• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Petani Di Tapsel Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Hama Tikus

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 27 Agustus 2021 - 10:27
in Nusantara
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Petani di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara terancam gagal panen akibat sawahnya diserang hama tikus.

“Kita hanya pasrah. Kalaupun dapat 20 atau 30 persen hasil panen sudah syukurlah itu,” ucap Ellyyani, Ketua Kelompok Tani Perempuan Cempaka Desa Sorimanaon, Kecamatan Angkola Muaratais seperti dikutip Antara, Jumat (27/8/2021) malam.

BacaJuga:

Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

Dirjen Bea Cukai Turun ke Daerah, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan di Tengah Tekanan Global

Menembus Batas Patroli, PHM Selamatkan 7 Nelayan di Tengah Selat Makassar

Dia menjelaskan, dalam 2 minggu ke belakang serangan hama tikus sudah merusak ratusan hektare tanaman padi petani. Anehnya, tikus menyerang tanaman padi 10- 45 hari setelah tanam.

“Upaya pembasmian tikus seolah tidak mempan saking banyaknya yang diduga bermigrasi dari areal persawahan tetangga. Sedangkan masyarakat sini bergantung hidup dari pertanian,” ucapnya.

Koordinator BPP Huta Holbung, Kecamatan Angkola Muaratais, Erwin, tidak menampik serangan hama tikus itu. Bahkan beberapa bulan ini juga ada serangan hama wereng coklat. “Hama tikus ini siklus 5 tahunan, dan sebelum musim tanam kita sudah ingatkan petani bahkan kita mengajak serta melakukan perburuan,” tuturnya.

Dikatakan, Desa Purba Nauli, Desa Tatengger, Desa Sorimanaon, Desa Pangaribuan, Angkola Muaratais (satu hamparan) memiliki luas tanam sawah 441 hektare (ha).

“Sejumlah dari luas sawah 441 ha itu sudah mulai rusak dihantam hama tikus, serta terjadinya puso atau gagal panen cukup berpotensi,” tuturnya.

Koordinator POPT-PHP Angkola Muaratais serta Batang Angkola Ali Husni menjelaskan pihaknya bersama BPP serta masyarakat sudah berupaya melakukan pembasmian hama tikus di wilayah kerjanya tetapi serangan tikus semakin brutal.

“Pemakaian tiran, racun tikus serta berburu sudah kita lakukan, hanya saja serangan tikus luar biasa. Kita akan terus bekerja secara optimal. Tikus-tikus itu bermigrasi dari areal sawah yang lebih dulu panen,” jelasnya.

Untuk diketahui wilayah Kecamatan Angkola Muaratais serta Kecamatan Batang Angkola memiliki luas baku sawah 2.689 ha. Saat ini sedang musim tanam padi. (mg2/wib)

Tags: Hama TikusPetaniTapanuli Selatan

Berita Terkait.

Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026
Nusantara

Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

Kamis, 16 April 2026 - 16:32
Dirjen Bea Cukai Turun ke Daerah, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan di Tengah Tekanan Global
Nusantara

Dirjen Bea Cukai Turun ke Daerah, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan di Tengah Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 - 14:27
Nelayan
Nusantara

Menembus Batas Patroli, PHM Selamatkan 7 Nelayan di Tengah Selat Makassar

Kamis, 16 April 2026 - 11:50
BPBD
Nusantara

Waspada! Bibit Siklon 92S Picu Banjir di Barat Indonesia 3 Hari ke Depan

Kamis, 16 April 2026 - 09:08
ADK
Nusantara

Baleg DPR Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Revisi UU Pemerintahan Aceh Dikebut

Kamis, 16 April 2026 - 06:20
Kuasa-Hukum
Nusantara

30 Tahun Dinanti, Dana Lelang Warga Banyumas Masih Tertahan Negara

Rabu, 15 April 2026 - 23:03

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2523 shares
    Share 1009 Tweet 631
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.