• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

PK21 BKKBN Bisa Digunakan Percepat Turunkan Angka Stunting

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 8 November 2021 - 21:03
in Nasional
pk21 bkkbn turunkan stunting

Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN, Muhammad Rizal M Damanik dalam seminar bertema ‘Konvergensi Intervensi Spesifik dan Sensitif Menuju Indonesia Bebas Stunting’ yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (8/11/2021). Foto : Antara/Zubi Mahrofi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyampaikan bahwa pendekatan keluarga menjadi strategi pemerintah dalam rangka menurunkan angka stunting di Indonesia.

“Stunting merupakan program prioritas nasional, dan pemerintah telah membuat berbagai strategi yang tertuang dalam rencana aksi nasional melalui pendekatan keluarga,” ujar Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Muhammad Rizal M Damanik dalam seminar bertema ‘Konvergensi Intervensi Spesifik dan Sensitif Menuju Indonesia Bebas Stunting’ yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (8/11/2021).

BacaJuga:

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Mantan Presiden RI

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Kemarau 2026 di Depan Mata, Kementan Percepat Gerakan Tanam Padi di Sukabumi

Ia mengemukakan, tujuan strategi itu, di antaranya mengupayakan penurunan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas kehidupan keluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

Untuk mengakomodasi strategi itu, lanjut dia, BKKBN telah meluncurkan hasil Pendataan Keluarga 2021 (PK21). PK21 itu dapat digunakan berbagai pihak untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia.

“Dimana PK21 itu akan dapat dilihat keluarga- keluarga yang berisiko stunting, by name, by address di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Atasi Stunting Anak, Persepsi dan Budaya Jadi Tantangan Utama

Ia menambahkan, dalam rangka melaksanakan program percepatan penurunan stunting itu, pihaknya akan fokus kepada kelompok yang masih masuk dalam kategori bisa diintervensi, yakni orang berusia 1-5 tahun dengan prioritas 1-2 tahun.

Percepatan penanganan stunting ini, lanjut dia, juga akan diikuti dengan melakukan pendampingan keluarga beresiko stunting. Keluarga itu akan didampingi, mulai dari tingkat pusat sampai desa.

“Di tingkat pusat, terdiri dari para pengarah dan pelaksana, di provinsi gubernur menetapkan tim, demikian juga di tingkat kabupaten sampai ke tingkat desa untuk menjalankan program- program percepatan penurunan stunting,” ujarnya seperti dilansir Antara, Senin (8/11/2021).

Di samping itu, Rizal juga mengatakan, dalam strategi percepatan penurunan stunting juga menekankan edukasi kepada pengantin atau calon pasangan usia subur.

“Ini menjadi bagian penting bagi mereka untuk memperoleh informasi tentang apa dan bagaimana stunting, sehingga dapat mencegah stunting. jangan sampai nanti telah menikah, malah masuk dalam katagori stunting,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga mengemukakan, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kurang gizi kronis.

“Yang kasat mata dapat dilihat dari aspek tinggi badan, anak stunting lebih pendek dibandingkan anak seusianya yang jauh lebih tinggi,” katanya.

Namun demikian, kata Rizal, stunting bukan hanya masalah gangguan pertumbuhan tungkai kaki, sehingga si anak lebih pendek. Stunting juga menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan keseluruhan akibat kekurangan gizi kronis.

“Jadi bukan hanya persoalan tingginya saja, intinya persoalan stunting ini adalah bagaimana selama proses pertumbuhan embrio di dalam rahim seorang ibu selama 38 minggu ini akan mempengaruhi kehidupan di kemudian hari,” katanya.

Ia mengatakan, stunting dimulai sejak terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma. Jika mengalami kekurangan gizi, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi proses tumbuh kembang si embrio sejak hari pertama sampai 38 minggu di dalam rahim.

“Kondisi ini mempengaruhi proses pertumbuhan semua, terlebih juga mempengaruhi proses pertumbuhan sel saraf pusat dan juga yang lebih penting adalah pertumbuhan sel otak dalam tubuh bayi,” katanya.

Ia menyampaikan, jumlah sel yang rendah tentunya akan membatasi memori.

“Ini yang sangat kita kawatirkan karena akan memberikan dampak-dampak, mulai dari masalah kapasitas kemampuan untuk berpikir hingga produktivitas, sehingga bertolak belakang dengan harapan Indonesia Emas pada 2045,” katanya. (mg1)

Tags: bkkbnkeluarga berencanakependudukanstunting

Berita Terkait.

Kapolri
Nasional

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Mantan Presiden RI

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:46
sufmi
Nasional

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:31
kementan
Nasional

Kemarau 2026 di Depan Mata, Kementan Percepat Gerakan Tanam Padi di Sukabumi

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:01
dasco
Nasional

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47
karhutla
Nasional

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:08
umi
Nasional

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Buktikan Ketangguhan Perempuan Memimpin Media

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7139 shares
    Share 2856 Tweet 1785
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1077 shares
    Share 431 Tweet 269
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
malarza
Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026: Gol Kilat Galarza Bawa Paraguay Tumbangkan Turki 1-0

Editor Juni Armanto
Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:57

INDOPOSCO.ID - Timnas Paraguay menang tipis 1-0 saat melawan Timnas Turki dalam laga kedua Grup D Piala Dunia 2026 di...

SelengkapnyaDetails
lesu

Keluhkan Performa Socceroos, Pelatih Australia: Kami Lesu, AS Lebih Bertenaga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:42
maroko

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.