• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Angka Stunting Lebih 30 Persen Ada di Enam Provinsi pada 2022

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 1 Februari 2022 - 07:45
in Nasional, Olahraga
bkkkbn

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (tengah) dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI dengan BKKBN yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (31/1/2022). Foto : Antara/Hreeloita Dharma Shanti

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebutkan bahwa terdapat enam provinsi yang masih memiliki angka kekerdilan (stunting) mencapai lebih dari 30 persen pada 2022.

“Amanah dari Bapak Presiden tentu kita lebih banyak fokus memperhatikan keluarga yang muda. Ini menjadi perhatian yang penting, karena keluarga muda yang baru mau produktif ini, jadi penentu masa yang akan datang,” kata Hasto dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI Dengan BKKBN yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (31/1/2022).

BacaJuga:

Menko PMK Buka EDRR Indonesia 2026, Tekankan Penguatan Aksi Merespon Peringatan Dini dan Transfer Teknologi Kebencanaan

Kementerian UMKM Kumpulkan Puluhan Lembaga, Dorong SAPA UMKM Jadi Satu Pintu Layanan Nasional

Kemendukbangga Jalin Kerja Sama dengan Kementerian PKP Melalui Program Bedah Rumah untuk Keluarga Berisiko Stunting

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2021, enam provinsi itu adalah Nusa Tenggara Timur (37,8 persen), Sulawesi Barat (33,8 persen), Aceh (33,2 persen), Nusa Tenggara Barat (31,4 persen) dan Sulawesi Tenggara (30,2 persen) dan Kalimantan Selatan (30 persen).

Hasto menuturkan permasalahan gizi pada keenam provinsi itu harus segera mungkin dituntaskan. Sebab stunting menjadi salah satu komponen terbesar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yakni sebesar 24,4 persen.

Selain itu, permasalah stunting dalam pembangunan sumber daya manusia nantinya juga sangat berkaitan erat dengan terjadinya mental emotional disorder pada anak sebesar 9,8 persen, disabilitas atau autisme 4,1 persen. “Kita harus siapkan saat ini, mulai dari sekarang. Supaya betul-betul Indonesia emas bisa diraih,” ujarnya.

Guna mengentaskan stunting, pihaknya akan fokus melakukan berbagai penanganan melalui intervensi baik secara sensitif maupun spesifik di enam provinsi yang memiliki prevalensi tertinggi sekaligus lima provinsi dengan jumlah penduduk absolut. Kelima provinsi tambahan itu adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan Sumatera Utara.

BKKBN juga akan berpegang teguh pada lima pilar yang ada dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting, di mana pilar-pilar itu mengacu mulai dari pembangunan komitmen pemerintah pusat dan daerah, menjalankan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pada masyarakat, berjalannya intervensi sensitif dan spesifik.

Termasuk pengolahan bahan pangan lokal melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) serta menjalankan riset dan inovasi seperti Pendataan Keluarga (PK) 2021 juga menciptakan aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil).

Sedangkan dalam melakukan pendampingan pada keluarga, BKKBN sudah membentuk tim pendamping keluarga yang terdiri dari 600 ribu personel atau sebanyak 200 ribu tim yang terdiri dari bidan, tim PKK juga kader dan disebar di seluruh penjuru negeri

Namun, kata dia, semua hal itu tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya komitmen kuat dan kolaborasi bersama semua pihak.

Oleh sebab itu, berbagai kerja sama dengan kementerian dijalin guna mempercepat penurunan angka stunting. “Peran BKKBN memfokuskan pada keluarga, bagaimana unit terkecil dalam masyarakat keluarga ini bisa dipastikan menerima bantuan-bantuan yang bersumber dari kementerian dan lembaga sampai pada sasaran,” tegas Hasto dilansir Antara. (aro)

Tags: bkkbnkeluarga berencanastunting

Berita Terkait.

Pratikno
Nasional

Menko PMK Buka EDRR Indonesia 2026, Tekankan Penguatan Aksi Merespon Peringatan Dini dan Transfer Teknologi Kebencanaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:03
Maman
Nasional

Kementerian UMKM Kumpulkan Puluhan Lembaga, Dorong SAPA UMKM Jadi Satu Pintu Layanan Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:32
Wihaji
Nasional

Kemendukbangga Jalin Kerja Sama dengan Kementerian PKP Melalui Program Bedah Rumah untuk Keluarga Berisiko Stunting

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:02
Purbaya
Nasional

Belajar Makin Interaktif, Purbaya Ingin Papan Edukasi Digital Diperluas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:01
MOU
Nasional

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital Industri Daur Ulang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:40
pratikno
Nasional

Peringatan Dini Saja Tak Cukup, BNPB Genjot Teknologi Kebencanaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2211 shares
    Share 884 Tweet 553
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    999 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.