• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Komunikasi Efektif dan Produk Tembakau Alternatif Kunci untuk Kurangi Angka Perokok

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:21
in Nasional
dilarang merokok

Ilustrasi dilarang merokok. (FOTO ANTARA/HO/Antaranews)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Strategi pemerintah dalam mengurangi prevalensi merokok di Indonesia perlu dievaluasi karena hingga saat ini jumlah perokok tak juga mengalami penurunan yang signifikan. Pemerintah disarankan untuk menerapkan strategi komunikasi tersegmentasi yang efektif dan memaksimalkan penggunaan produk tembakau alternatif sebagai solusi.

Guru Besar Universitas Sahid Jakarta, Profesor Kholil, yang menjadi pembicara dalam 6th Global Public Health 2021, menyampaikan pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai cara demi menurunkan angka perokok yang telah mencapai 65 juta jiwa. Salah satu caranya dengan menerapkan kebijakan gambar peringatan kesehatan (graphic health warning) pada bungkus rokok. Namun, diperlukan komunikasi yang lebih komprehensif dan tersegmentasi untuk menyampaikan mengenai bahaya merokok berikut solusinya.

BacaJuga:

DPR: May Day 2026 Momentum Perkuat Perlindungan Pekerja dan Antisipasi PHK

Hari Buruh, Sorotan Ketua DPR RI dari Outsourching, Daycare hingga Transportasi Pekerja

Komnas HAM Kritik Keras Rencana Sertifikasi Pembela HAM oleh Pemerintah

“Dari perspektif komunikasi, kami melihat ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Dari anak SD sampai seseorang yang pendidikan S3 atau profesor, narasinya masih sama melalui gambar-gambar yang menakutkan,” ujar Kholil seperti dikutip, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga : Begini Strategi Unik Inggris Bantu Warganya Berhenti Merokok

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan terhadap 930 responden yang melibatkan sejumlah akademisi, dokter, tenaga kerja kesehatan, perokok dan pengguna produk tembakau alternatif, Kholil menjelaskan pemerintah seharusnya menerapkan strategi komunikasi komprehensif yang ditujukan untuk sosialisasi.

“Itu harus berbeda-beda, mulai dari komunikator hingga cara penyampaian pesan. Jadi komunikasi berdasarkan kondisi objektif yang dihadapi,” ungkapnya.

Pemerintah bisa berkolaborasi dengan figur publik dalam menyampaikan informasi mengenai bahaya merokok. Saluran komunikasinya pun juga disesuaikan, seperti media sosial. Selain itu, Kholil melanjutkan komunikator lainnya yang efektif adalah para tenaga medis, seperti dokter yang dapat disampaikan melalui kanal yang beragam, termasuk pesan singkat. Pasalnya, berdasarkan implementasi di seluruh dunia termasuk Indonesia, peringatan kesehatan dengan gambar menakutkan terbukti tidak efektif mengurangi angka perokok.

Selain mengedepankan strategi komunikasi yang tersegmentasi, Kholil juga menyarankan pemerintah untuk dapat memaksimalkan penggunaan produk tembakau alternatif. Banyak hasil kajian independen dari dalam maupun luar negeri yang menunjukkan bahwa produk ini memiliki potensi risiko yang lebih rendah daripada rokok. Hanya saja, informasi mengenai produk ini belum terdistribusi secara masif dan akurat kepada publik.

Pemerintah, kata Kholil, dapat memberikan edukasi mengenai produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, maupun snus, kepada publik. Penyampaian informasi tersebut juga harus dilengkapi dengan hasil kajian-kajian ilmiah.

“Masyarakat harus diedukasi dengan baik, dari segi konsekuensinya yang dihadapi termasuk produk alternatif yang bisa menurunkan risiko. (Komunikasi) itu harus didukung data empiris,” tutup Kholil. (arm)

Tags: perokokrokoktembakauTembakau Alternatif

Berita Terkait.

cucun
Nasional

DPR: May Day 2026 Momentum Perkuat Perlindungan Pekerja dan Antisipasi PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:51
puan
Nasional

Hari Buruh, Sorotan Ketua DPR RI dari Outsourching, Daycare hingga Transportasi Pekerja

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:30
komnas
Nasional

Komnas HAM Kritik Keras Rencana Sertifikasi Pembela HAM oleh Pemerintah

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23
wo
Nasional

Prabowo Tancap Gas Hilirisasi Tahap II, Rp116 Triliun Digelontorkan untuk Lompatan Industri

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:03
ekraf
Nasional

Kementerian Ekraf Dorong Kreator Gen Z Tembus Pasar Global

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:11
pratikno
Nasional

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Toleransi Terhadap Kekerasan Anak Kasus Daycare

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2557 shares
    Share 1023 Tweet 639
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1511 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.