• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Gejala Meningitis pada Anak Butuh Kewaspadaan Khusus

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 6 Oktober 2022 - 20:20
in Gaya Hidup
Ilustrasi. Foto: Antara

Ilustrasi. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ahli neurologi anak dr. Roy Amardiyanto, Sp.A(K) mengatakan gejala radang selaput otak atau meningitis pada anak membutuhkan kewaspadaan khusus dari orang tua mengingat gejala yang tampak dapat berbeda-beda bergantung usia anak.

“Untuk gejala-gejalanya, yang menarik pada anak itu berbeda-beda. Ternyata berbeda gejala pada bayi sama bayi baru lahir sama anak,” kata Ketua Unit Kerja Neurologi (UKK) Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang DKI Jakarta dalam diskusi virtual, Jakarta, Kamis.

BacaJuga:

Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Di Balik Deru Motor MotoGP Mandalika, Ratusan Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan Lingkungan

Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung

Lebih lanjut, ia menjelaskan gejala meningitis yang ditunjukkan pada neonatus atau bayi baru lahir bahkan bisa tanpa demam. Dokter yang akrab disapa Amar itu mengatakan 50 persen anak dengan meningitis tidak memiliki gejala demam, namun yang perlu diperhatikan anak cenderung sangat lemas, tampak tidak bergairah atau diam saja, serta tidak menangis.

“Ibu bisa menanyakan pada dokter kenapa anak banyak diam. Nanti dokter menemukan, contohnya, ubun-ubun besarnya menonjol. Itu tanda di dalam kepalanya sedang ada peningkatan tekanan, itu bisa disebabkan meningitis,” katanya.

Pada bayi di bawah usia dua tahun, Amar mengatakan gejala demam biasanya sudah tampak lebih jelas. Awalnya, mungkin anak memiliki infeksi saluran napas yang menunjukkan gejala batuk dan pilek, disertai demam tinggi dan terlihat sangat lemas.

“Sehingga memang butuh kewaspadaan khusus dari ibu. Melihat anaknya batuk dan pilek tapi kok tidak cocok gejalanya, alangkah baiknya mungkin langsung dibawa ke dokter (untuk memastikan). Mungkin belum tentu meningitis, tapi akan lebih baik dibawa ke dokter untuk diperiksa detail kondisi anaknya,” kata Amar.

Sementara pada anak yang lebih besar, terutama di atas 2 tahun, gejala meningitis yang ditunjukkan lebih khas. Selain demam tinggi, biasanya anak kerap mengeluh sakit kepala dan kekakuan pada bagian leher.

“Yang paling jadi pegangan dari kami (dokter anak) biasanya ada gangguan dari masalah kesadaran kalau anak-anak umur sudah agak besar. Jarang anak-anak meningitis itu sadar penuh. Banyaknya tidur terus, kalau dipegang lehernya kaku,” katanya.

Apabila menemukan tanda-tanda demikian pada, Amar menegaskan agar orang tua segera membawa anak ke dokter anak untuk dilakukan pemeriksaan lebih detail. Salah satu pemeriksaan yang penting untuk memastikan diagnosis yaitu lumbal pungsi atau tindakan untuk mengambil sampel cairan otak dari tulang punggung belakang.

Amar mengatakan penanganan meningitis yang terlambat, maka efeknya menjadi kurang bagus pada kondisi anak. Menurut penelitian, ujar Amar, lebih dari 20-30 persen anak yang terkena meningitis dapat meninggal. Sementara apabila terpapar dan berhasil selamat, maka 50 persennya akan bergejala sisa atau mengalami gangguan perkembangan.

Walau meningitis memiliki risiko berat, Amar mengatakan penyakit ini dapat disembuhkan mengingat meningitis merupakan jenis penyakit infeksi. Dengan pemberian obat yang tepat, maka diharapkan anak bisa sembuh.

“Perhitungannya antara 70-80 persen anak akan sembuh. Hanya saja (yang menjadi masalah) bergejala sisa atau tidak. Yang kita harapkan adalah yang tidak bergejala sisa tentunya. Tapi (bergantung) seberapa cepat kita mendiagnosis, selanjutnya memberikan terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak tersebut,” katanya. (bro)

Tags: anakkesehatanMeningitis

Berita Terkait.

Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di TBCCI 2026
Gaya Hidup

Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:02
Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung
Gaya Hidup

Di Balik Deru Motor MotoGP Mandalika, Ratusan Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan Lingkungan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:07
Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung
Gaya Hidup

Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:57
swiss
Gaya Hidup

Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Wedding Showcase 2026, Tawarkan Inspirasi Pernikahan dalam Satu Tempat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:28
senn
Gaya Hidup

Sennheiser MOMENTUM True Wireless 5 Resmi Hadir, TWS Premium dengan Baterai yang Bisa Diganti

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:09
Promo Oktober The Jungle Bogor: Gratis Masuk Bagi yang Berulang Tahun hingga Diskon KTP
Gaya Hidup

Promo Oktober The Jungle Bogor: Gratis Masuk Bagi yang Berulang Tahun hingga Diskon KTP

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:13

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    984 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    809 shares
    Share 324 Tweet 202
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.