• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kualitas Penyuluh Mampu Dongkrak Kesejahteraan Petani

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 21 September 2021 - 13:19
in Nasional
Workshop Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Staf Lapangan Tingkat Kabupaten IPDMIP pada 14-15 September 2021 di Kabupaten Lamongan. Workshop diikuti 17 orang Koordinator BPP lokasi IPDMIP dan 14 orang Staf Lapangan.

Workshop Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Staf Lapangan Tingkat Kabupaten IPDMIP pada 14-15 September 2021 di Kabupaten Lamongan. Workshop diikuti 17 orang Koordinator BPP lokasi IPDMIP dan 14 orang Staf Lapangan.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Fungsi koordinasi amat penting dalam keberhasilan program. Pun dengan program nasional IPDMIP yang notabene tengah digencar dilakukan Kementerian Pertanian.

Di Kabupaten Lamongan, digelar Workshop Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Staf Lapangan Tingkat Kabupaten IPDMIP pada 14-15 September 2021. Workshop diikuti 17 orang Koordinator BPP lokasi IPDMIP dan 14 orang Staf Lapangan.

BacaJuga:

KPK Duga Fadia Arafiq Beli Rolex Pakai Uang Korupsi

Menuju OECD, Indonesia Pacu Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi Pemerintahan

RUU Polri Digulirkan, Komisi III Janjikan Kepolisian Lebih Humanis

Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian sekaligus Manager Project untuk kegiatan IPDMIP Kabupaten Lamongan, Mohamad Fadholi, mengatakan, tujuan dari workshop ini adalah bentuk koordinasi dan berbagi informasi kegiatan IPDMIP antara Korkab, DPIU, Penyuluh (BPP) dan Staf Lapang.

“Kami ingin pelaksanaan IPDMIP di lapangan semakin sukses, karena ini demi kesejahteraan petani,” beber dia melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/9).

Selain itu, giat ini juga menjadi ruang untuk evaluasi Program IPDMIP yang sudah berjalan, konsolidasi Rencana Kerja Program IPDMIP Tahun 2021 dan 2022.

“Hingga merumuskan strategi pencapaian tujuan dan target Program IPDMIP Kabupaten Lamongan tahun 2022,” jelas dia.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan, Sujarwo menjelaskan, pendekatan IPDMIP yang diterapkan adalah dengan memperkuat dan memperluas keterkaitan antara berbagai intervensi pertanian serta rehabilitasi irigasi. Tujuannya untuk memastikan penetapan sasaran kemiskinan yang efektif.

“Goals IPDMIP adalah peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, nilai jual, perbaikan kualitas, dan peningkataan layanan petani dan kualitas maupun kuantitas petani,” jelas dia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo optimisti kegiatan IPDMIP berjalan maksimal dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat perdesaan. Khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan. Dia yakin dengan IPDMIP, produktivitas pertanian terus meningkat, khususnya di daerah irigasi.

“Pendapatan petani harus terus naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata dia.

Syahrul mengingatkan, sektor pertanian adalah ‘emas 100 karat’. Menjanjikan dan tak pernah ingkar janji sehingga sangat prospektif untuk digeluti.

“Terutama para pemuda dan milenial. Kita gerakan pertanian Indonesia, masa depan pertanian kita ada pada mereka,” ujar dia.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu. “Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi.

Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” pungkas Dedi.

Sebagai informasi program IPDMIP dilaksanakan di 74 Kabupaten, 16 Provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT)). Program ini bekerjasama lintas sektor dengan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan masyarakat petani serta semua pihak yang terkait baik di dalam dan sekitar daerah Irigasi. (arm)

Tags: KementanKesejahteraan Petanipenyuluh pertanianPetani

Berita Terkait.

fadia
Nasional

KPK Duga Fadia Arafiq Beli Rolex Pakai Uang Korupsi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:28
Didorong Model Bisnis Terintegrasi, PT SMART Tbk Mencatat Kinerja yang Solid Sepanjang 2025
Nasional

Menuju OECD, Indonesia Pacu Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi Pemerintahan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:03
RUU Polri Digulirkan, Komisi III Janjikan Kepolisian Lebih Humanis
Nasional

RUU Polri Digulirkan, Komisi III Janjikan Kepolisian Lebih Humanis

Senin, 25 Mei 2026 - 17:15
LCC 4 Pilar MPR RI Capai Rp30,7 Miliar, CBA Bongkar Dugaan Bancakan Sertifikat dan Trofi yang Fantastis
Nasional

LCC 4 Pilar MPR RI Capai Rp30,7 Miliar, CBA Bongkar Dugaan Bancakan Sertifikat dan Trofi yang Fantastis

Senin, 25 Mei 2026 - 16:31
Selidiki Blackout Sumatera, Bareskrim: Tidak Ditemukan Indikasi Sabotase
Nasional

Selidiki Blackout Sumatera, Bareskrim: Tidak Ditemukan Indikasi Sabotase

Senin, 25 Mei 2026 - 14:07
Jemaah-Haji
Nasional

Revisi UU BPKH Didorong, DPR Ingin Pengelolaan Dana Haji Lebih Optimal

Senin, 25 Mei 2026 - 11:02

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5027 shares
    Share 2011 Tweet 1257
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    2717 shares
    Share 1087 Tweet 679
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    2020 shares
    Share 808 Tweet 505
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    1426 shares
    Share 570 Tweet 357
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1219 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.