• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Direktur Balapan F1 Jadi Sorotan Setelah Kontroversi GP Abu Dhabi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 14 Desember 2021 - 09:52
in Olahraga
F1

Gambaran umum Grand Prix Formula 1 Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (13/12/2020). Antara/Reuters/Pool/Bryn Lennon/aa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Race director Michael Masi menjadi sorotan menyusul balapan Grand Prix Abu Dhabi yang kontroversial di mana Max Verstappen mengalahkan Lewis Hamilton di lap terakhir setelah periode safety car usai.

Sejumlah pihak mempertanyakan permainan yang adil dan integritas olahraga balap mobil paling bergensi di dunia itu serta peran dari Michael Masi.

BacaJuga:

Reaksi John Herdman Usai Indonesia Tumbangkan Timor Leste 3-0

Lumat Timor Leste 3-0, Indonesia Puncaki Klasemen Grup A

Pilot Malaysia yang Ditangkap di Soetta Ternyata Positif Sabu hingga Ekstasi

Tak ada yang meragukan Verstappen sebagai seorang pebalap yang layak menjadi juara dunia saat pebalap berusia 24 tahun asal Belanda itu dan juara dunia tujuh kali asal Inggris menyajikan salah satu musim paling menarik di Formula 1 tahun ini.

Baca Juga : Menang Dramatis di GP Abu Dhabi, Verstappen Juara Dunia F1

Namun, situasi yang melahirkan kemenangan sang pebalap Red Bull sangat kontroversial, sehingga menempatkan Masi, yang ditunjuk sebagai direktur balapan menggantikan pendahulunya, Charlie Whiting yang meninggal dunia pada 2019, berada di titik sasaran.

Saat safety car dikeluarkan jelang akhir lomba di Abu Dhabi, Masi menyatakan mobil-mobil yang dioverlap tidak diizinkan untuk melepaskan diri dari safety car sebelum balapan dilanjutkan.

Menabrak protokol, dia kemudian menyatakan hanya lima pebalap yang dioverlap di antara Verstappen dan Hamilton boleh melepaskan diri, ketimbang semuanya seperti peraturan biasanya.

Hal itu mengatur satu lap terakhir untuk balapan normal sehingga Verstappen, yang mengambil peluang untuk pitstop berganti ban baru sedangkan Hamilton bertahan di luar trek, mendapati jalur yang mudah untuk menyalip Hamilton tujuh tikungan jelang finis.

“Ini adalah cara baru menjalankan olahraga ini di mana race director dapat membuat keputusan ad hoc semacam itu,” kata juara dunia 1996 Damon Hill dilansir Reuters, Selasa (14/12/2021), dikutip dari Antara.

Bahkan pebalap tim Williams George Russell, yang bakal bergabung dengan Mercedes sebagai tandem Hamilton tahun depan, memandang hal itu tidak bisa diterima.

“INI TAK BISA DITERIMA!!!!” cuit pebalap Russell di Twitter.

“Max adalah pebalap yang sangat fantastis yang menjalani musim yang luar biasa dan saya sangat menghormati dia, tapi apa yang terjadi ini benar-benar tak bisa diterima,” kata pebalap yang akan bergabung dengan Mercedes tahun depan itu.

“Saya tak percaya dengan apa yang kita baru saja saksikan,” tambahnya.

Nico Rosberg, juara dunia 2016 pun turut berkomentar.

“Saya rasa Michael Masi dapat memutuskan apa yang ia inginkan dan dia adalah direkturnya,” kata sang pebalap Jerman kepada televisi Sky Sport, seraya menambahkan, Mercedes telah merancang strategi untuk suatu peraturan yang kemudian secara tiba-tiba diubah.

Bos tim Mercedes Toto Wolff tak bersedia berkomentar setelah balapan usai.

Area abu-abu

Regulasi di F1 meninggalkan sejumlah area abu-abu.

Instruksi “mobil yang dioverlap boleh menyalip” tidak diberikan dan sang direktur balapan, di bawah peraturan terpisah, memiliki otoritas yang dapat mengesampingkan ketika bicara soal safety car.

Setelah GP Belgia yang diguyur hujan lebat, yang berakhir dengan para pebalap melaju beberapa lap di belakang safety car, Masi dapat dimaklumi karena ia tak ingin musim yang mendebarkan ini berakhir dengan arak-arakan.

Dia juga sering terdengar terlibat percakapan dengan tim lewat radio komunikasi yang disiarkan untuk pertama kalinya musim ini.

Di Arab Saudi, balapan sebelum Abu Dhabi, tersiar negosiasi yang berantakan dengan Red Bull soal posisi grid Verstappen untuk restart yang menimbulkan keraguan terhadap otoritas Masi.

Itu terdengar, kata bos Red Bull Christian Horner, seperti tawar menawar di pasar meskipun managing director F! Ross Brawn mendukung pendekatan pragmatis Masi.

Juara dunia 2009 Jenson Button menyadari tidak banyak yang ingin menjadi race director.

“Dia ingin membuat mereka balapan. Dia tidak ingin memutuskan kejuaraan dunia. Ini tugas yang sangat sulit tapi kita melihat balapan,” kata Button.(mg1)

Tags: Formula 1GP Abu DhabiLewis Hamiltonmax verstappenMichael Masi

Berita Terkait.

john
Olahraga

Reaksi John Herdman Usai Indonesia Tumbangkan Timor Leste 3-0

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:01
timns
Olahraga

Lumat Timor Leste 3-0, Indonesia Puncaki Klasemen Grup A

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21
pilot
Olahraga

Pilot Malaysia yang Ditangkap di Soetta Ternyata Positif Sabu hingga Ekstasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:55
squad
Olahraga

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:17
bola
Olahraga

Susunan Pemain Indonesia vs Timor Leste: Nadeo Dicadangkan, Baker Tetap Jadi Andalan

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:14
Indonesia vs Timor Leste: Herdman Minta Garuda Waspada, Juga Tebar Sinyal Misterius
Olahraga

Indonesia vs Timor Leste: Herdman Minta Garuda Waspada, Juga Tebar Sinyal Misterius

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:32

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2067 shares
    Share 827 Tweet 517
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2042 shares
    Share 817 Tweet 511
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1034 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3149 shares
    Share 1260 Tweet 787
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.