• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Awas Kasus Covid-19 Turun, Tapi Angka Kematian Masih Tinggi!

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 24 Agustus 2021 - 13:17
in Nasional
indoposco

Pasien Covid-19 dirawat di RS (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejak 17 Agustus lalu jumlah kasus baru harian Covid-19 menurun. Salah satunya karena pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Tapi angka kematian masih tinggi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama dalam acara daring, Selasa (24/8/2021).

BacaJuga:

Absen Para Pembantunya, Prabowo: Sejumlah Menteri Merah Putih Masuk RS karena Kerja Keras

Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, DPR Imbau Jemaah Waspada Heatstroke Saat Haji

Banyak Negara Minta Beras Indonesia, Prabowo: Utama Amankan Rakyat Kita Dulu

Menurut dia, dalam sehari angka kematian harian karena Covid-19 mencapai 1.180 orang. Dan angka kematian tersebut terus naik.

“Angka rata-rata kematian tujuh hari 1.269 orang. Padahal awal PPKM darurat diberlakukan pada 3 Juli lalu angka kematian 493 orang dengan angka kematian rata-rata 7 hari sejumlah 471 orang. Jadi angka kematian sesudah 17 Agustusan dua kali lebih tinggi dari saat PPKM darurat dimulai,” terangnya.

Ia menyebut, Case Fatality Rate (CFR) Indonesia juga lebih tinggi dari negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand dan negara ASEAN lainnya. Indonesia 3,2 persen, Malaysia 0,9 persen. Thailand 0,9 persen, Kamboja 2,0 persen, Vietnam 2,2 persen dan Singapura 0,1 persen.

Untuk mengatasi kematian akibat Covid, menurut dia, harus dilakukan analisa mendalam. Yakni keterkaitan komorbid dan penyebab kematian pasien serta tempat kematian pasien akibat Covid-19.

“Dimana pasien meninggalnya? Apakah di rumah atau di rumah sakit. Lalu apakah ada komorbid atau tidak. Analisa ini akan meningkat penanganan lebih baik,” katanya.

Ia mengatakan, angka kematian sekitar 3 persen saat ini mengindiksikan jumlah kasus Covid-19 di masyarakat masih tinggi. Demikian pula angka penularan tinggi, menurutnya ini ditandai dengan kepositifan sekitar 20 persen.

“Ini menunjukkan 4 kali lebih tinggi dari angka WHO dan hampir 10 kali lebih tinggi dari India,” bebernya.

Angka kematian tinggi, masih ujar Prof Tjandra, disebabkan oleh perburukan pasien isolasi mandiri (Isoman). Untuk itu, menurutnya, penting dilakukan periksaan gejala, suhu dan saturasi oksigen pagi dan sore.

Lalu, melakukan pola hidup bersih sehat, termasuk makan bergizi, aktifitas fisik dan mengelola stress, melakukan komunikasi secara teratur dengan petugas kesehatan dan tentang obat.

“Angka kematian dapat terjadi di rumah sakit karena keadaan pasien yang sudah berat ketika masuk RS, dan mungkin juga karena faktor lainnya,” ucapnya. (nas)

Tags: Angka Kematian Covid-19covid-19Kasus Covid-19

Berita Terkait.

Presiden-RI
Nasional

Absen Para Pembantunya, Prabowo: Sejumlah Menteri Merah Putih Masuk RS karena Kerja Keras

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:31
Jemaah-Haji
Nasional

Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, DPR Imbau Jemaah Waspada Heatstroke Saat Haji

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:00
Prabowo
Nasional

Banyak Negara Minta Beras Indonesia, Prabowo: Utama Amankan Rakyat Kita Dulu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:09
Prabowo-Subianto
Nasional

Prabowo: Saya Bertanggung Jawab Kalau Bangsa Ini Lapar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:18
Cerdas Cermat Empat Pilar
Nasional

Tanding Ulang LCC Empat Pilar Ditolak SMAN 1 Pontianak, Formappi: Ini Bukan Happy Ending untuk MPR

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:35
ikn
Nasional

Jakarta Masih Ibu Kota, DPR: IKN Jangan Sampai Jadi Kota Hantu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1954 shares
    Share 782 Tweet 489
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1224 shares
    Share 490 Tweet 306
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.