• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Isu Korupsi Tak Laku Dijual buat Kalahkan Golkar

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 20:33
in Nasional
golkar

Bendera Partai Golkar. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Partai Golongan Karya (Golkar) saat ini sudah memasuki usia yang ke 57 tahun. Partai dengan lambang pohon beringin ini selalu menjadi papan teratas dalam kancah politik nasional.

Namun pada perjalanannya, oknum kader Golkar seakan tak ada habisnya melakukan tindakan korupsi demi keuntungan pribadi. Sebab tidak sedikit kader Golkar yang menjadi pejabat, terjerat tindakan korupsi. Sehingga mencoreng citra partai adikuasa pada era orde baru tersebut.

BacaJuga:

Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

Kakorlantas Sebut Mudik 2026 Nihil Insiden Menonjol di Tengah Laka Maut Tol Pejagan

Transparansi Sistemik Jadi Kunci dalam Penguatan Akuntabilitas Audit

Dalam menyambut pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2024 mendatang, Golkar melakukan konsolidasi internal untuk memetakan politik dan menjalankan strategi agar menang. Terlebih, gembar gembor Airlangga jadi Calon Presiden (Capres) sudah digaungkan.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai, isu korupsi untuk menjatuhkan Golkar pada momentum Pemilu tidak akan berhasil. Alasannya, mayoritas partai besar ada oknum kadernya yang terlibat korupsi.

“Sederhana melihatnya, mayoritas partai besar yang oknum kadernya terlibat korupsi. Variabel prilaku korupsi menjadi netral, tidak berpengaruh karena ada oknum kadernya yang korupsi,” katanya saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Lebih jauh Emrus menjelaskan, pencalonan Capres pasti diusung dengan kekuatan partai. Kasus korupsi akan redup lantaran hampir seluruh partai pernah terjerat dengan kader yang korupsi.

Terkecuali, ada pasangan independen yang memiliki integritas tinggi, isu korupsi akan menjadi menarik untuk menjatuhkan lawan politik dari sokongan partai.

“Capres nanti diusung partai, tidak indipenden. Lalu siapa yang akan menggoreng isu korupsi, karena mayoritas oknum kader partai ada yang terlibat korupsi. Kasus korupsi gak laku, kalau digoreng jadi menunjuk diri sendiri. Kalau ada calon independen yang idealis, baru kasus korupsi akan laku,” jelasnya.

Ia berpendapat, untuk menguji integritas kader Golkar maupun partai lainnya, sebaiknya dilakukan test properties oleh akademisi di perguruan tinggi. Kader yang dianggap tidak memiliki integritas, nantinya harus dilarang mencalonkan diri dalam kancah politik.

“Yang harus dilakukan rekrutmen kader dan calon yang akan dicalonkan eksekutif dan legislatif harus ketat. Jika perlu dilakukan pengujian integritas di kampus. Kalau kemampuan tidak diragukanm yang menjadi persoalan integritas,” paparnya.

Sebab selama ini, penilaian dari internal partai selalu mengandalkan sosok yang memiliki pengaruh dengan hegemoni politik internal partai dan kekuasaan.

“Di internal partai yang menentukan lebih mengusung sosok yang memiliki pengaruh kepada partai,” ujarnya. (son)

Tags: golkarisu korupsiPartai Golongan Karya

Berita Terkait.

Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%
Nasional

Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:34
Kakorlantas Sebut Mudik 2026 Nihil Insiden Menonjol di Tengah Laka Maut Tol Pejagan
Nasional

Kakorlantas Sebut Mudik 2026 Nihil Insiden Menonjol di Tengah Laka Maut Tol Pejagan

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:21
Transparansi Sistemik Jadi Kunci dalam Penguatan Akuntabilitas Audit
Nasional

Transparansi Sistemik Jadi Kunci dalam Penguatan Akuntabilitas Audit

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:07
Kemenkop Tegaskan Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih Harus di Atas Tanah “Clean and Clear”
Nasional

Kemenkop Tegaskan Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih Harus di Atas Tanah “Clean and Clear”

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:32
Pantau
Nasional

BPH Migas: Pasokan Gas Bumi Aman Selama Periode Idulfitri

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:05
Soroti Wacana Sekolah Daring, Komisi X: Risiko Terjadi Learning Loss
Nasional

Soroti Wacana Sekolah Daring, Komisi X: Risiko Terjadi Learning Loss

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:12

BERITA POPULER

  • DPRD DKI Ingatkan Pendatang Baru: Jangan ke Jakarta Hanya Modal Nekat

    Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2675 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
  • Besok, CFD Jakarta Ditiadakan selama Libur Lebaran 2026

    660 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.