• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Sekda Mengundurkan Diri, Gaya Kepemimpinan Wahidin Halim Dipertanyakan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 26 Agustus 2021 - 21:20
in Nusantara
Gubernur Banten Wahidin Halim. Foto: Ist

Gubernur Banten Wahidin Halim. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hengkangnya Al Muktabar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, mengundang banyak tanya di khalayak publik. Sebab, tidak mungkin jabatan Sekda berani dilepas tanpa ada masalah serius.

Di sisi lain, selama Wahidin Halim menjabat sebagai Gubernur Banten, tercatat sudah dua Sekretaris Daerah (Sekda) yang mengundurkan diri.

BacaJuga:

Gempa Bumi Dangkal Hantam Kendari di Sultra, Pusat Episenter 3 Km dari Kota

PTBA Bawa Semangat SDGs lewat Khitan Gratis dan Edukasi Kesehatan Anak

Aceh Selatan Dihantam Gempa Bumi Dangkal M3,6, Ini Catatan BMKG

Selain itu, banyaknya pejabat yang dirotasi di akhir masa kepemimpinan, menambah teka teki reformasi birokrasi.

Pakar kebijakan publik dan politik, Harits Hijrah Wicasana heran atas fenomena pengunduran diri Sekda sangat mendadak. Yang menjadi pertanyaan, cara gaya komunikasi dan kepemimpinan Wahidin Halim terhadap bawahannya.

“Ada apa dengan kepemimpinan pak Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten. Karena dalam sejarah kepemimpinan pak Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten ada dua kali Sekda mengundurkan diri,” katanya, Kamis (26/8/2021).

Harits menyatakan, di negara maju biasanya pengunduran diri pejabat dilatarbelakangi oleh ketidaksangguppan untuk mengemban amanah dan menanggung kasus atau masalah.

Namun di Indonesia terutama di Banten berbeda. Lebih cenderung urusan  politis atau ada masalah yang tidak ingin disampaikan ke publik. Hal ini dinilai menjadi insiden buruk bagi pimpinan karena pengunduran diri dilatarbelakangi ketidak nyamanan dengan pemimpin.

“Yang menjadi pertanyaan saya, ada apa dengan komunikasi politik dan kepemimpinan pak Wahidin Halim sebagai Gubernur, sehingga banyak pejabat di masa kepemimpinan beliau yang mundur dari jabatannya,” terangnya.

Selain itu, mundurnya Al Muktabar dari Sekda Banten, dinilai ada agenda manuver politik agar bisa mengisi jabatan Gubernur yang kosong saat menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024.

Sebab, jika tetap menjadi pejabat internal Provinsi Banten, Al tidak memiliki kesempatan untuk menjadi di 2022 mendatang.

“Saya mencoba melihatnya pada peluang kekosongan kekuasaan ketika nanti di tahun 2022 Gubernur dan Wakil Gubernur, itu sudah habis masa jabatannya. Sehingga akan ada Pj (Penjabat) sepertinya ia mengambil cara untuk mundur satu langkah, kemudian untuk mengambil dua-tiga langkah ke depan,” jelasnya. (son)

Tags: Al MuktabarPemprov BantenSekda BantenWahidin Halim

Berita Terkait.

Memasuki Musim Kemarau, Hujan Masih Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Hantam Kendari di Sultra, Pusat Episenter 3 Km dari Kota

Rabu, 15 April 2026 - 08:40
BTN JAKIM 2026 Bidik Perputaran Ekonomi Rp200 Miliar, Jakarta Kian Moncer
Nusantara

PTBA Bawa Semangat SDGs lewat Khitan Gratis dan Edukasi Kesehatan Anak

Rabu, 15 April 2026 - 00:12
Aceh Selatan Dihantam Gempa Bumi Dangkal M3,6, Ini Catatan BMKG
Nusantara

Aceh Selatan Dihantam Gempa Bumi Dangkal M3,6, Ini Catatan BMKG

Selasa, 14 April 2026 - 23:06
Program Cakrawala-Recovery Sumatera
Nusantara

Cakrawala-Recovery Sumatera: Sentuhan PTBA Bangkitkan Semangat Anak Pascabanjir

Selasa, 14 April 2026 - 21:44
Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Sidoarjo Musnahkan 3,9 Juta Rokok Ilegal, Nilainya Tembus Rp5,9 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 14:54
HP
Nusantara

Disembunyikan di Dinding Truk! Bea Cukai Batam Sita 337 HP Ilegal Senilai Rp3,7 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2512 shares
    Share 1005 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.