• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Teleskop Webb Dekati Orbit Matahari

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 24 Januari 2022 - 23:10
in Internasional
teleskop

Arsip - Cermin teleskop luar angkasa James Webb terlihat di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, AS, 2 November 2016. (ANTARA/Reuters/Kevin Lamarque/as)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Teleskop ruang angkasa James Webb milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Senin mendekati ruang parkir gravitasinya di orbit yang mengelilingi matahari sejauh hampir 1,6 juta km dari bumi.

Teleskop itu dirancang untuk memberi pandangan baru bagi dunia tentang tahap awal terciptanya awal semesta.

BacaJuga:

Berseteru dengan Menhan Hegseth, Pentinggi Angkatan Darat AS Mundur

Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Direkrut Rusia untuk Perang

Demokrasi Hijau Mendunia, Indonesia Jadi Tuan Rumah ISC-3 2027

Pendorong roket akan melakukan manuver terakhir untuk mengoreksi arah pada pukul 19 GMT (Selasa, pukul 2 WIB).

Setelah itu, Webb diharapkan tiba di posisi orbital yang stabil antara bumi dan matahari yang dikenal sebagai Lagrange Point Two, atau L2, satu bulan setelah diluncurkan.

Pendorong tersebut akan diaktifkan oleh para teknisi kendali misi di Space Telescope Science Institute di Baltimore.

Tim darat akan menggunakan sinyal radio untuk memastikan apakah Webb berhasil “disisipkan” ke orbit, kata Eric Smith, ilmuwan program Webb NASA.

Dari titik pandangnya di ruang angkasa, Webb akan melintasi jalur khusus sehingga teleskop itu dan bumi selalu sejajar ketika mengelilingi matahari agar kontak radio tidak terganggu.

Baca Juga: Gempa Dangkal Guncang Jayapura Papua

Sebagai perbandingan, pendahulu Webb yang kini berusia 30 tahun, teleskop Hubble, mengorbit bumi dari jarak sejauh 547 km, mengitari planet biru itu setiap 90 menit.

Kombinasi tarikan matahari dan bumi di L2 membuat Webb tetap berada di posisinya sehingga hanya sedikit dorongan roket diperlukan untuk mencegah teleskop itu keluar dari orbit.

Posisi L2 telah digunakan oleh sejumlah satelit selama bertahun-tahun karena memungkinkan “pemakaian bahan bakar paling sedikit agar tetap berada di orbit”, kata Smith.

Pusat operasi juga telah memulai menyesuaikan arah cermin utama Webb.

Cermin itu tersusun dari 18 segmen heksagonal yang terbuat dari logam berilium berlapis emas berukuran 6,5 meter, lebih besar dari cermin utama Hubble.

Ukuran dan bentuknya, yang dirancang agar bisa dioperasikan dalam spektrum inframerah, membuat Webb mampu melihat dari balik awan gas dan debu, serta dapat mengamati objek di kejauhan, sehingga mampu meneropong lebih jauh ke “masa lalu” daripada Hubble atau teleskop lainnya.

Fitur-fitur ini diharapkan dapat membawa revolusi di bidang astronomi, memberikan pandangan pertama dari galaksi-galaksi bayi yang berusia 100 juta tahun setelah Dentuman Besar.

Dentuman Besar atau Big Bang adalah titik teoritis yang menjadi awal lahirnya alam semesta sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu.

Instrumen-instrumen Webb juga membuatnya ideal untuk mencari tanda-tanda atmosfer yang menopang kehidupan di sejumlah eksoplanet –planet yang mengitari bintang yang jauh – dan untuk mengamati dunia lain yang lebih dekat dengan bumi, seperti Mars dan bulan es Saturnus, Titan.

Langkah Berikutnya

Diperlukan beberapa bulan lagi untuk mempersiapkan Webb agar bisa melakukan debutnya.

Segmen-segmen cermin utamanya – dilipat dan dimuat ke dalam kargo roket saat dibawa ke ruang angkasa – dibentangkan bersama komponen lain selama dua minggu sejak diluncurkan pada 25 Desember.

Segmen-segmen tersebut belum lama ini dilepas dari pengikatnya dan pelan-pelan bergerak maju setengah inci dari konfigurasi awal, sehingga mereka bisa dibentangkan menjadi satu bidang pengumpul cahaya yang utuh.

Ke-18 segmen tersebut kini harus diselaraskan agar cermin memiliki fokus yang tepat. Proses itu akan menghabiskan waktu tiga bulan.

Selama proses penyelarasan, tim darat akan mulai mengaktifkan spektograf, kamera dan instrumen lain di observatorium, lalu diikuti dengan proses kalibrasi instrumen selama dua bulan, kata Smith.

Jika semuanya lancar, Webb akan siap untuk memulai pengamatannya pada awal musim panas, dan mengirimkan gambar-gambar awal untuk memeriksa apakah instrumen-instrumen telah berfungsi dengan baik.

Namun Smith mengatakan tugas paling ambisius dari Webb, termasuk rencana melatih cerminnya agar bisa menangkap objek terjauh dari bumi, akan memerlukan waktu lebih lama sampai dunia bisa melihat gambar-gambar yang ditangkap oleh teleskop itu.

Teleskop Webb adalah kolaborasi internasional badan-badan ruang angkasa di Eropa dan Kanada yang dipimpin oleh NASA. Northrop Grumman Corp adalah kontraktor utamanya. (bro)

Tags: Orbit MatahariTeleskop Webb

Berita Terkait.

Berseteru dengan Menhan Hegseth, Pentinggi Angkatan Darat AS Mundur
Internasional

Berseteru dengan Menhan Hegseth, Pentinggi Angkatan Darat AS Mundur

Selasa, 1 September 2026 - 11:17
tni
Internasional

Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Direkrut Rusia untuk Perang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:57
Muktamar ke-35 NU Sepakati AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan
Internasional

Demokrasi Hijau Mendunia, Indonesia Jadi Tuan Rumah ISC-3 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:01
kamenri
Internasional

Iran Tegaskan Tidak Akan Tunduk pada Sanksi Ekonomi AS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:30
abbas
Internasional

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09
Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30

OLAHRAGA

league
Olahraga

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Editor Dilianto
Rabu, 2 September 2026 - 04:04

INDOPOSCO.ID – Gemuruh Super League 2026/2027 tak hanya akan terdengar dari stadion. Musim baru kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia...

SelengkapnyaDetails
sty

Comeback ke Liga Indonesia, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan yang Membuatnya Bangga

Selasa, 1 September 2026 - 23:13
et

Momen STY-Erick Thohir Jabat Tangan di Launching Super League Jadi Sorotan

Selasa, 1 September 2026 - 22:02
Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:15
timnas

Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Garuda Muda Diminta Waspada

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.