ISI Yogyakarta Ramaikan Ruang Seni Kota

    684 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.