• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ungkapan Menarik Dari Nurani

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 7 September 2021 - 11:49
in Gaya Hidup
indoposco
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Siapa di antara Kawan Budaya yang sudah menonton film-film dokumenter keren seperti : Heaven for Insanity, Banda The Dark Forgotten Trail, Song Bird, Orang Rimba, dan Semes7a (Island of Faith)? Semua judul di atas adalah film dokumenter yang mengangkat tentang budaya di Indonesia dan layak mendapat dua acungan jempol. Masih banyak lagi judul-judul film dokumenter lainnya tentang Indonesia dan budayanya yang tak kalah menarik dan patut kita tonton.

Mengutamakan kebenaran dan keabsahan data menjadikan film dokumenter sama penting dengan jurnalisme. Memiliki banyak isu penting yang penting untuk disampaikan kepada kita dan dunia, membutuhkan riset yang mendalam dari para narasumber yang kompeten, dan mengutamakan kejujuran dalam produksinya, semua menjadi sangat menarik bagi para sineas untuk merangkumnya dan mengemas menjadi sebuah film dokumenter yang sarat informasi dan menghibur.

BacaJuga:

Resmi Bergabung dengan Agensi BILLIONS, Yoo Ah In Bersiap Comeback Akting Usai Sempat Tersandung Kasus

Siap Sapa Penggemar, Yves Eks LOONA Gelar Tur Solo Asia dan Australia November Mendatang

Direktur Kreatif ILLIT Kalah Gugatan Hukum Melawan Min Hee Jin

indoposco

Beberapa hari yang lalu, tim editorial Kanal Budaya Indonesiana.tv berkesempatan mewawancarai Mandy Marahimin bersama Nicholas Saputra seputar pengalaman mereka memproduksi film dokumenter serta ungkapan hati yang ingin mereka sampaikan lewat film Semes7a. Berikut hasil wawancaranya:

Bagaimana rasanya memproduksi film dokumenter? Bukankah banyak yang bilang film dokumenter itu susah lakunya?

Dokumenter memang bukan sebuah produk yang bisa meraih keuntungan sebesar-besarnya. Seringkali, semua uang yang didapatkan oleh film, habis digunakan untuk membuat filmnya. Dan setelah film selesai, potensi distribusi pun bukan potensi yang menghasilkan return moneter secara luar biasa.

Namun, tidak bisa dibilang dokumenter tidak menarik untuk dieksplorasi. Saat ini, kita tengah berada dalam masa yang banyak disebut sebagai golden age of documentary. Ini disebabkan karena naiknya streaming platform di seluruh dunia. Semua streaming platform membutuhkan konten, dan mereka butuh konten dalam sebanyak mungkin jenis yang berbeda. Dokumenter adalah salah satunya.

Walau, tetap dokumenter bukan ladang penghasil uang. Karena pemasukan terbesar untuk film tetaplah distribusi bioskop. Dan dokumenter di bioskop belumlah menghasilkan jumlah penonton yang tinggi, karena banyak penonton ragu menonton dokumenter.

Banyak yang merasa dokumenter itu membosankan dan bikin ngantuk. Padahal, dokumenter sendiri terdiri dari berbagai jenis, tidak hanya dokumenter penyuluhan yang sering kita lihat di televisi. Di sini, peran streaming platform semakin besar. Mereka bisa memperkenalkan penonton kepada genre-genre dokumenter yang berbeda-beda.

Selain di Netflix, di media mana film Semes7a diputar? Bagaimana respon penonton sejauh ini?

Semesta tayang di Netflix setelah tayang di bioskop mulai 30 Januari 2020 sampai dengan awal Maret 2020, tepat sebelum pandemi menghantam negeri ini. Respon penonton sangat baik untuk sebuah film dokumenter.

Adakah rencana ke depan memproduksi film dokumenter baru?

Tentunya ada. Ada yang sedang dalam masa pasca produksi, ada yang sedang produksi, dan ada yang sedang dalam tahap riset. Tapi belum bisa diutarakan saat ini.

Apa pendapat Mandy tentang tayangan dokumenter yang membahas kebudayaan?

Setiap film, bagi saya, membahas kebudayaan. Karena dalam setiap film terkandung cerita, karakter, dan setting tempatnya. Tapi kalau yang dimaksud adalah dokumenter tentang satu kebudayaan, ini sangat tergantung bagaimana pembuatannya. Jika dibuat secara konvensional, tentunya akan membosankan. Tapi jika diolah secara kreatif, maka bisa menjadi tontonan yang menyenangkan.

Seberapa penting peran film dokumenter tentang kebudayaan terhadap kebudayaan sebuah masyarakat atau adat?

Peran utama sebuah film dokumenter adalah untuk menjadi dokumentasi. Itulah sebabnya ada kutipan yang menyebutkan bahwa sebuah negara tanpa film dokumenter adalah bagaikan sebuah keluarga tanpa album potret keluarga. Di sini, peran dokumenter menjadi penting.

Dokumenter kebudayaan dengan demikian memiliki “misi” untuk mendokumentasikan kebudayaan-kebudayaan yang ada dan mencatat (sekaligus menjadi bukti visual) bahwa kebudayaan itu ada.

Apa pesan untuk anak-anak muda yang tertarik dengan dunia film dokumenter?

Banyak-banyaklah menonton film dokumenter yang berbeda-beda. Jangan terpaku pada satu sumber film dokumenter saja. Kembangkan apresiasi dan pengetahuan tentang berbagai tipe dokumenter.

Patut diakui, pada akhirnya di tangan dingin para produser dan sutradara yang tak pernah berhenti menggali kreativitasnya, sebuah film dokumenter saat ini memang sudah menjadi tontonan yang tidak lagi membosankan. Tak hanya kita dibuat takjub. Tapi juga wawasan menjadi makin terbuka. Terlebih tentang budaya Indonesia, yang ketika kita menonton runutan ceritanya yang berlatarbelakang sejarah, keberagaman dan perkembangan budaya Indonesia, inspirasi pun jadi muncul. Hingga akhirnya… Kita tergiring mau berbuat sesuatu untuk negeri ini. Inspiratif, kan? (adv)

(disusun oleh Tim Editorial Kanal Budaya Indonesiana.tv)

Tags: budaya IndonesiafilmFilm Dokumenter

Berita Terkait.

Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Gaya Hidup

Resmi Bergabung dengan Agensi BILLIONS, Yoo Ah In Bersiap Comeback Akting Usai Sempat Tersandung Kasus

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:07
Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Gaya Hidup

Siap Sapa Penggemar, Yves Eks LOONA Gelar Tur Solo Asia dan Australia November Mendatang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:06
Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Gaya Hidup

Direktur Kreatif ILLIT Kalah Gugatan Hukum Melawan Min Hee Jin

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:05
net
Gaya Hidup

Momen Nostalgia Masa Lalu, G-Dragon Ungkap Kelakuan Idol Pria yang Pernah Sambangi Asrama Dara 2NE1

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:02
Rapat-Pleno
Gaya Hidup

9 IKU Lampaui Target, UT Perkuat Jejak sebagai Kampus Digital

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:21
day
Gaya Hidup

Karya Sutradara Kim Jong Kwan, “The Table: Day and Night” Terpilih Jadi Film Pembuka BIFF 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:01

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.