• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Benteng Perekonomian Nasional, Sektor Pertanian Tumpuan Masa Depan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 2 Juli 2022 - 22:26
in Nasional
kementan

Sub Koordinator Komunikasi dan Pemberitaan Media Elektronik Kementerian Pertanian, Ardiansyah. Foto : Dok Pribadi untuk indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Ardiansyah

INDOPOSCO.ID – Tak bisa dipungkiri bahwa sektor pertanian adalah tumpuan masa depan negara. Pertanian terbukti mampu membuka lapangan kerja hingga. Sektor ini tumbuh positif di tengah lemahnya ekonomi dunia akibat pandemi yang tak kunjung usai. Melihat fakta ini, Penulis yakin pertanian merupakan benteng perekonomian Indonesia di masa depan. Pertanian adalah bantalan ekonomi sekaligus solusi pasti bagi kehidupan manusia.

BacaJuga:

Menjemput Lulusan SD Tidak Masuk SMP di Karangasem Berbekal Hypnoparenting

BRIN Kembangkan Katalis Baru, Produksi Bioavtur dari Biomassa Makin Efisien

Bea Cukai Terbitkan Izin Toko Bebas Bea untuk PT Eco Prima

Jika kita membaca data pertanian selama tiga tahun terakhir, kinerja sektor ini tumbuh di atas 15 persen. Pertumbuhan tersebut bahkan terjadi saat sektor lainya melemah akibat krisis global. Pertanian juga jadi satu-satunya sektor yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas. Tentu ini bukan perkara mudah, butuh kekompakan dan arahan dari sosok pemimpin yang kuat untuk mencapai tujuan.

Penulis kemudian diingatkan dengan data BPS dari tahun ke tahun, dimana produksi beras nasional terus mengalami peningkatan. Pada 2019 total produksi kita mencapai 31,31 juta ton, kemudian meningkat lagi di 2020 sebesar 31,36 juta ton dan pada 2021 sebesar 31,33 juta ton.

Selama kurun waktu itulah, Indonesia sukses mempertahankan kebijakanya untuk tidak mengimpor beras. Padahal biasanya, impor beras biasa dilakukan hingga mencapai 2 juta ton pertahun.

Di sisi lain, kita mesti ingat bahwa ekspor pertanian dibawah kepemimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga tumbuh melampaui target. Pada 2019, nilai ekspor pertanian mencapai Rp390,16 triliun, kemudian pada 2020 naik lagi menjadi Rp451,77 triliun, dan di 2021 naik lagi menjadi Rp625,04 triliun.

Kenaikan ini nyatanya berdampak langsung pada peningkatan nilai tukar petani (NTP) yang selama ini menjadi tolak ukur kesejahteraan petani. Alhmdllah, NTP Maret 2022 juga naik, yakni mencapai 109,29 atau naik 0,42 persen jika kita bandingkan dengan NTP bulan Februari 2022 yang hanya 108,83.

Peningkatan juga terjadi pada nilai tukar usaha petani (NTUP), dimana pada periode yang sama angkanya 109,25 atau naik 0,67 persen jika dibandingkan dengan NTUP pada Februari 2022 yang hanya 108,53. Jangan lupakan juga NTP kita di 2020 lalu, dimana curva yang ada selama berbulan-bulan berada di angka 100.

Perlu diketahui, baik NTP maupun NTUP adalah indikator kita dalam mengukur seberapa besar kesejahteraan petani meningkat. Kalau meningkat, artinya, kolaborasi kerja antara petani dan pemerintah sudah berjalan dengan baik.

Capaian-capaian yang luar biasa ini bukan semata-mata angka saja. Namun lebih dari itu, sosok SYL sebagai komandan di Kementerian Pertahanan (Kementan) terbukti mampu menjadi pompa dan inspirasi bagi jajaran di bawahnya untuk berkerja lebih keras lagi. Terlebih semua kebijakan dan programnya selalu tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang diharapkan petani/peternak.

Penulis kemudian ingat bahwa pada April 2022, pertanian tercatat memberi andil besar terhadap rendahnya inflasi Indonesia hingga dibawah 3 persen. Padahal inflasi di berbagai negara terus meningkat tajam. Turki misalnya, inflasi mereka berada di angka 61,14 persen, Argentina 52,3 persen, Rusia 16,7 persen, Brazil 11,3 persen, Belanda 9,7 persen dan negara besar seperti Amerika Serikat mencapai 7,9 persen. Sedangkan ndonesia mampu mengendalikannya di angka 2,64 persen.

Dengan demikian, Amerika bisa dikatakan mengalami inflasi tertinggi dalam 40 tahun terakhir, begitu juga dengan Turki yang mengalami inflasi tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Tingginya inflasi, menurut Penulis dipengaruhi adanya pembatasan sosial akibat Pandemi Covid-19 yang memicu keterbatasan supply barang. Disatu sisi, permintaan masyarakat jauh lebih tinggi dari ketersediaan barang sehingga harga-harga di dunia ikut meroket.

Belum lagi kita bicara kelangkaan komoditas yang dipengaruhi konflik Rusia-Ukraina, sehingga harga komoditas energi melambung tinggi, dan turut menaikan harga pangan hingga produk industri. Inilah yang Penulis sebut dengan pertanian maju, mandiri dan modern. Pertanian tumbuh secara meyakinkan dan terbukti melewati masa siram ekonomi selama pandemi.

Inilah kita saatnya bersama-sama membangun pertanian dari hulu ke hilir. Kita harus menghilangkan ego dan memupuk semangat baru. Tanam semua kebutuhan makananmu di depan rumah, samping rumah, bahkan juga di atas rumah. Pupuk dia dengan bahan alami sehingga kita berdikari dalam makna yang sesungguhnya.

Masyarakat harus jeli bahwa pertanian juga berarti peluang ekonomi. Banyak sisi lain yang bisa kita manfaatkan sebagai sumber rezeki. Pertanian seperti yang Penulis katakan di awal adalah tumpuan masa depan negara dan peluang untuk membuka lapangan kerja.

Salam. Bertani itu keren dan bertani itu hebat. Kita harus yakin masa depan kita berarti masa depan Maju, Mandiri, dan Modern. (*)

Tags: KementanPerekonomian Nasionalpertaniansektor pertanian

Berita Terkait.

I-dewa-Gede
Nasional

Menjemput Lulusan SD Tidak Masuk SMP di Karangasem Berbekal Hypnoparenting

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:44
BRIN Kembangkan Katalis Baru, Produksi Bioavtur dari Biomassa Makin Efisien
Nasional

BRIN Kembangkan Katalis Baru, Produksi Bioavtur dari Biomassa Makin Efisien

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:03
Izin
Nasional

Bea Cukai Terbitkan Izin Toko Bebas Bea untuk PT Eco Prima

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:42
Kemendikdasmen Kukuhkan Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat, Perkuat Pendidikan Inklusif
Nasional

Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian Ekraf Berkomitmen Ciptakan Ruang Kreatif Aman dan Ramah Anak

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:02
Kemendikdasmen Kukuhkan Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat, Perkuat Pendidikan Inklusif
Nasional

Kemendikdasmen Kukuhkan Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat, Perkuat Pendidikan Inklusif

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:52
Kekeringan Mengintai, Pemerintah Klaim Stok Beras Aman Lewati Puncak El Nino
Nasional

Kekeringan Mengintai, Pemerintah Klaim Stok Beras Aman Lewati Puncak El Nino

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3190 shares
    Share 1276 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2798 shares
    Share 1119 Tweet 700
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.