INDOPOSCO.ID – Universitas Terbuka (UT) menutup 2025 dengan sederet capaian positif. Sebanyak 81 persen lulusan UT sepanjang tahun tersebut tercatat bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha. Dari 12 Indikator Kinerja Utama (IKU), sembilan indikator bahkan berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Capaian itu dipaparkan dalam Rapat Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) UT di Ruang Rasamala, Wisma 2 UT Pusat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (21/8/2026). Rapat digelar secara hybrid dan dipimpin Ketua MWA UT Prof. Ainun Na’im, serta dihadiri 17 anggota MWA, sivitas akademika, pegawai UT dan undangan. Kegiatan juga disiarkan melalui kanal YouTube UT.
Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto mengatakan, penyampaian laporan tahunan dalam sidang terbuka merupakan bagian penting dari tradisi akuntabilitas perguruan tinggi, terutama setelah UT berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
“Ini adalah bagian dari tradisi penting dari sebuah universitas, apalagi kita menjadi PTN-BH. Pertanggungjawaban dari unsur rektor pada publik melalui Majelis Wali Amanat. Ini adalah wujud akuntabilitas dari PTN-BH,” ujar Ali.
Menurut Ali, akuntabilitas tidak berhenti pada sidang tertutup MWA, tetapi juga perlu dibuka kepada publik sebagai bentuk transparansi atas mandat yang dijalankan UT.
“Artinya, kita memang siap untuk menyampaikan kinerja kita, membeberkan apa yang sudah kita lakukan sesuai mandat yang diberikan,” katanya.
Laporan tahunan UT 2025 mencakup kebijakan umum dan pengawasan MWA, penilaian kinerja rektor, laporan sumber daya dan program strategis, hingga kebijakan serta pengawasan akademik oleh Senat Akademik Universitas (SAU).
Dari 12 IKU, sembilan indikator melampaui target, satu memenuhi target, dan dua masih membutuhkan penguatan. Sejumlah capaian tercatat signifikan, antara lain dosen tridharma/praktisi mencapai 41,77 persen dari target 30 persen dan dosen bersertifikat kompetensi/praktisi 39,90 persen dari target 25 persen.
Kerja sama per program studi S1/vokasi mencapai 0,97 dari target 0,7. Pembelajaran berbasis kasus atau proyek juga menembus 97,51 persen, jauh di atas target 50 persen. Program studi dengan akreditasi atau sertifikasi internasional mencapai 10,53 persen, sementara kinerja anggaran berada di angka 93,10 persen dari target 88 persen.
Seluruh fakultas UT juga telah masuk Zona Integritas atau mencapai 100 persen dari target 50 persen. UT sekaligus mempertahankan predikat SAKIP A.
“Jadi, secara keseluruhan ada 10 target yang telah tercapai, dua yang memang harus terus kita perjuangkan untuk bisa tercapai dengan lebih baik lagi, baik yang masuk wilayah akademik maupun yang nonakademik,” tutur Ali.
Dua indikator yang masih menjadi perhatian adalah persentase mahasiswa luar prodi/prestasi serta rekognisi internasional terhadap keluaran dosen.
Di sektor akademik, UT pada 2025 menerapkan penuh kurikulum Outcome-Based Education (OBE) untuk seluruh program Diploma dan Sarjana serta membuka Program Studi S1 Kewirausahaan. Sebanyak 60 persen modul UT juga berusia di bawah tujuh tahun, melampaui target Renstra sebesar 55 persen.
Partisipasi mahasiswa dalam ujian online turut meningkat. Pada Semester Ganjil 2025/2026, persentasenya naik dari 48,9 persen menjadi 56,1 persen.
Dari sisi riset dan pengabdian kepada masyarakat, UT mengelola 1.018 kegiatan sepanjang 2025, terdiri atas 640 riset PK dan PRI serta 378 kegiatan pengabdian. Serapan anggaran LPPM mencapai Rp54,83 miliar.
Dana riset eksternal melonjak 232,20 persen menjadi Rp4,38 miliar. Total karya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) mencapai 2.539 karya, sementara jumlah paten meningkat dua kali lipat dari 10 pada 2024 menjadi 20 paten pada 2025.
Publikasi internasional bereputasi juga menunjukkan hasil positif, dengan 62 artikel masuk kategori Q1 dan 69 artikel Q3.
Penguatan tata kelola ikut menopang kinerja tersebut. Laporan Keuangan UT 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor eksternal KAP BDO dan Rekan. Nilai AKIP UT juga meningkat dari 88,25 pada 2024 menjadi 89,25 pada 2025.
UT kini diperkuat 741 dosen, termasuk 45 profesor, serta 1.658 tenaga kependidikan. Sepanjang 2025, UT merekrut 170 pegawai baru.
Di tingkat global, UT menempati peringkat 34 nasional dan 269 dunia dalam UI GreenMetric, naik 32 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam THE Impact Rankings 2025, UT berada pada peringkat 1.001–1.500 dari 2.318 perguruan tinggi dunia.
Jangkauan pendidikan juga terus diperluas ke luar negeri. Di Timor-Leste, UT melayani 95 mahasiswa, termasuk delapan mahasiswa penerima beasiswa UT.
Ketua MWA Prof. Ainun Na’im mengatakan, capaian tersebut menunjukkan target-target UT pada 2025 telah banyak terpenuhi, termasuk peningkatan jumlah program studi yang memperoleh akreditasi.
“Dalam menjaga sustainable UT semakin banyak berkontribusi dalam SDGs,” jelas Ainun.
Menurutnya, laporan tahunan UT telah melalui proses audit dan menjadi bagian dari penyelenggaraan program yang transparan.
Meski demikian, MWA memberikan tiga rekomendasi prioritas untuk 2026. Pertama, memperkuat diversifikasi pendapatan lain yang sah dan produktif tanpa keluar dari mandat akademik. Kedua, meningkatkan investasi sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi informasi, termasuk jaringan, basis data, server, perangkat keras dan perangkat lunak.
Ketiga, memetakan fungsi, memperbaiki koordinasi, serta menata tata kelola Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) agar semakin terintegrasi di tengah pertumbuhan jumlah mahasiswa.
Rapat Pleno Terbuka MWA ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Laporan Tahunan UT 2025. Dokumen tersebut selanjutnya disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas UT kepada publik.(her)






















