• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Normalisasi Jakarta Sebaiknya Fokus pada Empat Sungai

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 24 Februari 2023 - 01:11
in Megapolitan
ciliwung

Warga memulung sampah yang hanyut di Sungai Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (27/7/2021). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menilai normalisasi 13 sungai di Jakarta sebaiknya fokus terlebih dahulu pada empat sungai yakni Ciliwung, Pesanggrahan, Angke dan Sunter.

“Pembenahan sungai tidak dapat dilakukan secara serentak karena keterbatasan anggaran, tetapi dilakukan bertahap yakni sebaiknya fokus dulu ke empat sungai yaitu Ciliwung, Pesanggrahan, Angke dan Sunter,” kata Nirwono di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (23/2/2023).

BacaJuga:

Soroti FH UI, Kemendiktisaintek Tak Toleransi Segala Bentuk Kekerasan di Lingkungan Kampus

Usai Tangkap Lima Orang, Polisi Buru 4 Pelaku Begal Petugas Damkar

Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit

Pengerjaan normalisasi secara berkala tersebut, kata Direktur Eksekutif Pusat Riset Perkotaan itu, karena selain keterbatasan biaya, juga ada kesepakatan yang terwujud sebelumnya pada era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo antara beberapa pihak.

Pada waktu itu, kata Nirwono, ada kesepakatan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian PUPR (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane/BBWSCC), dan Bank Dunia untuk fokus membenahi empat sungai yakni Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter dengan pembagian tugas masing-masing.

“Kesepakatanya tugas Pemda DKI yang membebaskan lahan, ganti untung dan merelokasi ke rusunawa; BBWSCC atau PUPR yang mengerjakan konstruksi bantaran kali dan Bank Dunia membantu pembiayaannya,” kata Nirwono.

Sampai dengan 2017, pembenahan Sungai Ciliwung sudah dikerjakan 16 kilometer dari total 33 km (tersisa 17 km), sedangkan di Pesanggrahan, Angke dan Sunter baru tahap pembebasan lahan mencapai 20 sampai 30 persen.

“Tapi sayang pada 2017-2022 proses pembenahan sungai berhenti karena DKI tidak mau merelokasi permukiman warga yang terdampak pembebasan lahan pembenahan sungai. Namun sekarang sudah akan dimulai kembali dengan Ciliwung yang akan menjadi fokus,” ucapnya.

Menurut Nirwono, keberhasilan atau kegagalan pembenahan Sungai Ciliwung akan menentukan kelanjutan pembenahan di sungai-sungai lainnya dan program penanggulangan banjir di Jakarta.

Karena, kata Nirwono, hanya dengan normalisasi Ciliwung dan penyelesaian sodetan Ciliwung-BKT dan dukungan Bendungan Ciawi dan Sukamahi belum menjamin Jakarta bebas banjir atau berkurang signifikan.

Nirwono menilai pembenahan 12 sungai secara bertahap tersebut, Pemda DKI juga harus merevitalisasi 109 situ/danau/embung/waduk seperti Taman Waduk Pluit yang dikeruk, diperlebar dan dihijaukan.

Kemudian, lanjut dia, rehabilitasi seluruh saluran air atau drainase kota yang saat ini hanya 33 persen berfungsi dan terhubung dengan baik.

Kemudian, dimensi saluran harus dilebarkan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) diperluas menjadi 30 persen karena saat ini hanya 9,8 persen untuk mengatasi banjir lokal.

Restorasi pesisir
Ia juga mengemukakan pentingnya merestorasi kawasan pesisir pantai utara, termasuk relokasi permukiman warga pesisir dan memastikan minimal 500 meter dari tepi pantai bebas bangunan dan permukiman.

“Serta melakukan reforestasi hutan mangrove sebagai benteng alami mengatasi banjir rob,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI akan melakukan normalisasi terhadap 13 sungai di Jakarta yakni Sungai Ciliwung, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Kali Baru Barat, Mookevart, Kali Baru Timur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat dan Cakung.

Meski demikian, normalisasi kolaborasi Pemerintah Pusat bersama Pemprov DKI akan mulai dari Sungai Ciliwung terlebih dahulu.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menganggarkan Rp469 miliar pada 2023 untuk rencana pembebasan lahan guna mendukung normalisasi Kali Ciliwung.

Rincian pembebasan lahan itu yakni di Kelurahan Kampung Melayu dengan panjang penanganan diperkirakan mencapai sekitar 1,3 kilometer.

Kemudian di Kelurahan Rawajati sekitar satu kilometer, Kelurahan Cawang sekitar 1,8 kilometer dan Kelurahan Cililitan sekitar 0,5 kilometer.

Rincian tersebut berdasarkan identifikasi kejadian banjir pada daerah aliran Kali Ciliwung yang perlu dilakukan pembangunan tanggul guna mencegah banjir.

Sementara itu, selama periode 2021-2022 sebanyak 324 bidang tanah sudah dibebaskan dengan total anggaran mencapai Rp425,9 miliar dengan total luas mencapai 66.515 meter persegi di enam kelurahan aliran Kali Ciliwung di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. (mg2)

Tags: Normalisasi Jakartasungai

Berita Terkait.

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Megapolitan

Soroti FH UI, Kemendiktisaintek Tak Toleransi Segala Bentuk Kekerasan di Lingkungan Kampus

Rabu, 15 April 2026 - 02:21
Usai Tangkap Lima Orang, Polisi Buru 4 Pelaku Begal Petugas Damkar
Megapolitan

Usai Tangkap Lima Orang, Polisi Buru 4 Pelaku Begal Petugas Damkar

Selasa, 14 April 2026 - 23:31
Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit
Megapolitan

Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit

Selasa, 14 April 2026 - 22:15
JPPI: Kasus FH UI Jadi Sinyal Gagalnya Kampus Aman
Megapolitan

JPPI: Kasus FH UI Jadi Sinyal Gagalnya Kampus Aman

Selasa, 14 April 2026 - 20:35
Diduga Langgar HAM Batasi Penggunaan Hijab Karyawan, Anggota Komisi XIII Sambangi RS Siloam TB Simatupang
Megapolitan

Diduga Langgar HAM Batasi Penggunaan Hijab Karyawan, Anggota Komisi XIII Sambangi RS Siloam TB Simatupang

Selasa, 14 April 2026 - 20:01
kemayoran
Megapolitan

Kebakaran Indekos di Kemayoran, Seorang Pria Meninggal Terjebak di Kamar Mandi

Selasa, 14 April 2026 - 11:11

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2512 shares
    Share 1005 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.