• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Musrenbangtan 2022, Mentan: Perencanaan Sektor Pertanian Harus Inovatif dan Adaptif

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 29 Juni 2022 - 16:11
in Nasional
Kementan SYL

Mentan SYL pada Musrenbangtannas Tahun 2022 di Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (29/6/22). Foto: Kementan for indopos

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta perencanaan pembangunan pertanian tahun 2023 harus inovatif dan adatif. Pasalnya, di tengah tantangan pangan dunia saat ini dibutuhkan gebrakan program sebagai langkah antisipasi melalui penyiapan strategi yang tepat sehingga kedepan pangan nasional bisa disiapkan secara mandiri.

“Jajaran di pertanian adalah pejuang. Melalui kegiatan ini, kita perbaiki konsepsi, program, jelaskan tahapan dalam mencapai program dan pertajam capaiannya. Tolong Pak Irjen, Pak Sekjen, Dirjen semua turun dan pantau,” demikian tegas Mentan SYL pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtannas) Tahun 2022 dengan tema “Memperkuat Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern Dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional,di Kanpus Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (29/6/22).

BacaJuga:

Soal Rencana Penutupan Prodi, DPR Tegaskan Bertransformasi Lebih Tepat

Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Mentan SYL optimis perencanaan sektor pertanian yang benar dapat membentuk program dan arah pembangunan pertanian yang lebih baik. Di samping itu, kedepan tantangan produksi pangan yang semakin besar harus menjadi peluang bagi produksi petani karena pangsa pasar yang semakin terbuka.

Baca Juga : Perdagangan Pangan Dunia Dorong Kesejahteraan Petani

“Tantangan pertanian tidak seperti kemarin. Segala sesuatu di depan mata jadi berbahaya saat kita anggap semua remeh – remeh saja. Krisis pangan dunia di depan mata. Oleh karena itu, sinergi semua pihak dalam pembangunan pertanian perlu di tingkatkan,” terangnya.

Lebih lanjut, SYL menyebutkan berbagai tantangan pangan yang saat ini sedang mengancam produksi pangan baik dalam negeri maupun luar negeri. Diantaranya keterbatasan suplai barang akibat pembatasan sosial covid-19, perang dan climate change.

“Saat ini produksi pangan di berbagai negara menurun sehingga terjadi kenaikan harga pangan dunia yang berdampak juga pada harga pangan dalam negeri. Untuk itu, komoditi yang kebutuhannya masih diimpor harus ganti dari substitusi komoditi lain seperti gandum diganti dengan sorgum atau singkong,” ujarnya.

Diketahui, sesuai data BPS, sektor pertanian terbukti sebagai penyelamat perburukan resesi ekonomi nasional. Pada triwulan II tahun 2020, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tumbuh 16,24% (q-to-q) tertinggi dibandingkan sektor lain. Pada tahun 2021, PDB sektor pertanian juga secara konsisten tumbuh positif dan berlanjut pada tahun 2022.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian baik di pusat dan daerah, juga seluruh Kepala Dinas lingkup Pertanian yang telah berperan aktif dalam melaksanakan tugas dengan baik di tahun 2021 maupun 2022, saya mengajak kita untuk terus bekerja untuk kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani,” tutur SYL.

Bersamaan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono mengatakan Musrenbangtannas 2022 dilaksanakan secara hybrid (online dan offline) yang dihadiri sekitar 400 orang offline (OPD provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia, dan pegawai lingkup Kementerian Pertanian) dan dan 1000 orang secara online. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian proses penyusunan perencanaan program, kegiatan dan anggaran Tahun 2023 dengan mengundang seluruh Kepala Dinas, Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang yang menangani perencanaan lingkup Pertanian Provinsi di seluruh Indonesia.

“Pak Menteri memberikan arahan program pembangunan pertanian tidak lagi biasa-biasa saja, tapi okstra ordinari. Penyusunan program harus fokus dengan apa yang dicapai, tidak lagi asal alokasikan bantuan tanpa ada outpun yang jelas. Kita kerja swasembada pangan bahkan ekspor. Bagi daerah yang bisa naikkan ini, kita akn support dan fokuskan programnya,” jelasnya.

Kasdi menambahkan tujuan Musrembangtannas yakni membahas dan menyepakati hasil kesepakatan pada Rakortek (Rapat Kerja Teknis) Kementerian Dalam Negeri dan Musrenbangnas Kementerian PPN/Bappenas yang akan ditetapkan dalam Rencan Kerja (Renja) Kementerian Pertanian. Yakni terkait target produksi dan kegiatan prioritas Eselon I lingkup Kementerian Pertanian yang akan dilaksanakan di masing-masing provinsi, langkah percepatan peningkatan produksi komoditas pertanian.

“Dan kita akan lakukan sinkronisasi pusat dan daerah untuk mempertajam program/kegiatan mendukung peningkatan produktivitas, transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Kasdi.(adv)

Tags: KementanMentan SYLMusrenbangtanperencanaan pembangunan pertaniansektor pertanian

Berita Terkait.

Soal Rencana Penutupan Prodi, DPR Tegaskan Bertransformasi Lebih Tepat
Nasional

Soal Rencana Penutupan Prodi, DPR Tegaskan Bertransformasi Lebih Tepat

Selasa, 28 April 2026 - 07:45
Rooftop Wellness dengan City View di Jakarta! Morrissey Hotel Hadirkan Mat Pilates & Cooking Class Serta Cek Kesehatan Mata Gratis
Nasional

Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

Senin, 27 April 2026 - 21:30
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih, Ada Jumhur Hidayat hingga Dudung
Nasional

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Senin, 27 April 2026 - 19:41
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata
Nasional

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Senin, 27 April 2026 - 18:04
Kolaborasi BPDP dan AKPY-STIPER Tingkatkan Daya Saing UMKM Sawit
Nasional

Dorong Daya Saing, Petani Sawit Harus Masuk Ekosistem Industri

Senin, 27 April 2026 - 17:15
Lebaran-Jawara
Nasional

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

Senin, 27 April 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2357 shares
    Share 943 Tweet 589
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    931 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    767 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.