• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Cita-Cita Bukan Sekadar Angan-Angan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 17 September 2021 - 10:45
in Gaya Hidup
Penemu talents observation Andri Fajria ketika tampil dalam seminar "Kembangkan Kekuatan, Siasati Kelemahan" yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Bursa, Turki, Kamis (16/9/2021) malam (WIB). Foto: Dok Pribadi

Penemu talents observation Andri Fajria ketika tampil dalam seminar "Kembangkan Kekuatan, Siasati Kelemahan" yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Bursa, Turki, Kamis (16/9/2021) malam (WIB). Foto: Dok Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Cita-cita masa kecil jika sampai terwujud merupakan kebahagiaan tersendiri. Namun, kebanyakan keinginan untuk menjadi dokter, tentara, polisi, dan profesi lain hanya sebatas di angan-angan.

Maklum anak-anak asal celetuk ketika ada orang lain yang menanyakan cita-cita mereka jika kelak sudah dewasa. Akan tetapi, ada pula yang berhasil menggapai cita-citanya.

BacaJuga:

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Shin Min Ah hingga Lee Se Young Terlibat Cinta dan Kekuasaan di The Remarried Empress

Video Viral Tuduh Popularitas Mark Lee Menurun, Picu Perdebatan

Pada 1970-an, satu di antara puluhan anak yang mengikuti karnaval di Kota Semarang, Jawa Tengah, tampak berpakaian beda. Dia mengenakan kemeja berdasi dan jas safari warna putih.

Di bahu kanan menggantung mirip kamera –terbuat dari bahan kayu berbalut kertas warna hitam. ‘Wartawan kecil’ itu berjalan di antara puluhan anak yang berpakaian adat, tentara, polisi, dokter, bidan, dan lainnya.

Setelah lulus sekolah menengah atas (SMA), dia meneruskan pendidikannya di sebuah perguruan tinggi mengambil Jurusan Jurnalistik. Sebelum lulus, tepatnya Semester V, sebuah surat kabar ternama merekrut pada 1986 meski dia tidak membuat surat lamaran kerja.

Dia menyadari bahwa keinginan kuat untuk meraih cita-cita tidak sekadar kehendak di dalam pikirannya, tetapi saat menempuh pendidikan formal merupakan bagian dari proses menuju impiannya. Pria kelahiran Kota Cirebon pada 1964 itu kini bekerja di sebuah media nasional ternama milik negara.

Namun, tidak semua profesi seseorang itu sesuai dengan impiannya. Bahkan, menurut Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF) Irene Guntur, M.Psi., Psi., CGA, sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan. Salah jurusan bisa memicu pengangguran.

Pernyataan Irene Guntur yang disiarkan sejumlah media daring (online) pada Selasa (25/2/2014) dijadikan bahan oleh ahli observasi anak sekaligus penemu talents observation Andri Fajria dalam seminar yang kali pertama luring (offline) di Bursa, Turki, Kamis (16/9/2021) malam (WIB), sejak Pandemi Covid-19 melanda dunia.

Dalam seminar bertajuk Kembangkan Kekuatan, Siasati Kelemahan yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Bursa, praktisi dan santri talents mapping ini berpendapat bahwa setiap orang terlahir membawa bakat masing-masing.

Bakat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir.

Menurut Andri, bakat sebagai kumpulan/kombinasi dari sifat, potensi, dan peran yang secara alami mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan produktivitas kerja.

Tidak berbakat dalam suatu aktivitas, kata Andri, bukan berarti tidak dapat melakukan aktivitas tersebut. Namun, yang bersangkutan membutuhkan usaha yang lebih keras agar dapat melakukan aktivitas tersebut dengan baik.

Sementara jika belum menemukan bakat, tidak perlu khawatir karena bakat itu tidak hilang. Dia hanya tertidur, sampai ada trigger (pemicu) yang membangunkannya.

Andri memberikan contoh pengalaman hidupnya. Saat masih di bangku sekolah dasar (SD) kelas 1—3, Andri senang pelajaran mengarang. Gurunya sering memuji karangannya yang lebih bagus daripada teman-temannya. Namun, dia tidak pernah mengirimkan karangannya ke koran atau majalah.

Pada tanggal 3 November 2018, Andri melakukan sharing bakat di sebuah komunitas. Ternyata ada penerbit buku yang hadir dan sangat tertarik dengan penjelasan Andri mengenai observasi bakat anak usia dini.

Penerbit itu lantas menawarkan kerja sama pembuatan buku. Ternyata hanya dalam waktu 3 minggu buku tersebut terbit. Para pembaca memberikan testimoni bahwa buku tersebut mudah dipahami. Maka, menulis adalah bakat Andri yang terbangunkan kembali pada saat usianya 47 tahun.

Andri lantas menganalogikan tanaman yang menempati tanah yang sama dan mendapat siraman air yang sama. Namun, pada kenyataannya memberikan buah yang rasanya beragam.

Begitu pula, anak dibesarkan dalam lingkungan yang sama, diberikan program yang sama, menunjukkan bakat yang berbeda.

Setiap orang terlahir membawa misi hidup masing-masing. Karena itulah Allah Swt. membekali manusia dengan bakat yang berbeda-beda. Demikian pendapat Andri yang pernah mendapat julukan ‘Raja Kambing dari ITB’.

Bagaimana cara menemukan bakat seseorang? Andri pun lantas memberi tips 4E, yaitu menemukan aktivitas yang kita merasa mudah (Easy) melakukannya, merasa senang (Enjoy), hasilnya dinilai baik oleh orang lain (Excellent), serta produktif (Earn).

Adapun tahapan mengembangkan bakat adalah sebagai berikut: mempelajari, membangunkan, membaca, memahami, dan mengembangkan. Andri mempersilakan peserta seminar untuk mengikuti tes bakat sederhana di www.temubakat.com.

Dalam mengembangkan bakat, ada beberapa prinsip, yaitu asah kekuatan, siasati kelemahan. Maksudnya, fokuslah mempertajam aktivitas yang merupakan kekuatan kita. Jangan mengikuti berbagai tes dengan maksud untuk memperbaiki kelemahan kita.

Setiap orang memiliki kelemahan. Kelemahan kita bukanlah aib. Allah Swt. memberikannya kepada setiap orang supaya tetap rendah hati dan mau bekerja sama dengan orang lain.

Dalam seminar itu, Andri yang juga Ketua Yayasan Harmoni Alam Semesta Tangerang menyebutkan 15 potensi kekuatan terkait dengan fisik atau pancaindra, yakni acting (akting), beautifying (mempercantik), conserving (melestarikan), cooking (memasak), dancing (dansa), dan modeling (pemodelan).

Berikutnya, musical art (seni musik), singing (nyanyian), visual art (seni visual), manual skill-speed (kecepatan keterampilan manual), manual skill-micro (keterampilan manual-mikro), physical skill (keterampilan fisik), sport (olahraga), planting (penanaman), dan tending animal (merawat hewan).

Setelah mengenali diri sendiri, baik kekuatan (strength) maupun kelemahan (weakness), mulai mengasah potensi yang menonjol dalam diri sendiri dengan tidak menyembunyikan keterbatasan.

Andri lantas menyebutkan sejumlah tipologi kekuatan, antara lain ambasador adalah orang yang senang membina hubungan persahabatan, senang berkomunikasi dan terpercaya, sehingga cocok untuk menjadi perwakilan suatu organisasi.

Administrator, orang yang suka dengan keteraturan, terencana, dan rapih sehingga suka dengan tugas pengelolaan administrasi organisasi.

Berikutnya, arranger (penata) adalah orang yang senang mengatur berbagai sumber daya manusia untuk mendapatkan hasil yang optimum dan tidak takut menghadapi konfrontasi.

Businessman (pengusaha), orang yang senang memengaruhi atau meyakinkan orang lain, baik dengan cara memelihara hubungan, menonjolkan kehebatan produk/jasa ataupun dengan cara membujuk orang untuk membeli.

Caretaker (penjaga), orang yang bisa merasakan perasaan orang lain sehingga senang merawat atau membantu orang lain. Selanjutnya, commander (komandan) adalah orang yang keras, berani menghadapi konfrontasi dan berani mengambil alih tanggung jawab.

Communicator (penghubung), orang yang senang menjelaskan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa baik lisan maupun tertulis, dan umumnya suka tampil di depan.

Kreator, orang yang punya banyak ide, berpikiran jauh ke depan, dan/atau strategis sehingga dapat membuatnya menjadi kenyataan.

Designer (perancang), orang yang mampu membayangkan bagaimana sesuatu itu dibuat kemudian membuat gambar rencana, serta menciptakan pola dan struktur yang dibutuhkan.

Distributor, orang yang senang membagi-bagikan benda atau informasi kepada banyak orang.

Mediator, orang yang mampu menjadi penengah antara dua pihak yang berbeda pendapat atau berseberangan untuk membantu mereka menemukan jalan keluar yang disetujui kedua belah pihak.

Motivator, orang yang senang memajukan orang lain dengan memberi panduan, semangat, atau inspirasi.

Operator, orang yang menggunakan, mengendalikan dan mengelola peralatan kerja atau industri, seperti mesin, peralatan, sistem telepon, dan komputer. Produser, orang yang senang memasang, merakit, serta membangun dan membuat sesuatu menjadi produk.

Quality controller, orang yang senang melakukan sederetan kegiatan analisis dan inspeksi untuk memastikan mutu produk yang sesuai. Restorer, orang yang senang mengembalikan segala sesuatunya berfungsi seperti kondisi semula atau normal kembali seperti dilansir Antara.

Visioner, orang yang punya visi, mimpi, ide tentang apa yang akan terjadi pada masa depan. Andri mencontohkan presiden pertama RI Ir. H. Soekarno. Setelah mengetahui bakat dan tipologis, tinggal mengembangkannya dengan mengasah kekuatan yang ada dalam diri sendiri untuk meraih cita-cita agar tidak sebatas di angan-angan. (aro)

Tags: bakatcita-citaskill

Berita Terkait.

zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05
shin
Gaya Hidup

Shin Min Ah hingga Lee Se Young Terlibat Cinta dan Kekuasaan di The Remarried Empress

Jumat, 18 September 2026 - 02:20
lee
Gaya Hidup

Video Viral Tuduh Popularitas Mark Lee Menurun, Picu Perdebatan

Jumat, 18 September 2026 - 01:11
Shopee
Gaya Hidup

ShopeePay Dorong Pemanfaatan QRIS, Makin Dekat dengan Keseharian Pengguna dan UMKM

Kamis, 17 September 2026 - 14:06
LRT Kelapa Gading–Manggarai Diresmikan Prabowo, Pramono Berlakukan Tarif Rp8
Gaya Hidup

Kang Kyun Sung dan Yoo Ha Jin Ungkap Foto Pernikahan Jelang Hari Bahagia

Kamis, 17 September 2026 - 04:32
LRT Kelapa Gading–Manggarai Diresmikan Prabowo, Pramono Berlakukan Tarif Rp8
Gaya Hidup

Kim Hyun Joo dan Bae Hyun Sung Hadiri Pemutaran Perdana ‘Paradise Lost’ di TIFF

Kamis, 17 September 2026 - 02:26

OLAHRAGA

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Jumat, 18 September 2026 - 15:28

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Jay Idzes dipastikan absen membela skuad Garuda dalam ajang FIFA ASEAN Cup pada 24 September...

SelengkapnyaDetails
bc

Bea Cukai Priok Dukung Kiprah Tim Reli Indonesia di Kancah Internasional

Kamis, 17 September 2026 - 18:08
Pemain-Persib

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Kamis, 17 September 2026 - 08:20
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Rabu, 16 September 2026 - 19:17
FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 15:43

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5371 shares
    Share 2148 Tweet 1343
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1513 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.