• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga Minyak Ditutup Lebih Tinggi Meskipun Ada Kekhawatiran Omicron

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 29 Desember 2021 - 11:59
in Ekonomi
seorang petugas spbu

Seorang petugas mengisi bahan bakar minyak jenis Pertamax ke mobil konsumen di SPBU Pertamina, Cikini, Jakarta, Foto: Antara/Andika Wahyu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga minyak menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan minyak mentah Brent mengakhiri sesi di dekat 80 dolar AS per barel meskipun terjadi penyebaran cepat varian virus corona Omicron, didukung oleh gangguan pasokan dan ekspektasi bahwa persediaan AS turun minggu lalu.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari ditutup naik 34 sen atau 0,4 persen, menjadi 78,94 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari menguat 41 sen atau 0,5 persen, menjadi menetap di 75,98 dolar AS per barel.

BacaJuga:

PHE dan Pertamina Drilling Perkuat Budaya Keselamatan Kerja di Rig PDSI#40.3

Eni Kucurkan Investasi Rp200 Triliun, Proyek Gas Raksasa Kaltim Siap Produksi 2028

Danantara Perluas DPT PSEL, Bidik Teknologi Global untuk Ubah Sampah Jadi Energi

Kedua kontrak tersebut diperdagangkan pada level tertinggi dalam sebulan, dibantu oleh penguatan di ekuitas AS.

“Pasar saham tampaknya siap untuk menyelesaikan tahun ini pada atau mendekati rekor tertinggi yang akan berdampak ke pasar minyak mendorong nilai minyak mentah lebih tinggi,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.

“Dukungan datang juga dari gangguan produksi agregat tinggi di Ekuador, Libya dan Nigeria dan ekspektasi penurunan besar lain dalam persediaan minyak mentah AS,” kata analis minyak UBS Giovanni Staunovo Rabu (29/12/2021), seperti dikutip Antara.

Tiga produsen minyak itu menyatakan force majeure bulan ini pada sebagian dari produksi minyak mereka karena masalah pemeliharaan dan penutupan ladang minyak.

Jajak pendapat awal Reuters menunjukkan pada Senin (27/12/2021) bahwa persediaan minyak mentah AS kemungkinan telah turun untuk minggu kelima berturut-turut, sementara persediaan bensin terlihat sebagian besar tidak berubah minggu lalu.

Inggris tidak akan menghadapi pembatasan baru Covid-19 sebelum akhir 2021, menteri kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan pada Senin (27/12/2021), ketika pemerintah menunggu lebih banyak bukti tentang apakah layanan kesehatan dapat mengatasi tingkat infeksi yang tinggi.

Presiden AS Joe Biden, sementara itu, berjanji untuk mengurangi kekurangan tes Covid-19 karena varian Omicron mengancam akan membanjiri rumah sakit serta menghambat rencana perjalanan.

Kekurangan staf yang disebabkan oleh Omicron menyebabkan ribuan pembatalan penerbangan selama akhir pekan Natal di Amerika Serikat.

Investor sedang menunggu pertemuan OPEC+ pada 4 Januari, di mana aliansi akan memutuskan apakah akan melanjutkan rencana peningkatan produksi 400.000 barel per hari pada Februari.

Pada pertemuan terakhirnya, OPEC+ tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi untuk Januari meskipun ada Omicron.

Para manajer uang menaikkan posisi net long minyak mentah berjangka AS dan posisi opsi dalam seminggu hingga 21 Desember, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan pada Senin (27/12/2021).

Kelompok spekulan menaikkan posisi gabungan berjangka dan opsi di New York dan London sebesar 4.634 kontrak menjadi 259.093 selama periode itu.(mg1)

Tags: Harga MinyakminyakOmicronvarian baru covid

Berita Terkait.

Jajaran-manajemen-PHE
Ekonomi

PHE dan Pertamina Drilling Perkuat Budaya Keselamatan Kerja di Rig PDSI#40.3

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:02
Bahlil
Ekonomi

Eni Kucurkan Investasi Rp200 Triliun, Proyek Gas Raksasa Kaltim Siap Produksi 2028

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:21
Petugas
Ekonomi

Danantara Perluas DPT PSEL, Bidik Teknologi Global untuk Ubah Sampah Jadi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:50
Perwira-PEP
Ekonomi

Inovasi USAT PEP Rantau Tekan Loss Produksi, Tambah Pendapatan hingga Miliaran Rupiah

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:19
Perwira-PDC
Ekonomi

Dedikasi Tanpa Libur, PDC Pastikan Kebutuhan Energi Tetap Terpenuhi di Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:48
PEP-Adera-Field
Ekonomi

PEP Adera Field Ukir Temuan Baru di Abab, ABB-145 Tunjukkan Potensi Besar

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:47

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2510 shares
    Share 1004 Tweet 628
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    806 shares
    Share 322 Tweet 202
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    704 shares
    Share 282 Tweet 176
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    697 shares
    Share 279 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.