• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Presiden Cyril Puji Mendiang Uskup Agung Desmond Tutu Sebagai “Kompas Moral”

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Minggu, 2 Januari 2022 - 09:32
in Internasional
uskup tutu

Foto mendiang Uskup Agung Desmond Tutu ditampilkan saat pemakaman kenegaraan, di Katedral St George, di Cape Town, Afrika Selatan, Sabtu (1/1/2022). ANTARA FOTO/Pool via Reuters-Jaco Marais/hp

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Cyril Ramaphosa memuji mendiang Uskup Agung Desmond Tutu sebagai “kompas moral dan hati nurani nasional kita” saat Afrika Selatan mengucapkan selamat tinggal kepada pahlawan perjuangan melawan apartheid dalam pemakaman kenegaraan, Sabtu (1/1).

“Bapa kami yang telah meninggal adalah seorang pejuang untuk kebebasan, untuk keadilan, untuk kesetaraan dan perdamaian, tidak hanya di Afrika Selatan, negara kelahirannya, tetapi di seluruh dunia,” kata Ramaphosa, menyampaikan pidato perpisahan dalam kebaktian di Katedral St George, Cape Town, tempat selama bertahun- tahun Tutu berkhotbah menentang ketidakadilan rasial.

BacaJuga:

Gempa M 7,0 Guncang Tibet, Dipastikan Tidak Ada Korban WNI

Aher Soroti Dugaan Pembatasan Jilbab di Azerbaijan: HAM Tak Boleh Bermuka Dua

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Mentrans Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Presiden itu kemudian menyerahkan bendera nasional kepada janda Tutu, Nomalizo Leah, yang dikenal sebagai “Mama Leah”. Tutu, yang dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian pada 1984 karena penentangannya tanpa kekerasan terhadap pemerintahan minoritas kulit putih, meninggal Minggu lalu dalam usia 90 tahun.

Baca Juga : Afsel Tarik Kembali Aturan Baru Isolasi dan Karantina

Jandanya duduk di kursi roda di barisan depan jemaat, mengenakan selendang ungu, warna jubah yang biasa dipakai saat berkhotbah oleh suaminya. Ramaphosa mengenakan dasi yang serasi.

Cape Town, kota tempat Tutu tinggal hampir sepanjang hidupnya, diguyur hujan di luar musimnya pada Sabtu pagi ketika pelayat berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pria yang dikenal sebagai “The Arch”– gerbang melengkung sebagai simbol perdamaian dan demokrasi untuk menghormati Desmond Tutu.

Matahari bersinar terang setelah Misa arwah ketika enam pendeta berjubah putih yang bertindak sebagai pembawa kain penutup keranda mendorong peti mati keluar dari katedral ke mobil jenazah.

Baca Juga : Cegah Omicron, Afsel Pertahankan Pembatasan Sosial Level 1

Jenazah Tutu akan dikremasi dan kemudian abunya dikebumikan di belakang mimbar katedral dalam sebuah upacara pribadi.

“Bertubuh kecil secara fisik, dia adalah raksasa di antara kita secara moral dan spiritual,” kata pensiunan Uskup Michael Nuttall, yang menjabat sebagai wakil Tutu selama bertahun-tahun seperti dikutip Antara, Minggu (2/1/2021).

Poster Tutu seukuran aslinya, dengan tangan tergenggam, ditempatkan di luar katedral, di mana jumlah jemaat dibatasi sesuai dengan langkah-langkah Covid-19.

Uskup Agung Canterbury Justin Welby, yang memimpin Komuni Anglikan global, mengatakan dalam sebuah pesan yang direkam: “Orang-orang mengatakan ketika kita berada dalam kegelapan, dia membawa terang dan bahwa… telah menerangi negara- negara secara global yang sedang berjuang melawan ketakutan., konflik, penganiayaan, penindasan.”

Anggota keluarga Tutu terlihat sedih..

Putrinya, Pendeta Nontombi Naomi Tutu, berterima kasih kepada para simpatisan atas dukungan mereka saat Misa dimulai, suaranya sebentar bergetar karena emosi.

Bangsa pelangi

Dihormati secara luas di seluruh ras dan budaya Afrika Selatan karena integritas moralnya, Tutu tidak pernah berhenti memperjuangkan visinya tentang” Bangsa Pelangi” tempat semua ras di Afrika Selatan pasca- apartheid dapat hidup dalam harmoni.

Ratusan simpatisan mengantre pada Kamis dan Jumat untuk memberikan penghormatan terakhir mereka saat tubuhnya disemayamkan di katedral.

Sebagai uskup agung Anglikan Cape Town, Tutu mengubah St George menjadi apa yang dikenal sebagai “Katedral Rakyat” tempat perlindungan bagi para aktivis anti apartheid selama pergolakan 1980-an dan 1990-an ketika pasukan keamanan secara kasar menindas gerakan demokrasi massal.

Sekelompok kecil sekitar 100 orang mengikuti proses pemakaman di layar lebar di Grand Parade, di seberang Balai Kota tempat Tutu bergabung dengan Nelson Mandela ketika dia memberikan pidato pertamanya setelah dibebaskan dari penjara.

“Kami datang untuk memberikan penghormatan terakhir kami kepada bapa kami Tutu. Kami mencintai bapa kami, yang mengajari kami tentang cinta, persatuan, dan rasa hormat satu sama lain,” kata Mama Phila, seorang Rastafarian( pemeluk aliran keagamaan Jamaika yang berkeyakinan bahwa orang- orang kulit hitam adalah bangsa terpilih) berusia 54 tahun yang mengenakan warna hijau, merah dan kuning– simbol keyakinannya.

Mandela, yang menjadi presiden pasca- apartheid pertama di negara itu dan meninggal pada Desember 2013, pernah berkata tentang temannya: “Terkadang melengking, sering lembut, tidak pernah takut dan jarang tanpa humor, suara Desmond Tutu akan selalu menjadi suara bagi kaum yang tak bersuara.” (mg1)

Tags: afrika selatanafselCyril RamaphosaUskup Agung Desmond Tutu

Berita Terkait.

tibet
Internasional

Gempa M 7,0 Guncang Tibet, Dipastikan Tidak Ada Korban WNI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:20
siswa
Internasional

Aher Soroti Dugaan Pembatasan Jilbab di Azerbaijan: HAM Tak Boleh Bermuka Dua

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:02
Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun, Pembiayaan UKM Tumbuh 6,9 Persen
Internasional

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Mentrans Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:07
Guru Besar FH Untar Berkontribusi dalam Pembahasan Reformasi Investasi di Forum PBB
Internasional

Guru Besar FH Untar Berkontribusi dalam Pembahasan Reformasi Investasi di Forum PBB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:17
Pimpin Komite ASEAN di Ottawa, Indonesia Pacu Kemitraan Ekonomi ASEAN-Kanada
Internasional

Pimpin Komite ASEAN di Ottawa, Indonesia Pacu Kemitraan Ekonomi ASEAN-Kanada

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:57
aidi
Internasional

BKSAP DPR Soroti Larangan Jilbab di Azerbaijan: Bukan Simbol Ekstremisme

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • IWBIF

    IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1314 shares
    Share 526 Tweet 329
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.