• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Juventus Pasca-Ronaldo Masih Dihantui Mimpi Buruk

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 21 September 2021 - 09:07
in Olahraga
Pemain AC Milan Ante Rebic menciptakan gol dalam laga melawan Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, 19 September 2021 yang membuat Juventus kembali gagal memetik tiga poin dalam musim ini. Reuters/Massimo Pinca

Pemain AC Milan Ante Rebic menciptakan gol dalam laga melawan Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, 19 September 2021 yang membuat Juventus kembali gagal memetik tiga poin dalam musim ini. Reuters/Massimo Pinca

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – “Life goes on” adalah pesan pelatih Massimiliano Allegri setelah mengetahui keinginan Cristiano Ronaldo hengkang bulan lalu, namun empat pertandingan Serie A setelah tiada Ronaldo berakhir dengan bencana.

Reaksi Turin terhadap kepergian Ronaldo ke klub Liga Utama Inggris Manchester United cukup beragam.

BacaJuga:

Resmi ke Barcelona, Rodri Didatangkan dengan Mahar Fantastis

Kalah Tipis dari Singapura, Thailand Tetap ke Final Piala AFF 2026

Dominasi 24 Emas, INKAI DKI Jakarta Juara Umum Liga Pelajar Karate 2026

Meskipun memimpin daftar pencetak gol Juve dalam setiap musim yang dia habiskan di Juventus, dampak luas Ronaldo tidak selalu dilihat secara positif, mengingat gaji besar yang mesti dikeluarkan klub ini dan tuntutannya untuk menjadi pemain utama di lapangan.

Tapi, empat laga pasca-era Ronaldo, klub tersukses Serie A itu malah tercecer di zona degradasi. Mereka belum mencicipi kemenangan dalam liga musim ini.

Hasil imbang 1-1 melawan AC Milan sehari lalu memastikan Juventus gagal memenangkan salah satu dari empat pertandingan pertamanya musim ini yang merupakan keempat kalinya terjadi dalam sejarah mereka, dan pertama kali sejak musim 1961-1962.

Surat kabar Italia Corriere dello Sport menyebut klub ini telah” titik nadir”, sementara harian Turin Tuttosport mengecam” krisis” dalam klub ini.

Masalah Mental

Kekhawatiran terbesar penggemar Juventus dari tiga pertandingan liga pertama tim pujaan mereka musim ini adalah kurang tajamnya serangan Juve.

Juve kalah mengejutkan 0-1 di kandang sendiri dalam pertandingan pertamanya melawan klub promosi Empoli tanpa pernah benar-benar mengganggu gawang lawan mereka.

Kekalahan mengejutkan lainnya terjadi saat melawan Napoli. Tetapi skuad Allegri sepertinya telah membalikkan pendulum kala melawan Milan pada Minggu dengan memulai pertandingan itu dalam intensitas jauh lebih besar, memimpin dalam waktu empat menit dengan gol serangan balik yang menawan.

Juve tetap dominan pada babak pertama, dan sepertinya telah mendekati penampilan terbaiknya di mana Paulo Dybala mengambil alih peran Ronaldo dan memimpin serangan melawan Milan.

Namun begitu peluang muncul dan memasuki babak kedua, gugup malah menjalari Juve. Mereka menjadi sering kehilangan bola dan sepertinya hanya masalah waktu sampai bagi Milan untuk menyamakan kedudukan.

Bahkan ada duo bek tengah veteran Italia Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci di jantung lini belakang, Juve kembali gagal membuat clean sheet saat Ante Rebic menyamakan kedudukan.

Yang terjadi kemudian justru Milan yang paling berpeluang merebut tiga poin.

“Dalam pandangan saya, ini lebih merupakan masalah mental daripada kebugaran fisik,” kata bek Juventus Danilo kepada DAZN seperti dikutip Reuters, Selasa (21/9/2021), dilansir Antara.

“Pada momen-momen itu kami tak bisa menekan atau bertahan sebagai satu kesatuan, kami tidak cepat mengalirkan bola dan itu tentu saja hal yang perlu kami tingkatkan,” tambahnya. (mg1)

Tags: Cristiano RonaldoJuventusLiga Italiasepak bola

Berita Terkait.

Gempa NTT Picu Eksodus Warga, Manggarai Timur Catat Pengungsi Terbanyak
Olahraga

Resmi ke Barcelona, Rodri Didatangkan dengan Mahar Fantastis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:41
Piala-AFF
Olahraga

Kalah Tipis dari Singapura, Thailand Tetap ke Final Piala AFF 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:30
karate
Olahraga

Dominasi 24 Emas, INKAI DKI Jakarta Juara Umum Liga Pelajar Karate 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:55
senal
Olahraga

Cukur Manchester City, Arsenal Angkat Trofi Community Shield 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:05
arsenal
Olahraga

Arsenal vs Manchester City: Tradisi The Gunners Dihantui Ancaman Erling Haaland

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:48
Gabung Atletico Madrid, Cristian Romero Tegaskan Hal Penting ke Tottenham
Olahraga

Gabung Atletico Madrid, Cristian Romero Tegaskan Hal Penting ke Tottenham

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:02

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.