• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Rumah Padat Karya Gubeng Surabaya Raup Omzet Puluhan Juta

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:11
in Nusantara
Rumah-Padat-Karya

Sejumlah pengunjung sedang ngobrol sambil minum kopi di Rumah Padat Karya Jalan Nias No. 110 Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rumah Padat Karya Viaduk di Jalan Nias, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur, meraup omzet puluhan juta Rupiah setelah diresmikan Wali Kota Eri Cahyadi pada 28 Mei 2022.

Camat Gubeng Eko Kurniawan Purnomo di Surabaya, Selasa, mengatakan, Rumah Padat Karya tersebut banyak diminati warga Surabaya karena tempatnya yang strategis dan kekinian.

BacaJuga:

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Bea Cukai Entikong Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai di Gubuk Tak Berpenghuni

“Selain kekinian, juga instagramable dan sangat pas untuk tempat meeting bersama teman kantor. Banyak digemari pengunjung, karena suasananya seperti di rumah sendiri, cocok lah untuk ngopi,” kata Eko.

Baca Juga : Muhammadiyah Dukung Penutupan Holywings di Surabaya

Bukan hanya coffee shop saja, kata Eko, tetapi juga ada barbershop (cukur rambut) hingga cuci motor dan mobil. Dari tiga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu, yang paling banyak diminati masyarakat adalah coffee shop, sedangkan barbershop dan cuci kendaraan, menurut Eko masih kurang diminati dan belum maksimal.

Alasan kurang maksimalnya dua usaha tersebut, Eko menjelaskan, karena warga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bekerja di Rumah Pakar itu masih butuh pelatihan lebih mendalam. Selain itu, tempat untuk cuci motor dan mobil belum maksimal karena tempat yang kurang memadai.

“Sementara ini hanya menjalankan coffee shop, karena yang potong rambut itu ternyata tidak sesuai passionnya. Sedangkan cuci mobil serta motor, tempatnya belum mencukupi, rencananya di 2023 kami siapkan di Kantor Kelurahan Baratajaya,” kata dia, seperti dikutip Antara, Selasa (12/7/2022).

Meskipun yang berjalan hanya coffee shop, Rumah Pakar di Viaduk Gubeng cukup memuaskan, yakni meraup omzet hingga Rp88 juta per bulan. Omzet itu nantinya digunakan untuk gaji, biaya operasional dan masih banyak lainnya.

“Ada 23 MBR yang bekerja, masing- masing mendapat gaji antara Rp1,5 juta-Rp2 juta per bulan,” ujar dia.

Agar pendapat meningkat, Eko bersama jajarannya juga mempromosikan Rumah Pakar Viaduk Gubeng melalui sosial media (sosmed). Selain itu, juga menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk meningkatkan skil MBR yang bekerja di tempat tersebut.

“Tentunya kita terus melakukan evaluasi. Jadi tidak hanya coffee shop saja, kami juga menghadirkan pelatih dari bidang lain untuk meningkatkan pendapatan sesuai dengan permintaan Pak Wali (Eri Cahyadi) pendapatan MBR bisa sampai Rp4 juta perbulan,” kata dia.

Wali Kota Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan, sejumlah aset berupa bangunan rumah milik Pemkot Surabaya dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), salah satunya sebagai rumah padat karya

Eri menjelaskan, bentuk program padat karya itu dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan aset yang ada. Dia mencontohkan, ada aset berupa tambak, maka dapat dikelola untuk perikanan oleh MBR di wilayah sekitarnya. Demikian pula jika aset itu berupa lahan kosong, maka bisa dimanfaatkan untuk pertanian atau usaha yang lain.(mg2)

Tags: Jalan NiasJawa timurKecamatan Gubengkota surabayaRumah Padat Karya Viaduk

Berita Terkait.

Rokok
Nusantara

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Selasa, 7 April 2026 - 12:23
Andre-Fernando
Nusantara

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Selasa, 7 April 2026 - 09:40
BC-Entikong
Nusantara

Bea Cukai Entikong Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai di Gubuk Tak Berpenghuni

Selasa, 7 April 2026 - 09:30
KAI
Nusantara

Evakuasi Rampung, 2 Jalur KA di Lintas Bumiayu Dapat Dilalui dengan Pembatasan Kecepatan

Selasa, 7 April 2026 - 09:20
Nanas
Nusantara

FKPK: Audit BPK Jadi Syarat Tetapkan Kerugian Negara dalam Penanganan Perkara Tipikor

Selasa, 7 April 2026 - 09:10
bc
Nusantara

Operasi di Jalur Distribusi, Bea Cukai Madiun Tindak 120.000 Batang Rokok Ilegal

Senin, 6 April 2026 - 17:30

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    661 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.