• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Dalam Sidang PBB, Jepang Desak Rusia Tarik Diri dari Ukraina

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 13 Januari 2023 - 15:23
in Internasional
Sidang-PBB
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi pada Kamis (12/1) mendesak Rusia untuk menarik pasukannya dari Ukraina dan mendorong negara-negara lain untuk “berdiri” melawan pelanggaran Piagam PBB, seperti pencaplokan wilayah.

Desakan itu disampaikan Hayashi pada debat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mewakili Jepang yang selama Januari merupakan ketua bergilir dewan beranggotakan 15 negara tersebut.

BacaJuga:

Iran Tuduh Operasi Penyelamatan Pilot AS Sebagai Kedok Pencurian Uranium

Rusia Kecam Ultimatum Trump ke Iran: Bahaya Meluas!

Menilai Rapor Australia dalam Kebijakan Pelarangan Media Sosial

Sidang pada Kamis itu berfokus pada pentingnya supremasi hukum, yakni isu yang juga terkait dengan peningkatan ambisi China di Indo-Pasifik.

Baca Juga : Komisaris HAM PBB Sesalkan Eksekusi terhadap Pengunjuk Rasa Iran

Hayashi mengatakan perintah Mahkamah Internasional pada Maret 2022 –agar Rusia menarik semua pasukannya dari Ukraina– “harus segera dilaksanakan”.

Dia menambahkan bahwa prinsip aturan hukum “tidak pernah mengizinkan negara mana pun untuk mengubah perbatasan dengan paksa atau melalui penggunaan kekuasaan”.

Hayashi mengatakan bahwa hukum internasional atau Piagam PBB “sama sekali tidak” dapat digunakan untuk membenarkan tindakan pemaksaan, seperti invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina.

Menteri Luar Negeri Jepang itu juga menekankan bahwa pengerahan personel bersenjata ke wilayah di bawah pemerintahan damai suatu negara lain untuk menciptakan fait accompli (keadaan yang terpaksa diterima) tidak dapat dibenarkan.

Meskipun dia menahan diri untuk tidak menyebut negara mana pun, Hayashi membuat pernyataan tersebut dalam kritik terselubung terhadap China, menurut seorang pejabat pemerintah Jepang.

Pernyataan seperti itu diduga dikeluarkan Hayashi karena kapal militer China telah berulang kali memasuki perairan di sekitar Kepulauan Senkaku di Laut China Timur.

Pulau tak berpenghuni yang dikendalikan Tokyo itu diklaim oleh Beijing, yang menyebutnya sebagai Pulau Diaoyu.

Pada sesi debat Dewan Keamanan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa dunia menghadapi kondisi “aturan tanpa hukum” kecuali krisis-krisis global ditangani, termasuk program senjata nuklir Korea Utara dan perang di Ukraina.

PBB dipandang kalangan luas tidak berfungsi dalam menangani perang Moskow di Ukraina, yang sebagian besar disebabkan oleh hak veto Rusia dan China.

Rusia dan China, bersama Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis merupakan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Sebagai anggota tetap, kelima negara itu memiliki hak veto (menolak).

Presiden Mahkamah Internasional Joan Donoghue mengikuti sidang Dewan Keamanan itu secara virtual.

China telah lama memperdebatkan putusan pengadilan Konvensi PBB tentang Hukum Laut terhadap validitas “sembilan garis putus-putus” (nine dash lines) pada peta dunia, yakni untuk sebuah wilayah maritim yang diklaim oleh China di Laut China Selatan.

Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun pada sesi Kamis itu mengatakan bahwa “alih-alih menggunakan mekanisme pihak ketiga”, negara-negara harus mencoba menyelesaikan perbedaan mereka melalui negosiasi.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menuduh Jepang dan negara-negara Barat mengadakan pertemuan itu tanpa niat untuk berpikir “secara sistematis dan tidak memihak” tentang supremasi hukum.

“Mantan mitra kami dari negara-negara Barat hanya ingin menjual narasi tentang tanggung jawab nyata Rusia karena menyebabkan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional … namun mereka mengabaikan pelanggaran mengerikan yang mereka sendiri lakukan,” kata Nebenzia.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa “tidak ada dasar hukum internasional untuk invasi Rusia ke Ukraina.”

Hayashi juga mengatakan kursi anggota tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan harus diperluas sehingga negara-negara, terutama dari Afrika, dimasukkan untuk “lebih mencerminkan realitas dunia saat ini.”

Meskipun Jepang telah lama berupaya mendapatkan posisi permanen di dewan tersebut, Hayashi tidak membahas ambisi Jepang secara langsung, melainkan mengidentifikasi perluasan keanggotaan Dewan Keamanan sebagai bagian “paling mendesak” dari proses reformasi PBB.

Jepang termasuk di antara lima negara yang memulai periode dua tahun sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan pada Januari tahun ini. Anggota baru lainnya adalah Ekuador, Malta, Mozambik, dan Swiss. (bro)

Tags: Menteri Luar Negeri JepangRusiaSidang PBBukrainaYoshimasa Hayashi

Berita Terkait.

jet
Internasional

Iran Tuduh Operasi Penyelamatan Pilot AS Sebagai Kedok Pencurian Uranium

Selasa, 7 April 2026 - 06:06
dmitry
Internasional

Rusia Kecam Ultimatum Trump ke Iran: Bahaya Meluas!

Senin, 6 April 2026 - 23:33
sosmed
Internasional

Menilai Rapor Australia dalam Kebijakan Pelarangan Media Sosial

Senin, 6 April 2026 - 16:06
Jet-Tempur
Internasional

Iran Ungkap Fakta Evakuasi Pilot F-15: Ada Upaya Lindungi Reputasi Trump

Senin, 6 April 2026 - 14:45
Asap-Hitam
Internasional

Menlu Tiongkok dan Rusia Teleponan, Sepakat Dorong Deeskalasi Konflik Timur Tengah

Senin, 6 April 2026 - 12:53
WhatsApp Image 2025-12-01 at 15.08.43
Internasional

Paus Leo XIV Serukan Pemimpin Dunia Utamakan Perdamaian

Senin, 6 April 2026 - 04:04

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.