• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Antara Jember Fashion Carnaval dan Citayam Fashion Week

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 8 Agustus 2022 - 08:31
in Gaya Hidup
jfc

Peserta mengikuti World Kids Carnival (WKC) dalam rangkaian Jember Fashion Carnaval ke-20 di Jember, Jawa Timur, Minggu (7/8/2022). Foto : Antara/Seno/nym

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejak Sabtu (6/8) hingga Minggu (7/8) jalanan di Kota Jember, Jawa Timur, dipenuhi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Mereka datang ke Kota Tembakau itu untuk menyaksikan gelaran akbar peragaan busana jalanan bertaraf internasional, Jember Fashion Carnaval (JFC).

Sebelum ke Jember, kita simak dulu aksi anak-anak muda di sekitar Jakarta, dengan “Citayam Fashion Week”-nya yang menggemparkan jagad maya, dan kemudian memunculkan beragam penilaian.

BacaJuga:

Perjalanan Makin Nyaman, BWH Hotels Hadirkan Program Loyalti dengan Poin Tanpa Kedaluwarsa

ADOR Klaim Danielle Sembunyikan Kontrak dengan AAO, Jadi Dasar Gugatan Rp31 Miliar

Jawaban Daniela KATSEYE soal “Gabriela” Jadi Perdebatan, Warganet Bandingkan dengan Lara

Anak-anak muda itu menampilkan aksi fesyen, meskipun tidak sepenuhnya bisa digolongkan sebagai peragaan busana dalam pengertian konvensional. Menarik dan hebohnya, karena hal itu dilakukan di penyeberangan orang di jalan di kawasan ramai Jakarta.

Sejumlah pesohor kemudian tergoda untuk ikut memanfaatkan lokasi itu. Mungkin saja, ada motif politik di balik itu, agar semakin dikenal.

Fenomena budaya dan sosial itu kemudian menggelinding dan ditiru oleh anak-anak muda di tempat lain untuk melakukan hal yang sama. Kini banyak daerah lain yang anak-anak mudanya memanfaatkan zebra cross untuk pamer busana, seperti di Bandung, Semarang, Malang dan lain-lain.

Baca Juga: Citayam Fashion Week, Kreativitas, dan Ketertiban Umum

Bahkan, Arek-arek Suroboyo pun tergoda untuk melakukan hal yang sama, dengan titel Tunjungan Fashion Week. Ini memanfaatkan ajang yang sebelumnya sudah ada, yakni Tunjangan Romansa yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Fenomena di Jalan Tunjungan yang bersejarah itu membuat gundah anak muda Aryo Seno Bagaskoro yang juga salah satu penggerak dan penggagas dari aktivitas budaya di kawasan tengah kota di Surabaya itu. Bagi Seno, kegiatan Tunjungan Fashion Week seolah menyimpang dari watak asli Arek Suroboyo yang dikenal sebagai pelopor. Dalam kasus fesyen jalanan ini mereka justru “mengekor” dari fenomena di Jakarta.

Meskipun demikian, dia tidak ingin terjebak pada pusaran menyalahkan atau membenarkan fenomena itu, yang mau tidak mau kemudian harus melibatkan kepolisian, dinas perhubungan dan pariwisata untuk menertibkan kawasan tersebut. Seno justru berterima kasih pada anak-anak muda di Surabaya itu karena telah mengingatkan semua pihak untuk memperhatikan gejolak dan hasrat kaum muda.

Fenomena Lama

Kita kembali ke Jember. Fenomena fesyen jalanan ini sebetulnya bukan hal baru. Di luar negeri, bahkan sudah lama, seperti Harajuku di Kota Tokyo, Jepang, yang sudah ada sejak 1980-an dan kemudian terkenal di Tahun 2000-an. Di dalam negeri, perancang busana Dinand Fariz, yang awalnya kurang dikenal dalam dunia rancang busana, tiba-tiba “menyembul” dan membawa Jember ke kancah dunia pada 2003. Jember Fashion Carnaval (JFC) yang digagas Dinand kini sudah mendunia dan menjadi agenda wisata tahunan.

Jika ditilik dari sisi motif atau penggerak munculnya fenomena ini, agaknya ada persamaan dan perbedaan antara aksi yang sudah ada dengan apa yang ditampilkan anak-anak di daerah Dukuh Atas, Kawasan Sudirman, Jakarta, itu.

Apa yang ditampilkan anak-anak dari Citayam, Bojonggede dan Depok itu digerakkan oleh motif ingin diperhatikan atau setidaknya tampil beda dengan orang-orang yang biasa lalu lalang di kawasan Sudirman, Jakarta, itu. Tampaknya, mereka belum mengusung konsep fesyen baru yang menggunakan cat walk jalanan sebagai media ekspresi. Artinya, tidak ada atau mungkin belum ada konsep fesyen baru yang mereka tawarkan ke publik.

Tidak bermaksud menghakimi aksi mereka sebagai negatif atau positif. Hanya saja, aksi itu menunjukkan titik lemah untuk keberlangsungan eksistensi mereka di masa mendatang. Bahkan, sebagaimana sudah terlihat, lokasi anak-anak Citayam, Bojonggede dan Depok itu dimanfaatkan pihak lain untuk menangguk untung, baik secara ekonomi maupun politik. Sangat mungkin, anak-anak muda pelopor di kawasan itu justru akan tersingkir dengan sendirinya ketika aksi mereka tidak lagi menarik perhatian.

Apalagi, ketika “penumpang gelap” ikut naik dengan mengusung ideologi lain yang berseberangan dengan arus besar budaya kita. Misalnya isu LGBT yang kini mulai meramaikan pemberitaan di lokasi tersebut. Ini berpotensi menimbulkan reaksi penolakan yang luar biasa nantinya.

Bandingkan dengan JFC yang kali ini memasuki tahun ke-20 dan tetap eksis, hingga mendunia, meskipun pada 2019 ditinggal selamanya oleh sang penggagas Dinand Fariz, meninggal dunia. JFC Tahun 2022 dengan tema “The Legacy” itu digelar 6 hingga 7 Agustus dengan jarak rute yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 3,6 KM mengelilingi kawasan Kota Jember.

Berlangsung konsisten selama 20 tahun menunjukkan bahwa JFC betul-betul hidup dan tidak mudah punah oleh keadaan.

Ketika di awal merintis ajang itu, sangat mungkin ide Dinand Fariz tidak langsung diterima oleh masyarakat, khususnya Kota Jember, yang dikenal agamis dan agraris, dengan komoditas pertanian tembakau tersebut.

Dinand mampu melewati rintangan itu karena ia mengawali-nya tidak dengan asal-asalan. Ia telah membuat konsep matang mengenai fesyen yang akan diusung, yang diawali dari lingkungan keluarganya. Dinand tidak ujuk-ujuk menggunakan jalanan sebagai ajang ekspresi. Setelah peragaan di dalam ruangan (rumah) saat arisan keluarga, ia memindah peragaan ke halaman rumah. Pilihan ke jalanan diambil setelah semuanya siap. Perancang busana kelahiran Jember, Jawa Timur, ini memang berlatar pendidikan tata busana di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan dilanjutkan di Jakarta dan Paris.

Hal ini agaknya berbeda dengan Citayam Fashion Week yang sepertinya hanya aksi spontanitas tanpa konsep fesyen matang untuk dipertarungkan ke hadapan publik. Bisa dipastikan bahwa aksi itu hanya mirip cendawan di musim hujan dan pada saatnya akan sirna.

Secara umum, gelaran CFW dengan JFC sama-sama berpotensi menimbulkan masalah lalu lintas jika tidak dikelola baik, dengan melibatkan banyak pihak. JFC yang justru menghabiskan ruas jalan kini tidak ada yang mempersoalkan karena keberadaannya memberikan manfaat bagi banyak orang. Pemerintah daerah, termasuk kepolisian, juga mendukung kegiatan yang terbukti menghidupkan roda ekonomi itu seperti dilansir Antara.

Karena itu, anak-anak muda di sejumlah daerah yang kini meniru pemuda di Citayam, Bojonggede dan Depok tersebut juga perlu belajar dari kesuksesan JFC, dengan serius menggarap rancangan busana, sebelum membawanya ke ruang publik. Kekayaan budaya lokal adalah aset yang tidak akan pernah habis untuk digali dan diabadikan dalam rancangan busana. (aro)

Tags: citayam fashion weekjfc

Berita Terkait.

bwh
Gaya Hidup

Perjalanan Makin Nyaman, BWH Hotels Hadirkan Program Loyalti dengan Poin Tanpa Kedaluwarsa

Senin, 6 Juli 2026 - 10:10
ADOR Klaim Danielle Sembunyikan Kontrak dengan AAO, Jadi Dasar Gugatan Rp31 Miliar
Gaya Hidup

ADOR Klaim Danielle Sembunyikan Kontrak dengan AAO, Jadi Dasar Gugatan Rp31 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:05
KATSEYE
Gaya Hidup

Jawaban Daniela KATSEYE soal “Gabriela” Jadi Perdebatan, Warganet Bandingkan dengan Lara

Jumat, 3 Juli 2026 - 03:42
Jay-B
Gaya Hidup

Jay B GOT7 Ungkap Perasaan Jujur Setelah Keluar dari JYP Entertainment: “Aku Ingin Merasakan Hujan”

Jumat, 3 Juli 2026 - 02:01
Lee-Min-Ho
Gaya Hidup

Lee Min Ho Berpeluang Bintangi Drama Romantis Baru “But Your Love”

Jumat, 3 Juli 2026 - 01:30
Lee-Yong-Soo
Gaya Hidup

Mantan Member OnlyOneOf Lee Yong Soo Debut sebagai Aktor Musikal Lewat “Sunny Ten”

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:19

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2240 shares
    Share 896 Tweet 560
  • Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    857 shares
    Share 343 Tweet 214
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    724 shares
    Share 290 Tweet 181
Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang
Olahraga

Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang

Editor Laurens Dami
Minggu, 5 Juli 2026 - 21:27

INDOPOSCO.ID – Kylian Mbappe kembali membuktikan perannya sebagai sosok penentu bagi Timnas Prancis di Piala Dunia FIFA 2026. Sang kapten...

SelengkapnyaDetails
Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:13
Pemain-Argentina

Messi Ungkap Kunci Sukses Argentina Singkirkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:27
Messi

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.