INDOPOSCO.ID – Satu lagi pesohor tanah air Ariel Tatum menghebohkan publik, setelah mengunggah kegiatannya dalam ritual umat Hindu dalam upacara Melukat di salah satu tempat di Pulau Bali dalam akun Instagramnya.
Tampak dalam unggahan instagramnya, Ariel Tatum terlihat cantik dengan kebaya putih khas Bali dengan sepucuk bunga di telinganya.
”Untuk bisa terhubung lagi dengan pikiranku, tubuh, jiwaku adalah sebuah pengalaman yang melelahkan, menakjubkan, tapi luas biasa, hingga aku tak akan menukarnya dengan hal lain di dunia,” tulis Ariel dalam unggahannya.
Baca Juga : Dituding Terjerat Narkoba, Aktor Ben Joshua Lakukan Klarifikasi
Padahal, upacara Melukat bukanlah pertanda seseorang menyatakan diri menganut agama Hindu, namun bisa saja dilakukan oleh penganut agama lain dalam membuang aura negatif yang ada dalam dirinya dalam kepercayaan agama Hindu.
Ni Kadek Mahartini, salah seorang penganut Hindu warga jalan Kebo Iwa, Batu Kandek, Denpasar Barat kepada INDOPOSCO menjelaskan, tidak semua yang ikut ritul Melukat adalah penganut agama Hindu.
Menurut Mahartini, banyak juga dari penganut agama lain yang mengikuti upacara Melukat, karena Melukat adalah upacara pembersihan pikiran dan jiwa secara spritual dalam diri manusia yang dipimpin oleh Pemangku (tokoh agama Hindu-red).
”Melukat itu tidak hanya dilakukan oleh orang yang menganut agama Hindu, namun juga bisa dilakukan oleh penganut agama lain, karena Melukat dalam kepercayaan agama Hindu adalah pembersihan diri dari aura negatif,” terang Mahartini, Minggu (12/12/2021).
Baca Juga : Aktor Jeff Smith Jadi Tersangka Kasus Narkoba
Ia menjelaskan, bagi umat agama lain yang akan memeluk agama Hindu bukan melaksanakan upacara Melukat, melainkan adalah upacara atau ritual Sudhi Wadhani, sebagai bentuk pengesahan ucapan dan janji seseorang secara tulus ikhlas yang suci menyatakan diri menganut agama Hindu.
”Kalau masuk agama Hindu bukan mengikuti upacara Melukat, namun upacara Sudhi Wadhani. Mungkin kalau dalam Islam membaca dua kalimat syahadat,” tegasnya.
Lebih jauh dikatakan, tidak sedikit juga umat Hindu Bali yang datang berobat secara spritual ke orang Islam dan melakukan ritual yang dipercaya sebagaimana umat Islam, seperti mandi kembang dan mandi ke pantai yang dipercaya untuk membuang sial dalam dirinya.
”Saya juga pernah terkena guna-guna dan datang berobat secara spiritual ke orang Islam di Kampung Jawa, Denpasar. Salah satu ritualnya saya disuruh mandi ke pantai Sanur, bukan berarti saya pindah ke Islam” tukasnya.
Hal senada dikatakan Jero Suci, bahwa ritual Melukat tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu, namun bisa dilakukan oleh umat agama lain.
”Itu tergantung kepercayaan, kalau dia datang berobat ke orang Hindu, dia akan mengikuti upacara Melukat untuk pembersihan diri dalam tubuh,” terang Jero Suci warga Banjar Abian Semal, Kabupaten Badung, Bali.
Ia menambahkan, ada tempat Melukat yang terkenal kemanjurannya, yakni di Tampak Siring yang memiliki sembilan pancuran Tirta (air).
”Kalau banyak aura negatif di dalam tubuh kita airnya akan berubah menjadi keruh,” jelasnya.
Selain di Tampak Siring, ada juga tempat Melukat di Sebatu, Tegal Lalang, Gianyar, dan Tambal Waras Tabanan, untuk yang menderita sakit. Dan terakhir ada di Punggul Abian Semal Tabanan.
”Melukat itu mandi dari ujung rambut sampai ujung kaki dan tidak boleh pakai sabun,” katanya.Selain itu, Melukat juga harus dilaksanakan pada hari baik, seperti bulan Purnama 18 dan tidak bisa dilakukan setiap bulan.
”Jadi hari baiknya ditentukan oleh Pemangku atau setara dengan Ustad dalam agama Islam, dan biasanya dilaksanakan pada bulan Purnama 18,” tukasnya. (yas)












