• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Baik-Baik Saja

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 15 Agustus 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Ternyata yang sedang menjabat direktur utama (dirut) itu yang benar: Garuda baik-baik saja. Sampai sekarang. Masih bisa terbang.

BacaJuga:

Terdakwa Kera

Iris Istri

PLN Transisi

Ketika terjadi perombakan dewan direksi dan dewan komisaris, Jumat lalu, sang dirut tetap aman di kursinya: Irfan Setiaputra.

Berarti langkah-langkah penyelamatan Garuda yang ia lakukan dianggap sudah di jalur yang benar. Harus didukung sepenuhnya oleh pemegang saham mayoritas: Pemerintah Indonesia, yang diwakili Menteri BUMN.

Irfan memang baru menjabat Dirut Garuda Indonesia sejak 1,5 tahun lalu. Di saat Garuda sedang sulit-sulitnya. Tugas utama Irfan adalah menyelamatkan Garuda. Dirut sebelumnya diberhentikan terkait kasus sepeda baru Brompton yang diangkut dengan pesawat baru Garuda A340 dari Eropa.

Dukungan penuh pemerintah kepada Irfan itu terlihat dari komposisi baru dewan komisaris: hanya tiga orang. Sampai komisaris utamanya, Timur Sukirno, merangkap sebagai komisaris independen.

Begitu ramping dekom Garuda. Hanya tiga orang. Sampai-sampai seorang wartawan bertanya pada saya: apakah tidak menjadi seperti perusahaan keluarga?

“Tidak,” jawab saya. “… Itu bagus, simple, dan hemat.”

Mungkin wartawan sudah telanjur terbiasa melihat susunan dewan komisaris yang panjang. Banyak BUMN yang komisarisnya sampai sembilan orang.

Apalagi di sebuah BUMN yang juga perusahaan publik: komisaris independennya saja harus dua orang.

Dengan hanya tiga komisaris, maka proses sebuah persetujuan lebih cepat.

Di Amerika, Jepang, Inggris, Singapura, dan banyak negara lainnya, bahkan tidak punya komisaris. Mereka menggunakan sistem one board.

Dukungan pemerintah ke Irfan itu juga terlihat dari latar belakang komisaris baru: tidak tahu banyak soal Garuda.

Komisaris utama yang baru, Timur Sukirno, berlatar belakang pengacara.

Dikenal pula sebagai pengacara yang sering menangani perkara pailit dan litigasi.

Timur Sukirno sebelum ini adalah pengacara senior di kantor hukum terkenal, HHP (Hadiputranto, Hadinoto, & Partners).

Komisaris satunya lagi, Abdul Rachman, juga bukan orang yang tahu banyak Garuda. Sebelum ini, Abdul Rachman adalah komisaris utama Mandiri Taspen.

Yakni anak perusahaan BUMN Bank Mandiri, yang didirikan bersama Taspen.

Tinggal satu orang komisaris lama di situ. Yang mewakili pemegang saham non pemerintah: Chairal Tanjung –adik Chairul Tanjung.

Chairal mewakili kepentingan CT Corp milik Chairul Tanjung. Yang di Garuda memegang saham 28 persen. Yang investasinya di Garuda itu membuat CT rugi kira-kira sampai Rp10 triliun.

Di saat kritis seperti ini saya mendukung jumlah komisaris yang sedikit. Di masa sulit perusahaan harus lebih lincah. Juga harus cepat mengambil keputusan. Jangan juga terlalu banyak pendapat yang saling berseberangan. Perusahaan harus fokus.

Kini Dirut Irfan, 56 tahun, menjadi lebih ”berkuasa”. Tidak terlihat akan ada oposan di dalam Garuda. Irfan juga akan lebih terlihat apakah ia mampu mengeluarkan Garuda dari kesulitan besar.

Kurang apa lagi. Langkah lulusan informatika ITB ini didukung penuh. Posisinya diamankan. Komisaris yang bisa dianggap menghambat sudah tidak ada lagi.

Komisaris lama seperti Peter F. Gontha dan Yenny Wahid sudah mengundurkan diri. Dengan alasan masing-masing.

Peter sudah menulis surat mundur sejak Februari lalu. Ia terlihat punya banyak perbedaan pandangan dengan direksi. Bahkan Peter, suatu kali, mem-posting pendapatnya di medsos –yang bikin belingsatan Garuda.

Yenny Wahid, putri Presiden Gus Dur itu, mengundurkan diri di hari yang sama dengan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Jumat lalu. Tidak terbaca ada perbedaan pendapat apa. Secara formal Yenny memilih alasan agar Garuda lebih efisien.

Komisaris lama yang satu lagi juga tidak menjabat lagi: Elisa Lumbantoruan. Ia juga banyak tahu soal pedalaman Garuda. Elisa pernah menjadi direktur Garuda di zaman Emirsyah Satar.

Saya tidak pernah mendengar Elisa pernah menyuarakan apa. Saya tidak berhasil menghubungi Elisa kemarin sore.

Peter dan Yenny pernah bersuara soal perlunya diambil langkah efisiensi di jumlah dan kesejahteraan awak pesawat.

Direksi Garuda dianggap terlalu lemah di saat harus bertindak tegas.

Peter kelihatannya memang terlalu banyak tahu soal Garuda. Terutama mengenai permainan Dirut Garuda zaman Emirsyah Satar. Sejak 2008. Yakni sejak Emir punya program utama leap frog.

Peter kini semakin siap untuk membongkar total permainan di Garuda itu.

“Kapan?”

“Dalam waktu dekat,” jawabnya.

“Lewat apa?”

“Lewat Disway-lah,” katanya.

Peter bukan hanya berhenti dari komisaris Garuda. Tahun lalu, Peter juga mengundurkan diri dari jabatan staf khusus Menteri Luar Negeri. Alasannya: tidak mau makan gaji tanpa pekerjaan yang jelas. Apalagi gaji itu dari uang negara.

Peter, mantan pendiri RCTI dan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Polandia itu kini masih menjabat di banyak direksi dan komisaris perusahaan swasta.

Boleh dikata susunan komisaris Garuda yang baru ini akan sangat berbeda dengan yang lama. Baik gaya maupun proses pembahasan masalahnya.

Kini semua komisaris yang tahu banyak Garuda sudah tidak ada lagi. Jumlah direksi pun sudah dikurangi dua orang. Tinggal enam orang.

Kelihatannya, pemerintah ingin Garuda lebih cepat ambil keputusan. Agar arah Garuda semakin jelas: ke restoran atau ke kuburan. (*)

Tags: Dahlan Iskandisway

Berita Terkait.

Panda Dimsum
Disway

Terdakwa Kera

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Iris Istri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

PLN Transisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Warisan Sumbu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

champion
Olahraga

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID - Malam Liga Champions 2026/2027 matchday ketiga pada Rabu (21/10/2026) malam hingga Kamis (22/10/2026) dini hari WIB kembali menghadirkan...

SelengkapnyaDetails
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2645 shares
    Share 1058 Tweet 661
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1299 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1394 shares
    Share 558 Tweet 349
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.