• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ternyata Pesawat Pengangkut Evakuasi WNI dari Afghanistan Sempat Tertunda

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 14:07
in Headline
taliban, afghanistan, wni, kemenlu, retno marsudiTernyata Pesawat Pengangkut Evakuasi WNI dari Afghanistan Sempat TertundaINDOPOSCO.ID - Proses evakuasi sejumlah warga Negara Indonesia (WNI) dari Kabul, Afghanistan diwarnai beragam tantangan. Mengingat situasi di negara tersebut tidak kondusif akibat kelompok Taliban.Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi ialah izin mendarat pesawat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara di Kabul yang sempat tertunda.Sehingga koordinasi terus dilakukan untuk mengurus landing di Bandara Hamid Karzai, Kabul. Semula sudah mendapatkan jadwal pendaratan pada 19 Agustus 2021, sekitar 04.10 waktu setempat.Namun, mendadak izin tersebut kemudian ditarik dan ditunda karena adanya perkembangan di Afghanistan yang dinyatakan belum aman."Perubahan yang sangat cepat menggambarkan dinamika di lapangan yang terus berubah. Dengan situasi baru ini berarti kita harus mengurus izin baru lagi," kata Retno dalam keterangan vritual, Sabtu (21/8/2021).Koordinasi intensif telah dilakukan secara internal dan eksternal dari 18 Agustus malam hingga 20 Agustus dini hari. Baik untuk evakuasi maupun mengurus ulang izin mendarat di Bandara Hamid Karzai, Kabul."Kita memutuskan pesawat menunggu di Islamabad, Pakistan," tutur Retno.Pada 19 Agustus 2021 saya kembali memimpin rapat koordinasi diikuti tim Jakarta, Islamabad dan Kabul guna melakukan assesmen di Afghanistan."Mendetailkan kembali rencana evakuasi serta upaya mendapatkan izin landing yang baru," imbuhnya.Koordinasi lintas negara juga dilakukan melalui komunikasi langsung Menlu Retno dengan Menlu Turki, Menlu Norwegia, pihak Belanda, Amerika Serikat dan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO."Proses ini benar-benar sebuah proses yang tidak mudah dan memerlukan koordinasi yang kuat," ujar Retno.Setelah melalui koordinasi intensif, akhirnya izin mendarat di Kabul diterbitkan dan tim evakuasi kemudian bersiap berangkat menuju Afghanistan pada 20 Agustus pukul 04.10 dan tiba di Kabul pukul 05.17 waktu setempat.Pesawat TNI AU kemudian terbang menuju Indonesia, melalui rute Islamabad, Pakistan sebelum akhirnya tiba di Jakarta. Membawa 26 WNI dan tujuh warga negara asing. (dan)Detik-detik kedatangan 26 Warga Indonesia dan tujuh warga negara asing tiba di Jakarta, setelah dievakuasi dari Afghanistan. Foto: Kementerian Luar Negeri

taliban, afghanistan, wni, kemenlu, retno marsudiTernyata Pesawat Pengangkut Evakuasi WNI dari Afghanistan Sempat TertundaINDOPOSCO.ID - Proses evakuasi sejumlah warga Negara Indonesia (WNI) dari Kabul, Afghanistan diwarnai beragam tantangan. Mengingat situasi di negara tersebut tidak kondusif akibat kelompok Taliban.Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi ialah izin mendarat pesawat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara di Kabul yang sempat tertunda.Sehingga koordinasi terus dilakukan untuk mengurus landing di Bandara Hamid Karzai, Kabul. Semula sudah mendapatkan jadwal pendaratan pada 19 Agustus 2021, sekitar 04.10 waktu setempat.Namun, mendadak izin tersebut kemudian ditarik dan ditunda karena adanya perkembangan di Afghanistan yang dinyatakan belum aman."Perubahan yang sangat cepat menggambarkan dinamika di lapangan yang terus berubah. Dengan situasi baru ini berarti kita harus mengurus izin baru lagi," kata Retno dalam keterangan vritual, Sabtu (21/8/2021).Koordinasi intensif telah dilakukan secara internal dan eksternal dari 18 Agustus malam hingga 20 Agustus dini hari. Baik untuk evakuasi maupun mengurus ulang izin mendarat di Bandara Hamid Karzai, Kabul."Kita memutuskan pesawat menunggu di Islamabad, Pakistan," tutur Retno.Pada 19 Agustus 2021 saya kembali memimpin rapat koordinasi diikuti tim Jakarta, Islamabad dan Kabul guna melakukan assesmen di Afghanistan."Mendetailkan kembali rencana evakuasi serta upaya mendapatkan izin landing yang baru," imbuhnya.Koordinasi lintas negara juga dilakukan melalui komunikasi langsung Menlu Retno dengan Menlu Turki, Menlu Norwegia, pihak Belanda, Amerika Serikat dan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO."Proses ini benar-benar sebuah proses yang tidak mudah dan memerlukan koordinasi yang kuat," ujar Retno.Setelah melalui koordinasi intensif, akhirnya izin mendarat di Kabul diterbitkan dan tim evakuasi kemudian bersiap berangkat menuju Afghanistan pada 20 Agustus pukul 04.10 dan tiba di Kabul pukul 05.17 waktu setempat.Pesawat TNI AU kemudian terbang menuju Indonesia, melalui rute Islamabad, Pakistan sebelum akhirnya tiba di Jakarta. Membawa 26 WNI dan tujuh warga negara asing. (dan)Detik-detik kedatangan 26 Warga Indonesia dan tujuh warga negara asing tiba di Jakarta, setelah dievakuasi dari Afghanistan. Foto: Kementerian Luar Negeri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Proses evakuasi sejumlah warga Negara Indonesia (WNI) dari Kabul, Afghanistan diwarnai beragam tantangan. Mengingat situasi di negara tersebut tidak kondusif akibat kelompok Taliban.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi ialah izin mendarat pesawat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara di Kabul yang sempat tertunda.

BacaJuga:

PBB Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Gencatan Senjata Timteng Terancam Batal

Buntut Pernyataan Jatuhkan Prabowo, Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro

Gencatan Senjata AS–Iran–Israel Disorot DPR: Harus Permanen, Jadi Jalan Menuju Kemerdekaan Palestina

Sehingga koordinasi terus dilakukan untuk mengurus landing di Bandara Hamid Karzai, Kabul. Semula sudah mendapatkan jadwal pendaratan pada 19 Agustus 2021, sekitar 04.10 waktu setempat.

Namun, mendadak izin tersebut kemudian ditarik dan ditunda karena adanya perkembangan di Afghanistan yang dinyatakan belum aman.

“Perubahan yang sangat cepat menggambarkan dinamika di lapangan yang terus berubah. Dengan situasi baru ini berarti kita harus mengurus izin baru lagi,” kata Retno dalam keterangan vritual, Sabtu (21/8/2021).

Koordinasi intensif telah dilakukan secara internal dan eksternal dari 18 Agustus malam hingga 20 Agustus dini hari. Baik untuk evakuasi maupun mengurus ulang izin mendarat di Bandara Hamid Karzai, Kabul.

“Kita memutuskan pesawat menunggu di Islamabad, Pakistan,” tutur Retno.

Pada 19 Agustus 2021 saya kembali memimpin rapat koordinasi diikuti tim Jakarta, Islamabad dan Kabul guna melakukan assesmen di Afghanistan.

“Mendetailkan kembali rencana evakuasi serta upaya mendapatkan izin landing yang baru,” imbuhnya.

Koordinasi lintas negara juga dilakukan melalui komunikasi langsung Menlu Retno dengan Menlu Turki, Menlu Norwegia, pihak Belanda, Amerika Serikat dan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

“Proses ini benar-benar sebuah proses yang tidak mudah dan memerlukan koordinasi yang kuat,” ujar Retno.

Setelah melalui koordinasi intensif, akhirnya izin mendarat di Kabul diterbitkan dan tim evakuasi kemudian bersiap berangkat menuju Afghanistan pada 20 Agustus pukul 04.10 dan tiba di Kabul pukul 05.17 waktu setempat.

Pesawat TNI AU kemudian terbang menuju Indonesia, melalui rute Islamabad, Pakistan sebelum akhirnya tiba di Jakarta. Membawa 26 WNI dan tujuh warga negara asing. (dan)

Tags: afghanistankemenluRetno MarsudiTalibanwni

Berita Terkait.

Antonio-Guterres
Headline

PBB Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Gencatan Senjata Timteng Terancam Batal

Kamis, 9 April 2026 - 17:39
mujani
Headline

Buntut Pernyataan Jatuhkan Prabowo, Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro

Kamis, 9 April 2026 - 15:35
iran
Headline

Gencatan Senjata AS–Iran–Israel Disorot DPR: Harus Permanen, Jadi Jalan Menuju Kemerdekaan Palestina

Kamis, 9 April 2026 - 13:33
yunus
Headline

Kondisi Terkini Andrie Yunus: Luka Bakar Membaik, Bola Mata Ditutup Jaringan Selaput

Kamis, 9 April 2026 - 10:30
Prabowo
Headline

Singgung Mekanisme Pemakzulan, Prabowo: Ada Salurannya, Lakukan Tanpa Kekerasan

Kamis, 9 April 2026 - 00:34
amin
Headline

DPR Wanti-Wanti Pemerintah Soal Rencana Restrukturisasi Utang dan Pengambilalihan Whoosh

Rabu, 8 April 2026 - 14:36

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.