• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

ITSEC Asia Bersama Polri Ungkap Peran Penting Cybersecurity di Era Industry 4.0

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 15:47
in Nasional
Cybersecurity

Webinar bertajuk Cybersecurity in Industry 4.0: Must Have Skills and Career Opportunities yang digelar Jumat (29/10)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia tengah menyambut era revolusi Industry 4.0 yang mengkolaborasikan teknologi jaringan dengan sistem otomatisasi untuk diadopsi secara luas di berbagai sektor seperti perdagangan, jasa, produk manufaktur, dan juga layanan publik.

Bentuk nyata Industry 4.0 yang sudah dapat kita lihat saat ini seperti pemanfaatan Big Data, Internet of Things (IoT), Cloud Computing, dan Artificial Intelligence (AI) dalam digitalisasi produk dan jasa, akses konsumen, dan proses produksi manufaktur.

BacaJuga:

WFA Tak Ganggu Layanan Pernikahan, KUA Tetap Buka usai Lebaran

DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional

1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR: Sertifikasi Jangan Jadi Formalitas

Hal ini membuat sektor Cybersecurity memiliki peranan sangat penting dalam era Industry 4.0 sebagai bentuk perlindungan dari serangan cyber yang menyerang sistem jaringan untuk mengintersepsi sistem operasi, mengakses data/informasi secara ilegal, pemerasan, hingga perusakan jaringan dan data.

Baca Juga : Tak Siap Teknologi Sebabkan Kerja Secara Online Terganggu

Peran penting Cybersecurity dalam era Industry 4.0 tersebut dipaparkan ITSEC Asia, salah satu perusahaan cyber security terbesar di Asia Pasifik di hadapan sekitar 300 mahasiswa Binus University dalam webinar bertajuk Cybersecurity in Industry 4.0: Must Have Skills and Career Opportunities yang digelar Jumat (29/10).

Presiden Direktur PT ITSEC Asia, Andri Hutama Putra mengatakan, Cybersecurity berperan besar di era Industry 4.0 karena menjadi instrumen pelindung infrastruktur jaringan dari beragam serangan siber yang dilakukan peretas untuk mengganggu sistem dan perangkat operasional.

“Serangan siber menargetkan berbagai bidang, mulai dari marketplace, transaksi finansial, perbankan, hingga data personal masyarakat. Potensi kerusakan yang terjadi dari hal itu semakin besar dan berdampak serius bagi kinerja operasional organisasi maupun publik dan konsumen,” kata dia.

Baca Juga : Era Industri 4.0, RI Yakin Masuk 10 Besar Dunia

Peran penting Cybersecurity sangat disadari oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang membentuk Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber). Direktorat ini merupakan satuan kerja yang berada di bawah Bareskrim Polri dan bertugas menegakan hukum terhadap kejahatan siber dengan menangani dua kelompok kejahatan, yaitu computer crime dan computer-related crime.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Iman Imanuddin, yang menjadi salah satu narasumber Webinar Cybersecurity in Industry 4.0: Must Have Skills and Career Opportunities yang digelar ITSEC Asia.

“Perkembangan teknologi di era Industry 4.0 membuat lembaga kepolisian dalam hal ini POLRI sangat memperhatikan aspek cybersecurity sehingga membentuk Direktorat Tindak Pidana Siber yang menangani beragam kejahatan cyber yang menggunakan computer sebagai alat utama. Bentuk kejahatan dari hal ini seperti peretasan sistem elektronik (hacking), intersepsi ilegal (illegal interception), pengubahan tampilan situs web (web defacement), gangguan sistem (system interference), hingga manipulasi data (data manipulation),” jelasnya.

Iman menjelaskan, Dittipidsiber juga menangani kejahatan siber yang menggunakan komputer sebagai alat bantu, seperti pornografi online, perjudian online, pencemaran nama baik (online defamation), pemerasan dalam jaringan (online extortion), penipuan dalam jaringan (online fraud), ujaran kebencian (hate speech), pengancaman dalam jaringan (online threat), akses ilegal (illegal access), serta pencurian data (data theft). Hal ini membuat Lembaga Kepolisian membutuhkan talenta muda yang memiliki skill dan kompetensi khusus terkait Cybersecurity dan penanganan permasalahan serangan cyber yang berujung pada kejahatan cyber.

Industry 4.0 membuat dunia secara global mulai memasuki era digital yang membawa perubahan terhadap gaya hidup masyarakat dan kegiatan organisasi. Berbagai organisasi baik komersil maupun non-komersil mulai bertransformasi melalui digitalisasi untuk peningkatan layanan maupun daya saing. Kondisi tersebut membuat Cybersecurity memiliki peranan penting dalam industri untuk mencegah tindak kejahatan yang berhubungan dengan sistem digital.

Hal ini berimbas pada peningkatan permintaan akan tenaga ahli cybersecurity yang tentunya sangat dibutuhkan di berbagai elemen industri. Hal ini dijelaskan langsung Chief Technology Officer ITSEC Asia, Marek Bialoglowy dalam sesi ketiga webinar Cybersecurity in Industry 4.0: Must Have Skills and Career Opportunities.

“Sektor Cybersecurity menghadirkan peluang karir yang sangat baik bagi para generasi muda. Tenaga kerja di bidang ini harus memiliki kemampuan teknis serta pengetahuan dalam penerapan teknologi terbaru. Untuk skill yang dibutuhkan antara lain programming, analisis mitigasi dan resiko, intrusion detection, cloud security hingga enskripsi. Seiring perkembangan teknologi digital yang berhubungan dengan peningkatan serangan siber di seluruh dunia, jenjang karir dan peluang yang dihadirkan oleh sektor ini terbuka lebar, khususnya bagi mereka yang telah membekali diri dengan skill dan pengetahuan yang dibutuhkan,” terangnya.

Peluang karir di sektor Cybersecurity kian terbuka sehingga mampu memberikan beragam manfaat yang tentu saja diidamkan oleh masyarakat, baik itu dari sisi remunerasi dan karir yang menarik, pengalaman dinas ke luar negeri, hingga peralatan canggih untuk mendukung dalam menjalani pekerjaan.

Marek Bialoglowy juga menjelaskan, agar berkembang menjadi tenaga kerja profesional di industri I.T, kemampuan yang harus dikembangkan adalah pembelajaran berkelanjutan, pengetahuan mendalam mengenai teknis, kemampuan menyelesaikan masalah yang komplex, tangguh dan mampu mengatasi stress serta menguasai penulisan teknis dan komunikasi yang baik.

“Kemampuan teknis terbaik yang dibutuhkan untuk bekerja di dunia cybersecurity antara lain application security, cloud security, compliance, technical writing, secure programming, Digital Forensic and Incident Response (DFIR) serta analisis data,” tutupnya. (arm)

Tags: Andri Hutama PutraCybersecurityEra Industri 4.0itsec asiaPolri

Berita Terkait.

DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Nasional

WFA Tak Ganggu Layanan Pernikahan, KUA Tetap Buka usai Lebaran

Jumat, 27 Maret 2026 - 03:37
DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Nasional

DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional

Jumat, 27 Maret 2026 - 00:31
1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR: Sertifikasi Jangan Jadi Formalitas
Nasional

1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR: Sertifikasi Jangan Jadi Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:59
Polisi Selidiki Dugaan TPPO, Ibu Tega Jual Anak di Makassar
Nasional

Polisi Selidiki Dugaan TPPO, Ibu Tega Jual Anak di Makassar

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:31
Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah
Nasional

Bea Cukai Beri Izin Kawasan Berikat PT Dwi Prima Sentosa IV, Perusahaan Sepatu Asal Madiun

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:02
Wacana PJJ Dibatalkan, DPR Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tetap Jadi Pilihan Utama
Nasional

Wacana PJJ Dibatalkan, DPR Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tetap Jadi Pilihan Utama

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:35

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.