• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kondisi yang Mungkinkan Pasien Kanker Dirawat di Rumah

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 19 Februari 2022 - 14:05
in Gaya Hidup
pasien

Ilustrasi seorang caregiver merawat pasien. (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Secara umum, terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan pasien kanker menjalani perawatan di rumah, salah satunya tidak ada ancaman gangguan jalan napas atau gangguan pernapasan, ungkap Clinical Care Manager di Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Indonesia, Ns. Liya Arista, M.Kep, Sp.Kep.MB.

“Yang pasti penilaian utamanya berdasarkan penilaian dari dokter yang merawat pasien. Tim medis akan menyusun perencanaan pulang sebelum pasien pulang ke rumah agar pasien dapat pulang dengan aman dan pasien maupun keluarga sudah siap dalam melakukan perawatan,” kata dia seperti dikutip dari siaran pers RSUI, Sabtu (19/2/2022), seperti dikutip Antara.

BacaJuga:

Sengketa dengan Mantan Agensi, Aset Dua Anggota THE BOYS Dibekukan

Kia Perkuat Kedekatan dengan Generasi Muda Lewat Kolaborasi Bersama Hearts2Hearts

New Recruit 4 Rilis Poster dan Teaser Perdana, Kim Min Ho Kembali Jalani Kehidupan Militer yang Penuh Kekacauan

Lebih lanjut, Liya menyebutkan kondisi lain yang memungkinkan pasien kanker menjalani perawatan pasien di rumah yakni pasien mendapatkan asupan nutrisi cukup baik, gejala mual dan muntah terkontrol serta nyeri terkontrol dengan pemberian analgesik.

Baca Juga: Khasiat Air Kelapa Jaga Kesehatan Tubuh di Tengah Lonjakan Omicron

Kondisi berikutnya, yakni tidak ada tanda-tanda pada pasien yang mengarah kepada kondisi infeksi seperti demam serta lainnya, mayoritas obat-obatan dapat dikonsumsi via oral ataupun pemberian topikal dan ada caregiver yang siap untuk merawat pasien di rumah.

Liya juga menjelaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan keluarga pasien di rumah yaitu kondisi rumah yang kondusif dan aman dan nyaman bagi pasien serta alat kesehatan menyesuaikan dengan kondisi pasien serta jenis penyakit yang dialami.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan yakni ruangan dengan pencahayaan cukup dan sirkulasi udara baik, toilet terjangkau (posisi di lantai yang sama dengan kamar), lantai tidak licin, pencahayaan dan sirkulasi baik serta jika memungkinkan dengan kloset duduk dan ada pegangan pengaman di dinding.

Hal lainnya yang juga perlu disiapkan antara lain tempat tidur sesuai dengan ukuran pasien, jika pasien dengan ketergantungan total dan memungkinkan bisa menggunakan tempat tidur seperti di rumah sakit agar bisa disesuaikan untuk posisi sandaran dan terdapat pagar pelindung di samping tempat tidur.

“Jika tidak ada, boleh menggunakan tempat tidur biasa yang penting dipastikan tempat tidur selalu bersih,” kata Liya.

Kasur decubitus (yang berisi angin) untuk mencegah luka tekan pada pasien ketergantungan total dan imobilisasi, tabung oksigen dan pulse oximeter, kursi roda (khususnya dibutuhkan jika pasien ingin keluar rumah atau sekedar berpindah dari kamar untuk melihat lingkungan luar atau sekitarnya), alat untuk perawatan luka dan alat untuk kebersihan diri juga menjadi hal-hal yang juga dibutuhkan pasien sehingga sebaiknya disiapkan pihak keluarga.

Hal berikutnya yang perlu disiapkan yakni lemari khusus untuk penyimpanan obat-obatan yang suhu dan kelembabannya terkontrol untuk menjaga kualitas obat serta nomor telepon darurat serta fasilitas penunjang lain yang dibutuhkan saat kondisi darurat terjadi.

Liya mengatakan, ada beberapa tanda bahaya dan kegawatdaruratan pasien sehingga harus segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat. Menurut dia, pengetahuan untuk deteksi dini tanda-tanda kegawatdaruratan di rumah ini menjadi penting bagi seorang caregiver.

Tanda darurat yang dimaksud antara lain penurunan kesadaran pasien yang tiba-tiba, pasien menjadi sulit untuk dibangunkan, tidur dalam dan lama serta tidak berespon saat dipanggil atau bahkan diberikan rangsangan nyeri.

Tanda lainnya, saturasi oksigen pasien kurang dari 90-95 persen, napas pasien tampak cepat, pucat bibir dan tangan tampak kebiruan, pasien mual dan muntah dengan frekuensi yang sering, tampak lemas dan tidak mau makan ataupun minum.

Selain itu, pasien mengalami diare dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari dengan konsistensi feses cair tanpa ampas, frekuensi berkemih yang sedikit atau bahkan tidak ada urine yang keluar, pasien mengalami kejang, terjadi alergi setelah konsumsi obat-obatan tertentu dengan tanda kulit kemerahan, atau bengkak di area tubuh tertentu bahkan sampai sesak napas dan adanya perdarahan.

Perawatan pasien kanker dinilai menjadi hal yang sangat fundamental dalam pemulihan kondisinya. Selain di rumah sakit, pasien juga dimungkinkan menjalani perawatan di rumah setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter yang menangani. Perawatan pasien kanker di rumah dinilai dapat meningkatkan kenyamanan dan membantu memperbaiki suasana hati mereka.

Menurut Liya, pada kondisi tertentu ada fase pasien kanker stadium lanjut sudah sampai pada tahap tidak bisa diobati. Beberapa pasien dengan kondisi tersebut lebih merasakan kenyamanan perawatan di rumah dibandingkan dengan di rumah sakit. Kondisi tersebut sering disebut dengan perawatan paliatif. Penetapan status paliatif membutuhkan penilaian khusus dari dokter yang merawat pasien dan tim kesehatan menggunakan parameter penilaian medis khusus. Biasanya dokter akan memberikan edukasi jika pasien sudah masuk dalam kategori paliatif.

Namun, perawatan pasien kanker di rumah bukannya tanpa tantangan. Beberapa pasien atau keluarga biasanya tidak nyaman saat di rumah sakit yang berdampak terhadap kondisi psikologisnya. Perawatan pasien di rumah juga dapat menurunkan risiko penularan infeksi dari pasien lain di rumah sakit (infeksi nosokomial).

Pasien kanker termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan kekebalan tubuh. Terutama di saat pandemi Covid-19 saat ini, pasien yang keluar rumah rentan untuk tertular penyakit akibat infeksi virus corona itu. Oleh karena itu, perawatan pasien kanker di rumah membutuhkan kesiapan khusus baik dari segi pengetahuan, keahlian, maupun sumber daya pihak keluarga atau caregiver. (mg2)

Tags: kankerkesehatanpasienRawat Inap RS Universitas Indonesia

Berita Terkait.

Sengketa dengan Mantan Agensi, Aset Dua Anggota THE BOYS Dibekukan
Gaya Hidup

Sengketa dengan Mantan Agensi, Aset Dua Anggota THE BOYS Dibekukan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:04
Seltros
Gaya Hidup

Kia Perkuat Kedekatan dengan Generasi Muda Lewat Kolaborasi Bersama Hearts2Hearts

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:07
kim
Gaya Hidup

New Recruit 4 Rilis Poster dan Teaser Perdana, Kim Min Ho Kembali Jalani Kehidupan Militer yang Penuh Kekacauan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:40
martin
Gaya Hidup

CORTIS Tuai Kritik Usai Siaran Langsung, Komentar Martin Soal Fan Chant Picu Perdebatan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:20
shin
Gaya Hidup

Unggahan Sutradara Video Musik NewJeans Soal Comeback Tuai Pro-Kontra, Warganet Berdebat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30
Cahaya-Hati
Gaya Hidup

Raisa dan Eross Candra Kolaborasi di Lagu “Cahaya Hati”, iForte Angkat Pesan Ketangguhan dan Harapan

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:08

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3199 shares
    Share 1280 Tweet 800
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1423 shares
    Share 569 Tweet 356
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2917 shares
    Share 1167 Tweet 729
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.