• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Tekan Kematian Akibat Asfiksia, Profesor di RSCM Ciptakan Mix Safe

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 21 Januari 2022 - 22:19
in Gaya Hidup
bayi

Ilustrasi - Bayi. Foto : Antara/lensaindonesia.com/Dok

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Seorang profesor di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) dr Cipto Mangunkusumo menciptakan alat bantu napas atau resisutasi portable bernama Mix Safe® guna menekan laju kematian bayi akibat asfiksia.

“Dimulai sejak 2015, saya dan tim yang terdiri atas tenaga ahli serta penyandang dana yang tergabung dalam PT Fyrom International melakukan uji coba dan pelatihan untuk menciptakan Mix Safe®,”kata inisiator Mix Safe® Prof Dr dr Rinawati Rohsiswatmo Sp A (K) melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (21/1/2022).

BacaJuga:

Penampilan Baru Shuhua i-dle Jadi Sorotan, Penggemar Khawatir Usai Melihat Perubahan Berat Badan

NCT 127 Resmi Umumkan Comeback, Album Ketujuh Meluncur Agustus 2026

Dipertemukan Takdir, Ha Seok Jin dan Hani Tampil Romantis di Poster Perdana ‘Love On The Menu’

Kepala Instalasi Pelayanan Terpadu Kesehatan Ibu dan Anak Kiara RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo itu mengatakan Mix Safe® adalah alat resisutasi portable yang mudah digunakan dan dibawa untuk menyelamatkan bayi yang membutuhkan bantuan pernapasan.

Ia mengatakan alat tersebut diciptakan sebagai respons atas tingginya angka kematian bayi (AKB) di Indonesia menduduki peringkat keenam tertinggi di Asia Tenggara. Salah satu penyebab tingginya kematian bayi baru lahir adalah mengalami asfiksia atau ketidakmampuan untuk bernapas dengan baik.

Baca Juga: Dokter Ingatkan Pentingnya Posisi Duduk yang Ergonomis Saat Bekerja

Perempuan yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan sebelum muncul Mix Safe®, alat resisutasi yang tersedia hanyalah buatan luar negeri dan membutuhkan campuran gas medis dan oksigen.

Dikarenakan biaya yang mahal, kata Rinawati, keberadaannya pun sangat terbatas. Selain itu, penggunaan alat resisutasi impor juga dapat menyebabkan kebutaan pada bayi apabila menggunakan oksigen murni 100 persen.

“Mix Safe® berukuran relatif kecil sehingga mudah untuk dibawa pada saat bayi memerlukan rujukan dan dapat bertahan selama 6 jam dengan menggunakan baterai,” katanya.

Selain itu, Mix Safe® juga berfungsi sebagai kompresor, sehingga ketika dicampur dengan oksigen murni, dapat dengan mudah mengukur kadar oksigen hanya sampai batas 21-30 persen, sesuai dengan kebutuhan.

Dokter anak kelahiran Sukabumi ini mengatakan bahwa Mix Safe® menggunakan 80 persen komponen bahan baku dalam negeri, sehingga harganya pun jauh lebih terjangkau.

Pada 2018, Mix Safe® telah mendapat hak paten dari Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual serta telah mendapatkan sertifikasi ISO 13485 yang merupakan standar manajemen mutu internasional untuk pabrik perangkat medis.

”Mix Safe® telah diakui oleh Kementerian Kesehatan dan saat setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus memiliki alat resisutasi portable ini, bahkan fasilitas kesehatan tingkat primer sekalipun,” katanya.

Sejak 2018, Rinawati juga telah berkeliling ke hampir seluruh provinsi di Indonesia untuk mengajarkan penggunaan Mix Safe® kepada tenaga kesehatan, agar bayi baru lahir yang mengalami asfiksia dapat dengan cepat tertolong sehingga mampu menurunkan AKB di Indonesia seperti dikutip Antara

Meski buatan lokal, Mix Safe® pun telah dipamerkan di tingkat dunia. Rinawati menyampaikan bahwa Mix Safe® sedang mengejar untuk mendapatkan Certificate of Europe (CE) agar dapat menembus pasar dunia. Bahkan, Timor Leste dan beberapa negara di Afrika pun telah tertarik untuk membeli Mix Safe®. (mg2)

Tags: BayikematianRSCM

Berita Terkait.

idle
Gaya Hidup

Penampilan Baru Shuhua i-dle Jadi Sorotan, Penggemar Khawatir Usai Melihat Perubahan Berat Badan

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:09
NCT
Gaya Hidup

NCT 127 Resmi Umumkan Comeback, Album Ketujuh Meluncur Agustus 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:08
Drama-Korea
Gaya Hidup

Dipertemukan Takdir, Ha Seok Jin dan Hani Tampil Romantis di Poster Perdana ‘Love On The Menu’

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:35
Riize
Gaya Hidup

Viral! ‘Do Your Dance’ RIIZE Tembus 100 Juta Penayangan di TikTok

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:34
Jennie BLACKPINK Tampil Memukau di Festival Roskilde, Gaya Panggung Berani Jadi Sorotan
Gaya Hidup

Jennie BLACKPINK Tampil Memukau di Festival Roskilde, Gaya Panggung Berani Jadi Sorotan

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:01
Park Yoochun Cicil Tunggakan Pajak Rp4,4 Miliar, Target Lunas Tahun Ini
Gaya Hidup

Park Yoochun Cicil Tunggakan Pajak Rp4,4 Miliar, Target Lunas Tahun Ini

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:31

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2291 shares
    Share 916 Tweet 573
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    814 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Hossam-Hassan
Olahraga

Jelang Lawan Argentina, Pelatih Mesir Curi Perhatian Lewat Pesan Solidaritas Palestina

Editor Dilianto
Selasa, 7 Juli 2026 - 18:58

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan mengalihkan fokus dari laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 kontra Argentina demi...

SelengkapnyaDetails
Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:24
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:34
Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:29
Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:04
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.